Penting! Kenali Tanda-tanda Keracunan Makanan

Diah Afrilian - detikFood Rabu, 02 Des 2020 14:00 WIB
Kenali Tanda-tanda Keracunan Makanan Foto: Getty Images/iStockphoto/Goran13
Jakarta -

Keracunan makanan sering dialami banyak orang. Biasanya karena makanan tercemar bakteri. Lalu seberapa cepat keracunan makanan terjadi?

Bakteri, virus, dan parasit tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Jika menempel pada makanan yang akan dikonsumsi sulit untuk diketahui sebelumnya.

Makanan menjadi media yang sangat baik untuk bakteri berkembang biak. Makanan juga bisa menjadi transportasi untuk bakteri tersebut berpindah dengan cepat.

Menurut catatan BPOM, keracunan makanan di Indonesia sudah mencapai 20 juta kasus per tahun. Tentunya angka ini menjadi tolak ukur untuk lebih berhati-hati lagi saat ingin mengonsumsi makanan.

Kenali Tanda-tanda Keracunan MakananKenali Tanda-tanda Keracunan Makanan Foto: Getty Images/iStockphoto/Goran13

Selain akibat bakteri, virus dan parasit keracunan makanan juga bisa disebabkan dari kesalahan saat memasak atau menyimpan makanan. Misalnya pada saat makanan kurang matang, makanan yang dihangatkan kembali atau bahkan yang disimpan dengan kurang tepat.

Bakteri yang paling banyak menyebabkan keracunan makanan adalah campylobacter, salmonella, E. coli, serta norovirus. Bakteri-bakteri seperti ini kerap ditemukan pada usus hewan, unggas, ikan, telur, daging, olahan susu bahkan pada air yang telah terkontaminasi.

Baca Juga: Makan di Restoran Vietnam di Jakarta, Belasan Orang Keracunan

Gejala-gejala keracunan makanan yang ditimbulkan bergantung pada bakteri yang tidak sengaja tertelan. Secara umum keracunan makanan hanya akan ditandai dengan mual, diare, muntah-muntah, kram perut, demam tinggi, atau hanya merasa kurang enak badan.

Menurut Izzie Deibe pada Express (22/11), keracunan makanan tidak bisa diprediksi kapan gejalanya akan muncul. Gejala keracunan makanan bisa saja baru muncul beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala keracunan makanan akan muncul beberapa jam hingga hitungan minggu setelahnya. Durasi munculnya gejala keracunan makanan juga ditentukan oleh bakteri apa yang tidak sengaja tertelan.

Keracunan makanan karena bakteri Salmonella biasanya menunjukkan gejala pada 12-36 jam setelahnya. Campylobacter pada sekitar 2 - 7 hari setelah tertelan.

Bakteri E. coli, yang biasanya terdapat pada olahan susu, bisa menginfeksi dalam kurun waktu 3-4 hari. Pada beberapa kasus akan menginfeksi seminggu setelah mengonsumsi. Hepatitis A akan menginfeksi 1-36 jam setelah tidak sengaja tertelan.

Untuk mengetahui bakteri apa yang menginfeksi diperlukan serangkaian tes laboratorium. Menganalisa bakteri apa yang masuk ke dalam tubuh dan bereaksi meracuni tubuh.

Kenali Tanda-tanda Keracunan MakananKenali Tanda-tanda Keracunan Makanan Foto: Getty Images/iStockphoto/Goran13

Secara normal keracunan makanan hanya akan berlangsung selama seminggu. Namun kembali lagi pada bakteri yang menginfeksi yang akan menentukan durasi infeksi.

Jika terinfeksi campylobacter dengan gejala diare biasanya akan sembuh dalam waktu seminggu. Salmonella yang menyebabkan demam dan muntah akan sembuh dalam waktu 4 hari atau lebih.

Infeksi akibat bakteri E. coli yang menyebabkan sakit kepala dan kram perut akan berlangsung selama 5-10 hari. Norovirus dengan gejala muntah-muntah bisa sembuh dalam 2 hari.

Untuk itu memastikan makanan dalam keadaan baik sebelum dikonsumsi adalah hal yang sangat penting. Kebersihan, cara pengolahan dan penyajian juga menjadi hal yang harus diperhatikan untuk menjaga makanan agar tetap steril.

Cara yang paling ampuh untuk mencegah terjadinya keracunan makanan adalah dengan memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi. Makanan yang diolah sendiri akan terjamin kebersihan dan kualitasnya karena campuran dan pengolahannya langsung dilakukan sendiri.

Baca Juga: 4 Orang Keracunan Setelah Makan 24 Tiram, Bolak-balik Toilet 20 Kali



Simak Video "Masak Masak: Resep Martabak Burger dari Kulit Lumpia"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com