Nasi Uduk Betawi

Racikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan Ritual

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 22 Feb 2021 19:00 WIB
Racikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan Ritual Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008
FOKUS BERITA Nasi Uduk Betawi
Jakarta -

Nasi uduk Betawi terkenal gurih harum. Dimakan bersama semur daging hingga jengkol, gurihnya nasi uduk Betawi bikin orang ketagihan.

Nasi uduk adalah makanan tradisional suku Betawi, Jakarta yang punya sejarah panjang. Nasi uduk Betawi dijajakan mulai dari pagi hingga malam hari.

Sebenarnya seperti apa cerita asal-usul nasi uduk Betawi? detikfood (22/2) menghubungi sejarawan Betawi, Yahya Andi Saputra untuk memberi pandangannya.

Sejarawan yang tergabung dalam Lembaga Kebudayaan Betawi ini menuturkan kalau sampai sekarang tidak ada catatan yang bisa memastikan kapan pastinya 'hari lahir' nasi uduk Betawi.

Racikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan RitualRacikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan Ritual Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

"Yang jelas makanan ini juga menjadi salah satu makanan ritus (upacara). Misalnya ritus bikin perahu baru di pesisir dan ritus melepas perahu baru," jelasnya.

Kegiatan upacara seperti itu sudah ada sejak sebelum Islam masuk ke Nusantara, diperkirakan pada abad 12-13.

Yahya menambahkan, "Nasi uduk merupakan kuliner atau masakan yang selalu ada pada upacara-upacara. Salah satu upacara sebelum Islam masuk itu disebut baritan."

Bisa dibilang nasi uduk merupakan bagian dari sesajen sejak zaman dahulu. Hal ini diperkuat dengan penuturan Yahya soal asal-usul kata 'uduk' pada 'nasi uduk'.

Ia menjelaskan, 'uduk' berasal dari kata 'kedudukan' karena nasi uduk disebut sebagai simbol kedudukan. Nasi uduk hadir pada berbagai upacara, contohnya seperti upacara melepas perahu ke laut.

Racikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan RitualRacikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan Ritual Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

Juragan pemilik perahu lantas disebut sebagai orang yang memiliki kedudukan. "Kedudukan yang baik itu artinya akan mendapat berkah, karena kamu berbaik-baik kepada pemilik laut, Dewi Penguasa Laut. Kedudukan itu satu makna dari sesuatu yang dimiliki itu oleh seseorang, yang bernilai tinggi di dalam strata kehidupan sosial masyarakat," tutur pria ramah ini.

Baca Juga: Nasi Uduk Janda: Gurihnya Nasi Uduk Plus Puluhan Lauk Incaran Mahasiswa

Munculnya nasi uduk Betawi juga tak bisa dilepaskan dari cerita Jakarta yang dulu ditumbuhi banyak pohon kelapa. Seperti diketahui, bahan utama pembuatan nasi uduk adalah santan kelapa.

"Jakarta dari dari zaman dahulu kala, namanya Kota Bandar. Berkembang ketika abad 12-13, ketika kerajaan Sunda menduduki Bandar Kelapa, maka namanya Bandar Sunda Kelapa," jelas Yahya.

Ia menambahkan, "Kawasan pesisir ini banyak ditumbuhi pohon kelapa. Adapun kemungkinan besar, serap menyerap pengetahuan, transmisi pengetahuan, tradisi masak-memasak (nasi uduk) itu didapat dari pergaulan antara suku Melayu, Sunda, Jawa, dan bangsa-bangsa yang datang ke sini."

Racikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan RitualRacikan Nasi Gurih Sederhana yang Berawal dari Makanan Ritual Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

Racikan nasi uduk Betawi yang autentik disebut Yahya sebenarnya sangat sederhana. Hanya saja perkembangan zaman membuat nasi uduk Betawi kini dipadupadankan dengan berbagai lauk dan pelengkap.

Nah, sebenarnya seperti apa racikan nasi uduk Betawi yang autentik? Pada ulasan kali ini, detikfood akan mengupas tuntas soal nasi uduk Betawi. Mulai dari racikan autentiknya hingga rekomendasi nasi uduk Betawi yang laris manis sampai sekarang.

Ada nasi uduk yang terkenal sebagai tempat sarapan hingga nasi uduk yang buka sampai malam hari. Tak ketinggalan cerita soal nasi uduk Betawi yang terkenal di kawasan Kebon Kacang. Bagi pencinta nasi uduk Betawi, jangan sampai kelewatan informasinya ya!

Baca Juga: 5 Warung Nasi Uduk Malam di Jakarta, Lauknya Super Komplet

(adr/odi)
FOKUS BERITA Nasi Uduk Betawi

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com