Mangkuk Ayam Jago Sudah Ada 100 Tahun Lalu, Simbolkan Kemakmuran!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 10 Mei 2021 19:00 WIB
Mangkuk Ayam Jago Sudah Ada 100 Tahun Lalu, Simbolkan Kemakmuran! Foto: Says Malaysia
Jakarta -

Mangkuk ayam jago dikenal luas di Asia Tenggara. Mangkuk motif nan legendaris ini punya cerita menarik mengenai sejarah hingga filosofi di baliknya.

Mangkuk ayam jago punya latar belakang budaya yang kuat di banyak negara Asia Tenggara. Biasanya mangkuk ayam jago digunakan di rumah makan China untuk menyajikan hidangan nasi dan mie.

Mangkuk ayam jago dikenal dengan nama lain 'ji gong wan', 'gong ji wan', dan 'ji jiao wan' di Malaysia. Saking ikonisnya mangkuk ayam jago, anggota dewan kota Pandamaran, Tony Leong Tuck Chee sampai membuat monumen mangkuk ayam jago di Port Klang pada Januari 2021.

Daerah asal mangkuk ayam jago

Mangkuk Ayam Jago Sudah Ada 100 Tahun Lalu, Simbolkan Kemakmuran!Mangkuk Ayam Jago Sudah Ada 100 Tahun Lalu, Simbolkan Kemakmuran! Foto: Says Malaysia

Mangkuk ayam jago sebenarnya memiliki tiga motif desain berbeda. Pertama, menampilkan sosok ayam jago berwarna merah dan hitam. Kedua, bunga peony merah, dan ketiga motif daun pisang.

Dikutip dari Says Malaysia (10/5), aslinya mangkuk ayam jago berasal dari provinsi Guangdong, China Selatan. Desain mangkuk ini sudah ada lebih dari seratus tahun lalu.

Penciptanya adalah para pengrajin di Hakka yang secara individual mencetak mangkuk lalu melukis desainnya dengan tangan (handmade). Bisa dibilang mangkuk ayam jago yang asli kini sangat langka.

Berbeda dengan mangkuk ayam jago yang diproduksi secara massal, mangkuk ayam jago yang asli memiliki sedikit perbedaan dalam hal ukuran dan pola desainnya.

Filosofi mangkuk ayam jago

Mangkuk Ayam Jago Sudah Ada 100 Tahun Lalu, Simbolkan Kemakmuran!Mangkuk Ayam Jago Sudah Ada 100 Tahun Lalu, Simbolkan Kemakmuran! Foto: Says Malaysia

Menurut CultureGuru, kata "ayam" dalam bahasa Hokkien memiliki cara penyebutan yang sama dengan kata "rumah" atau "keluarga". Banyak orang meyakini dengan makan di mangkuk ayam jago, keluarga mereka akan makmur.

Selain itu, ayam jago juga merupakan simbol kerja keras, jiwa petarung, dan keluarga yang makmur. Lalu kenapa ayam jago, bukan ayam betina?

Ternyata pertanyaan ini ada jawabannya. Hal ini terkait budaya patriarki di China dimana saat itu laki-laki lebih disukai ketimbang perempuan. Bahkan ketika seorang ibu melahirkan anak laki-laki, hal ini dianggap menjadi berkah besar.

Karenanya orang Hakka dulu akan membeli mangkuk ayam jago untuk putra mereka. Nantinya nama sang putra akan diukir di mangkuk tersebut sebagai tanda mereka tetap diingat leluhur sampai pemilik mangkuknya meninggal.

Lalu untuk bunga peony dianggap sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran. Sementara daun pisang adalah lambang keberuntungan dan kesuksesan.

Baca Juga: Lucu! Gambar Ayam Jago Khas Mangkuk Bakso Legendaris Kini Ada di 10 Barang Ini

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com