Tahun Baru Islam Dirayakan dengan Tradisi Berebut Bolu Ledug Suro di Magetan

Riska Fitria - detikFood Rabu, 19 Agu 2020 11:30 WIB
ledug suro Foto: Sugeng Harianto
Jakarta -

Menyambut tahun baru Islam, masyarakat Magetan memiliki tradisi menarik. Tradisinya dikenal dengan sebutan ledug suro yang diakhiri dengan berebut kue bolu rahayu.

Tahun baru Islam turut dirayakan meriah oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi untuk merayakan tahun baru Islam. Seperti di Magetan, Jawa Timur misalnya yang rutin menggelar tradisi ledug suro setiap tahun.

Ledug suro merupakan perayaan tahun baru Islam yang dilakukan dengan mengarak kue bolu rahayu. Kue bolu rahayu itu disusun menjadi empat rangkaian berbentuk, ledug, bedug, gong dan gunungan.

Setelah diarak kue bolu itu diperebutkan oleh masyarakat sekitar. Nah, dalam tradisi tersebut ternyata mengandung makna dan tujuan yang mendalam bagi masyarakat Magetan.

Berikut 5 fakta tentang tradisi ledug suro di Magetan.

1. Apa Itu Ledug Suro ?

ledug suroledug suro Foto: Sugeng Harianto

Ledug suro atau lesung seru merupakan tradisi perayaan untuk menyambut tahun baru Islam di Magetan, Jawa Timur. Tradisi ledug suro ini dilakukan selama satu minggu penuh hingga puncaknya pada tahun baru Islam.

Ada banyak serangkaian kegiatan dalam tradisi ledug suro ini. Mulai dari perlombaan membuat lesung bedug yang diikuti oleh masyarakat sekitar, hiburan kesenian tradisional seperti wayang kulit, reog, drumband hingga tari-tarian tradisional.

Rangkaian selanjutnya ada kirab yang menjadi puncak acara dan banyak ditunggu masyarakat. Saat kirab, masyarakat membawa ribuan kue bolu rahayu yang disusun menggunung atau ada juga yang disusun menyerupai bedug.

Baca Juga : Kirab Nayoko Projo, Berkah Warga Magetan Dalam Ledug Suro

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Pizza Nggak Ribet, Pakai Roti Tawar!"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com