Fakta Saksang Babi, Nama Masakan Batak yang Ditempel di Kemasan Indomie

Devi Setya - detikFood Rabu, 22 Jul 2020 14:30 WIB
hoax mie instan saksang babi Foto: instagram/Facebook
Jakarta -

Baru-baru ini beredar foto mie instan bergambar hidangan daging babi dengan tulisan 'Rasa Saksang Babi'. Meskipun sudah terbukti kabar hoax tapi netizen masih heboh membahas mie instan ini.

Gambar kemasan Indomie bertuliskan Saksang Babi ini tak lain adalah keisengan yang dibuat netizen. Bagi masyarakat Batak, saksang bukanlah masakan asing. Saksang babi bahkan jadi kuliner tradisional kebanggan masyarakat Batak terutama di wilayah Toba.

Saksang sendiri merupakan masakan yang terbuat dari daging babi, daging anjing atau daging kerbau yang dicincang dan dimasak dengan bumbu. Hidangan ini kerap hadir saat perayaan adat atau keagamaan masyarakat Batak. Bagi umat muslim, hidangan ini termasuk haram karena bahan bakunya daging anjing dan daging babi.

Seperti apa rasa saksang? Dilansir dari berbagai sumber, detikFood merangkum fakta soal saksang babi yang heboh jadi hoax rasa mie instan.


Baca juga : Olahan B1 Saksang Jadi Santapan Wajib Upacara Adat Suku Batak

1. Makanan Khas Batak

hoax mie instan saksang babihoax mie instan saksang babi Foto: instagram/Facebook


Saksang termasuk salah satu makanan khas Batak. Hidangan berbahan daging ini dibuat menggunakan bahan dasar daging babi, daging anjing atau daging kerbau. Daging ini kemudian dicincang hingga menjadi potongan kecil sebelum diolah bersama bumbu dan rempah.

Saksang juga dimasak bersama darah dari hewan yang disembelih tersebut. Darah yang ikut dimasak ini dikenal dengan sebutan margota, sementara saksang yang dimasak tanpa darah kerap disebut na so margota.

Di kawasan Toba, tidak sulit menemukan warung makan yang menghidangkan saksang. Saking istimewanya saksang, hidangan ini kerap disajikan sebagai menu makanan saat upacara adat, acara keagamaan atau gelaran perayaan seperti pernikahan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3