Beijing Sewa Orang Khusus Untuk Ingatkan Pengunjung Restoran Tidak Buang Makan

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 18 Mar 2021 11:30 WIB
young asian woman holding box of japanese local street food looking around. lady traveler enjoy eating takoyaki on the road outdoor. delicious octopus balls in osaka japan. Foto: Istimewa
Jakarta -

Limbah makanan jadi permasalahan yang serius di China. Kini Beijing, siapkan orang khusus untuk ingatkan pengunjung agar tidak buang-buang makanan di restoran.

Sejak setahun yang lalu pemerintah China sudah mengeluarkan banyak kampanye untuk mengurangi limbah makanan. Mulai dari membatasi video makan berlebihan atau mukbang di internet, mengajak orang untuk tidak memesan makanan berlebih di restoran, sampai menyewa orang khusus untuk pekerjaan baru.

Baca Juga: Keren! Pelajar Ini Berhasil Ubah Limbah Makanan Jadi Bahan Kulit

Dilansir dari Shine CN (17/03), baru-baru ini pemerintah kota Beijing tengah merancang peraturan baru terkait memerangi limbah makanan.

Sebagai ibu kota dari negara China, kini Beijing tengah merancang untuk mempekerjakan orang khusus di setiap restoran.

Eating noodles at restaurant. Young Asian girl eating ramen noodles using chopsticks.Eating noodles at restaurant. Young Asian girl eating ramen noodles using chopsticks. Foto: iStock

Orang ini disebut sebagai 'persuaders'. Tugasnya mengingatkan setiap pengunjung di restoran, agar tidak memesan makanan secara berlebihan.

Selain itu mereka juga ditugaskan untuk mengingatkan orang-orang, untuk membungkus makanan sisa dari restoran yang dikunjungi. Tujuannya agar limbah makanan berkurang.

Selain mempekerjakan 'persuaders', pemerintah kota Beijing juga tengah menyusun peraturan serupa. Khusus untuk perusahaan katering dan penyedia jasa makanan lainnya.

Mereka menyarankan para pemilik katering untuk menjual makanan dalam porsi yang lebih kecil. Terutama ke tamu yang jumlahnya sedikit atau hanya beberapa orang saja.

Fakta Hidangan ChinaFakta Hidangan China Foto: iStock

Jika melanggar peraturan ini, pemilik restoran atau pemilik katering bisa dijatuhi denda hingga sejumlah 10,000 yuan (Rp 22 juta).

Sejak tahun 2012 pemerintah China memang sudah fokus membenahi limbah makanan. Lewat kampanye 'Clean Your Plates', pemerintah China mengajak warganya untuk lebih menghargai makanan.

Menurut data yang dihimpun oleh UN Food dan Agriculture Organization. Setidaknya setiap satu dari tiga makanan yang dikonsumsi manusia berakhir dibuang. Membuat limbah makanan mencapai 1,33 miliar ton per tahun.

Singapore City, Singapore - May 16, 2015 : People at the Chinatown Food Street in Singapore. Chinatown is also known as Niu Che Shui in Chinese. Many Chinese restaurants are located in Chinatown. It is a tourist attraction in Singapore.Singapore City, Singapore - May 16, 2015 : People at the Chinatown Food Street in Singapore. Chinatown is also known as Niu Che Shui in Chinese. Many Chinese restaurants are located in Chinatown. It is a tourist attraction in Singapore. Foto: iStock

Di China total limbah makanan diperkirakan mencapai sekitar 17 juta ton. Kebanyakan limbah makanan berasal dari makanan sisa pengunjung di restoran. Jumlah limbah makanan ini setidaknya bisa memberi makan 30 hingga 50 juta orang di dunia.

Di bulan Agustus tahun 2020, pemerintah China mulai mengawasi video makan yang beredar di media sosial.

Pemerintah juga bekerja sama dengan beberapa platform atau situs sharing video seperti Douyin. Ketika orang-orang mencari video dengan kata kunci 'acara makan' atau 'competitive eater', nantinya akan muncul informasi mengenai berharganya makanan.

Baca Juga: Kurangi Limbah Makanan, China Awasi Video Makan di Internet



Simak Video "'Supper Sandwiches & Burgers': Sajian Simpel Bercita Rasa Luar Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com