5 Fakta Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem yang Kaya Nutrisi

Riska Fitria - detikFood Selasa, 27 Okt 2020 13:00 WIB
5 Fakta Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem yang Kaya Nutrisi Foto: iStock
Jakarta -

Meski terlihat menjijikkan, tetapi ulat sagu mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan dan rasanya enak. Ini faktanya.

Viral di TikTok seorang netizen dengan akun @DeCk_UliCk doyan banget makan ulat sagu. Dalam beberapa kontennya, ia memperlihatkan saat menggoreng ulat sagu.

Tak hanya itu, ia juga memperlihatkan aksinya saat memakan ulat sagu di depan kamera. Videonya viral dan mendapat berbagai respon dari netizen lainnya.

Sebagian netizen mengaku merasa ngeri dan jijik melihat penampilan ulat sagu. Namun, dibalik penampilannya yang mengerikan, ulat sagu punya fakta menarik tentang nutrisi dan khasiatnya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik ulat sagu.

1. Apa Itu Ulat Sagu?

5 Fakta Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem yang Kaya Nutrisi5 Fakta Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem yang Kaya Nutrisi Foto: iStock

Ulat sagu merupakan larva dari kumbang penggerek yang hidup di batang sagu. Biasanya batang sagu yang tua atau yang sudah tumbang dan membusuk.

Ketika di bagian dalam pohon sagu membusuk, akan ada larva yang berasal dari telur kumbang penggerek. Nah, larva itu nantinya akan berubah menjadi anak ulat dan tumbuh menjadi ulat dewasa.

Bagian pohon sagu itu dipenuhi dengan zat tepung yang menjadi makanan ulat sagu. Ulat sagu memiliki ciri tubuh berwarna putih, kepala berwarna coklat.

Tubuh ulat sagu tampak gemuk dan gemuk. Biasanya ukurannya mencapai tiga hingga empat centimeter. Ulat lagu juga dikenal dengan nama latin Rhynchophorus ferrugineus.

2. Jadi Makanan Lezat

5 Fakta Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem yang Kaya Nutrisi5 Fakta Ulat Sagu, Kuliner Ekstrem yang Kaya Nutrisi Foto: iStock

Umumnya ulat bukan merupakan hewan yang bisa dikonsumsi. Namun, berbeda dengan ulat sagu yang banyak dijadikan santapan lezat.

Biasanya masyarakat Indonesia bagian Timur, seperti Papua misalnya. Selain itu masyarakat di Jawa juga banyak yang tak asing untuk mengonsumsi ulat sagu.

Menurut Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua seperti yang dilansir dari detikTravel (31/12/19) ulat sagu sudah menjadi kuliner favorit sejak masa prasejarah.

Ulat sagu dapat dimakan hidup-hidup atau diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti sate ulat sagu, keripik ulat sagu, digoreng biasa atau jadi campuran nasi goreng.

Baca Juga : Mengapa Orang Papua Makan Ulat Sagu?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kenyalnya Ulat Sagu Berpadu dengan Manisnya Kue Talam"
[Gambas:Video 20detik]