Minyak Sayur dan Minyak Zaitun, Mana yang Lebih Sehat?

Diah - detikFood Jumat, 20 Nov 2020 08:00 WIB
Minyak zaitun Foto: iStock
Jakarta -

Minyak sayur dan minyak olive atau minyak zaitun jadi pilihan populer buat memasak. Lalu mana yang lebih sehat, minyak sayur atau minyak zaitun?

Minyak menjadi bahan penting dalam berbagai masakan. Karena bisa membuat makanan menjadi lebih gurih enak rasanya. Bisa dipakai untuk menumis, menggoreng atau menjadi saus salad.

Berbagai jenis minyak beredar di pasaran dan umum digunakan untuk memasak. Minyak sayur, minyak zaitun atau minyak olive, minyak canola, minyak kelapa, minyak wijen dan sebagainya.

Minyak sayur dan minyak zaitun menjadi jenis minyak yang paling umum digunakan oleh masyarakat. Keduanya kerap dibandingkan, mana yang lebih sehat minyak sayur atau minyak zaitun.

Baca Juga: Sebenarnya Minyak Sayur Terbuat dari Sayuran Apa?

Dilansir dari times of india (12/11) berikut ini beberapa fakta minyak sayur dan minyak zaitun yang perlu dicermati.

1. Bahan Dasar

sayuran dalam minyak sayurMinyak Sayur dan Minyak Zaitun, Mana yang Lebih Sehat? Foto: Thinkstock


Minyak sayur merupakan minyak yang terbuat dari ekstraksi tumbuhan, terutama biji-bijian. Minyak sayur bisa dibuat baik dengan hanya satu jenis tumbuhan, maupun campuran dari macam-macam tumbuhan. Misalnya sawit, kacang kedelai, kelapa, bunga matahari, dan sebagainya.

Sedangkan minyak zaitun atau olive oil merupakan minyak yang dibuat dari buah zaitun yang telah diproses dengan mesin pres buah zaitun tanpa proses pemanasan. Berasal dataran Timur Tengah pada 6.000 tahun yang lalu akhirnya olive oil sampai ke daratan Mediterania. Saat ini ada tiga jenis olive oil yaitu extra virgin olive oil, olive oil, dan light tasting olive oil.

2. Karakteristik Minyak


Secara umum minyak sayur tidak memberikan rasa bawaan atau rasa yang akan memengaruhi rasa pada hasil makanan yang dimasak dengan minyak ini. Minyak sayur akan mulai berasap saat mencapai suhu 200 hingga 250 derajat celcius. Jenis minyak ini lebih mudah ditemukan di berbagai tempat dengan berbagai kemasan dan harga yang relatif lebih murah.

Sementara minyak zaitun terkadang menyisakan sedikit rasa bawaan yang khas dari buah zaitun. Minyak ini memiliki titik asap lebih rendah daripada minyak sayur. Titik asapnya berkisar 190 C dan 240 C.

3. Kandungan Nutrisi

Olives assortment in bowl with oil. Top view. Copy spaceMinyak zaitun Foto: iStock


Keduanya ini mengandung asam lemak tak jenuh. Pada minyak sayur kandungan yang paling banyak adalah omega-6 dan lemak tak jenuh ganda. Kandungan ini bisa menjadi pro-inflamasi dan cukup berisiko jika dikonsumsi berlebihan.

Minyak zaitun memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang sangat tinggi. Minyak jenis ini juga kaya akan antioksidan, anti inflamasi, juga baik untuk kesehatan jantung. Minyak zaitun tidak hanya digunakan untuk memasak, bisa juga untuk merawat kulit agar tetap mulus.

4. Mana yang Lebih Sehat?


Jika dibandingkan keduanya, minyak zaitun merupakan minyak yang paling murni. Karena dalam proses pembuatan tak mengalami proses pemanasan. Mengandung banyak mineral, antioksidan dan vitamin.

Sedangkan minyak sayur mengalami beberapa proses pembuatan yang membuat beberapa kandungan nutrisinya hilang dan memiliki lebih banyak kalori.

Jika dipakai untuk memasak dengan suhu tinggi seperti menggoreng, sebaiknya dipakai minyak sayur. Tetapi untuk makanan yang tidak dipanaskan langsung bisa memakai minyak zaitun. Misalnya untuk saus salad atau olesan ikan atau daging. Dengan cara ini didapatkan manfaat nutrisinya maksimal.

Baca Juga: Yuk, Kenali Jenis Minyak Sayur!



Simak Video "Masak Masak: Resep Minyak Bawang Rumahan"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)