Tak Hanya di Afrika, Indomie Juga Jadi Favorit Masyarakat Arab

Devi Setya - detikFood Selasa, 02 Feb 2021 11:30 WIB
Tak Hanya di Afrika, Indomie Juga Jadi Favorit Masyarakat Arab Foto: Arab News
Jakarta -

Merek mie instan asal Indonesia, Indomie bisa dengan mudah ditemui di beberapa negara. Di Arab bahkan mie instan ini jadi favorit masyarakat.

Dilansir dari Arab News (1/2) kabar meninggalnya Nunuk Nuraini, peracik bumbu Indomie goreng ternyata juga menjadi perbincangan di tengah masyarakat Arab. Tak heran, hal ini karena mie instan ini juga populer dan jadi kesukaan banyak orang di Arab.


Coba tanyakan orang Arab mana pun soal merek mie instan favorit mereka, bisa dipastikan jawabannya adalah "Indomie". Dari sini bisa disimpulkan betapa Indomie begitu dinanti.

Tak Hanya di Afrika, Indomie Juga Jadi Favorit Masyarakat ArabTak Hanya di Afrika, Indomie Juga Jadi Favorit Masyarakat Arab Foto: Arab News

Indomie pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 1972, kemudian mie instan ini dibawa ke Kerajaan Arab pada tahun 1986. Dipopulerkan oleh para pekerja rumah tangga asal Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Tapi kini Indomie sudah menjadi makanan semua kalangan, termasuk kaum ekspatriat yang juga tergila-gila dengan rasa Indomie.

Popularitas Indomie di Arab akhirnya berbuntut panjang, perusahaan produsen mie instan ini kemudian membangun tiga pabrik sekaligus demi memenuhi permintaan pasar. Pabrik terbesar Indomie yang sekaligus menjadi pusat produksi berada di Jeddah.

Dalam sehari, pabrik ini bisa memproduksi hingga 2 juta bungkus mie instan. Pabrik ini tercatat sudah beroperasi sejak tahun 1992 dan hingga kini masih aktif meracik mie instan untuk dilempar ke pasaran.

Kesaksian soal Indomie yang populer di Arab datang dari Sarah Al-Suqair, seorang pekerja di rumah sakit. Ia mengatakan banyak orang menyantap mie instan bukan hanya di rumah saja, tapi di berbagai tempat dan kesempatan.

"Saya ingat saat Indomie sedang menggila di sekolah, ada banyak Indomie yang ditukar dengan uang, mainan, pernak-pernik, video game dan film, atau bahkan bantuan mengerjakan PR," katanya. "Itu adalah bentuk selundupan yang paling enak di sekolah, terutama ketika para guru melarang siswa melakukan hal ini."

Sarah Al-Suqair juga menceritakan cara-cara 'nakal' para siswa yang mencoba mengolah mie instan di sekolah. Anak-anak akan mencari air panas untuk memasak mie instan ini.

"Saya ingat beberapa teman sekelas saya diskors karena menyelinap ke laboratorium kimia dan mencoba menggunakan alat pembakar untuk merebus mie. Trik favorit lainnya adalah dua siswa memasuki ruang guru, di mana salah satu dari mereka akan mengalihkan perhatian guru dengan sesuatu sementara yang lain diam-diam mencoba menyelinap ke ketel penyimpan air panas," lanjutnya.

Seorang ahli gizi Leila Bakri mengatakan kepada Arab News bahwa kelemahan nomor 1 orang-orang ini adalah saat mencium aroma dan rasa semangkuk Indomie goreng. Sulit ditolak meskipun makanan ini tidak sehat.

"Mie instan pada umumnya bukanlah makanan yang benar-benar sehat, karena kandungan natrium, MSG, dan bahan olahan lain di dalamnya. Tapi aku benar-benar tidak bisa menahannya. Sejak kecil saya sudah makan Indomie di rumah. Saya pikir kita semua melakukannya. Mudah dibuat, murah, dan sangat mengenyangkan. Saya mencoba membuatnya lebih sehat dengan menambahkan ayam, sayuran, apa saja yang segar. Saya bahkan mencoba membuat versi saya sendiri, tetapi kenyataannya, sekeras apa pun saya mencoba, saya tidak akan pernah bisa menolak rasa Indomie yang otentik," bebernya.

Tak Hanya di Afrika, Indomie Juga Jadi Favorit Masyarakat ArabTak Hanya di Afrika, Indomie Juga Jadi Favorit Masyarakat Arab Foto: Arab News

Indomie goreng adalah varian paling populer dari merek mie instan ini. Namun, sebenarnya si Arab ada beberapa rasa dan variasi yang tersedia, mulai dari mie goreng pedas, kari ayam, kaldu sapi, dan bahkan pilihan vegetarian.

Tak hanya di Arab, saat ini Indomie tersedia di 80 negara lain di dunia. Indomie juga telah bereksperimen dengan citarasa lokal di negara-negara yang paling banyak pelanggannya. Sebut saja misalnya di Nigeria ada mie instan rasa Jollof yakni makanan khas Afrika Barat.

Saking tergila-gila dengan rasa Indomie, beberapa orang sampai melakukan lelang demi sebungkus mie instan ini. Dan yang paling tragis terjadi di Ghana belum lama ini, sebuah survey menyebut kalau gadis-gadis Ghana rela menjual diri demi Indomie.



Simak Video "Indomie Dijadikan Topping Pizza, Bagaimana Jadinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com