Inspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak Mampu

Diah Afrilian - detikFood Minggu, 29 Nov 2020 07:00 WIB
Inspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak Mampu Foto: Mirror/iStock
Jakarta -

Chef asal Nigeria ini punya inisiatif mulia. Ia mengolah makanan sisa dari supermarket untuk jadi makanan enak. Makanan ini lantas dibagikan pada orang tak mampu.

Bahan makanan di supermarket tidak selalu terjual habis. Biasanya bahan makanan itu berakhir dibuang karena mengikuti peraturan yang berlaku. Padahal banyak bahan makanan yang masih dalam kondisi prima dan layak konsumsi.

Aina Omo-Bare, seorang chef asal Nigeria lantas berinisiatif memanfaatkan makanan sisa itu untuk membantu orang-orang tak mampu. Sejak kecil ia belajar tentang pentingnya berbagi pada sesama dari sang ibu. Dulu ibunya kerap mengundang anak-anak dari daerah sekitar mereka tinggal untuk makan bersama.

Aina saat ini tinggal di London dan menjalankan Idia's Kitchen di Gereja RC St Monica yang berlokasi di Hoxton. Melalui dapur ini, Aina memasak makanan untuk dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu dengan menggunakan bahan-bahan makanan sisa supermarket.

Inspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak MampuInspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak Mampu Foto: Mirror/iStock

"(Orang-orang) di komunitas sini beragam, mulai dari tunawisma hingga orang-orang yang memang kurang mampu. Indah sekali rasanya melihat mereka bersatu. Kita semua belajar dari satu sama lain," ujar Aina kepada Mirros.co.uk (26/11).

Melalui dapur yang dinamai dengan nama putrinya ini, Aina bersama tim sukarelawan menyediakan sarapan dan makanan untuk 50 orang. Tiap dua minggu sekali mereka rutin membagikan sarapan dan makanan tersebut.

Kesempatan seperti ini dianggap hadiah yang sangat berharga untuknya. Mereka juga berharap dengan berbagi sarapan dan makanan dapat menjadi perayaan Natal tahunan yang nantinya dapat diselenggarakan secara rutin tiap tahun.

"Salah satu pihak supermarket Tesco menawari saya sisa roti dan kuenya, jadi saya mengambil makanan sisa itu dan membawanya dengan troli dan naik bus," ungkap Aina.

Bukan hanya baik untuk sesama manusia, hal yang dilakukan Aina ini juga baik untuk lingkungan karena bisa bantu mengurangi limbah makanan. Seiring waktu, berbagai sumbanganpun datang dari toko atau supermarket di daerah sekitar dapur ini beroperasi.

Antusiasme mereka terbilang besar. Bahkan Aina tidak mengira bahwa pekerjaannya akan diapresiasi setinggi ini.

"Saya kewalahan dengan jumlah makanan yang disumbangkan," lanjut Aina.

Inspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak MampuInspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak Mampu Foto: Mirror/iStock

Baca Juga: 5 Komunitas Ini Kumpulkan Sampah Makanan Sisa, Ada yang Dari Indonesia

Namun ia mengungkapkan ada perubahan yang dilakukan saat pandemi. Cara membagikan langsung makanan kepada orang-orang yang membutuhkan diubah menjadi membungkuskan makanan-makanan tersebut terlebih dahulu baru kemudian dibagikan.

Tidak hanya dari toko-toko yang menyumbang bahan makanan, Shoreditch Trust Healthy Living Centre pun ikut berpartisipasi dengan menawarkan dapurnya untuk digunakan selama musim panas.

"Saya memperlakukan semua orang dengan cara bagaimana saya ingin diperlakukan. Dampak kafe ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dilihat dan dirasakan," tutur Aina.

Tidak hanya untuk dirinya, Aina juga mencontohkan hal positif ini untuk diikuti anaknya.

"Saya memiliki satu anak laki-laki yang mengambil croissant coklat dan dia mendengar anak lain marah karena tidak ada yang tersisa. Ia pergi dan memotongnya setengah dan memberinya setengah bagian ke anak yang lain. Saya bisa memberikan begitu banyak contoh untuk mereka," cerita Aina.

Inspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak MampuInspiratif! Chef Nigeria Olah Makanan Sisa untuk Orang Tak Mampu Foto: Mirror/iStock

Selain untuk memenuhi kebutuhan makan, penggalangan dana juga diperuntukkan untuk membeli jaket musim dingin bagi para tunawisma dan orang-orang kurang mampu.

Seluruh proyek yang dikerjakan oleh Aina ini mendapat dukungan dari Caritas Westminster. Mulai dari menemukan pendanaan, sumber makanan, hingga skema distribusinya.

Dalam proyek ini Aina dibantu oleh 35 sukarelawan dalam timnya. Bersama-sama mereka memasak tanpa henti untuk mengolah makanan sisa itu dan memberikan sarapan.

Makanan untuk beberapa orang dianggap lebih dari sekadar kebutuhan pokok. Menurut Aina, misalnya, makanan juga bisa digunakan untuk menunjukan rasa cinta dan kepedulian terhadap sesama.

Aina dan timnya berharap dengan cara mereka seperti ini akan membantu lebih banyak orang lagi. Terutama pada masa-masa sulit seperti tahun ini. Mereka berharap bisa melewati kesulitan ini semua bersama-sama.

Baca Juga: Haru! Pria Ini Hanya Minta Makanan Sisa, Tapi Berujung Ditraktir

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com