Porsi Makanannya Ditambah, Pria Ini Laporkan Penjual Makanan ke Polisi

Sonia Basoni - detikFood Sabtu, 19 Sep 2020 09:00 WIB
Porsi Makanannya Ditambah, Pria Ini Laporkan Penjual Makanan ke Polisi Foto: iStock/AsiaOne/Ist
Jakarta -

Pria ini tak terima porsi makanannya ditambah tanpa persetujuannya. Ia menghubungi polisi untuk melaporkan penjual makanan yang dianggap merugikannya.

Penambahan porsi makanan di restoran atau tempat makan biasanya datang dari permintaan pembeli. Namun berbeda dengan kasus yang satu ini. Seorang pria marah besar, karena penjual makanan menambahkan porsi makanan tanpa persetujuannya.

Baca Juga: Pesanan Pizza Salah, Wanita Ini Hubungi Polisi

Dilansir dari Asia One (18/09), kisah ini berawal dari seorag pria asal Singapura yang tidak disebutkan namanya. Pria ini curhat bahwa dia baru saja dibuat kesal oleh penjual hidangan khas China dan seafood, yang sering disebut sebagai Zi Char.

Porsi Makanannya Ditambah, Pria Ini Laporkan Penjual Makanan ke PolisiPorsi Makanannya Ditambah, Pria Ini Laporkan Penjual Makanan ke Polisi Foto: iStock/AsiaOne/Ist

Lewat curhatannya di Facebook, ia menjelaskan bahwa ia membeli makanan dari gerai Lucky BBQ Seafood di Pasir Panjang. Di mana sang penjual menambahkan porsi makanannya, yang membuat tagihannya bertambah sebanyak SGD 21 (Rp 228.000).

Pria itu tidak sadar bahwa porsi makanannya ditambahkan. Baru setelah ia membayar sekitar SGD 69 (Rp 749.000), ia sadar bahwa porsi makanannya lebih banyak dan merasa ditipu oleh penjual makanan tersebut.

Apalagi menu kerang pesanannya yang terlalu banyak dari porsi biasa. Setelah makan, ia langsung pergi ke gerai itu untuk bertanya ke pemilik restoran. Sang pemilik restoran mengaku bahwa dia sengaja menambahkan porsi makanan, karena ia takut porsi makanan yang dipesan pria itu tidak akan cukup untuk dimakan dengan keluarganya.

Porsi Makanannya Ditambah, Pria Ini Laporkan Penjual Makanan ke PolisiPorsi Makanannya Ditambah, Pria Ini Laporkan Penjual Makanan ke Polisi Foto: iStock/AsiaOne/Ist

"Menurut saya ini sangat aneh. Mengapa dia bisa seenaknya memutuskan untuk menambah porsi makanan pembeli?" tanya pria tersebut.

Mereka sempat adu argumen, hingga akhirnya sang pemilik restoran mengembalikan uang pria itu dengan melemparnya ke atas meja. Kesal karena perilaku tak sopan pemilik restoran, pria itu langsung menghubungi polisi.

Sementara dalam pengakuan lainnya, pria itu mengaku bahwa ia baru mendapatkan uangnya kembali setelah polisi datang. Di mana pemilik restoran memintanya untuk menghubungi polisi.

Alih-alih mendapatkan simpati dari netizen, pria ini malah dikritik karena bersikap berlebihan.

"Masih banyak hal penting yang harus dilakukan polisi, dibandingkan dengan masalah kecil yang Anda alami," kritik salah satu netizen.

Hawker center SingapuraHawker center Singapura Foto: iStock

"Kenapa harus telepon polisi? Jika hal ini terjadi pada saya, kemungkinan saya akan memakannya dan tidak akan pernah membeli makanan di sana lagi. Tidak perlu menghubungi polisi atau mempermalukan pemilik resto secara online seperti ini," kritik netizen lainnya.

Tak puas setelah melapor ke polisi, pria ini membela diri bahwa restoran itu punya rating yang buruk dari pengunjung lain. Perseteruan ini diakhiri dengan pengakuan pemilik resto bahwa pria itu bersikap tidak sopan kepadanya.

"Dia terus berteriak dan meminta saya untuk minta maaf meski saya sudah menawarkan untuk mengembalikan uangnya. Polisi yang datang akhirnya pergi setelah mengetahui bahwa ini hanya salah paham belaka," pungkas pemilik restoran tersebut.

Kejadian serupa juga sering terjadi di berbagai tempat. Banyak orang menghubungi polisi untuk masalah makanan yang sepele. Mulai dari melaporkan penemuan bawang bombay sampai cabai rawit di kwetiau.

Baca Juga: Karena Hal Sepele Soal Makanan, Orang-orang Ini Telepon Polisi!



Simak Video "Nyobain Kue Pukis KFC, Rasanya Premium Banget!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)