Pakar Kuliner UGM Sebut Indonesia Punya 252 Sate dan 104 Nasi Goreng

Devi Setya - detikFood Selasa, 21 Jul 2020 16:30 WIB
sate kambing Foto: Istimewa
Jakarta -

Sate dan nasi goreng jadi dua kuliner Indonesia yang paling banyak diburu. Tahukah kamu kalau di Indonesia ada 252 jenis sate dan 104 jenis nasi goreng?

Kekayaan kuliner Indonesia memang tak bisa dihitung jumlahnya. Ragam kuliner khas dari satu daerah saja bisa mencapai ratusan, apalagi jika dibentangkan dari Sabang sampai Merauke.

Khusus untuk varian sate dan nasi goreng saja jumlahnya mencapai ratusan. Ini menjadi bukti kalau masyarakat Indonesia sangat kreatif dan inovatif dalam membuat hidangan tradisional.

Dilansir dari website resmi Universitas Gadjah Mada UGM (21/7) pakar kuliner Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito mangungkapkan kalau di Indonesia ada ratusan jenis sate dan nasi goreng. "Ada 252 ragam sate. Sebagian bisa ditelusuri asal usulnya, sebagian lagi tidaj bisa ditelusuri asal usulnya," ujar Murdijati Gardjito.

murdijati Gardjitomurdijati Gardjito Foto: istimewa/CNN

Baca juga : Bukan Autentik Indonesia, Sate Jadi Makanan Ikonik yang Mendunia

Fakta ini diungkapkan saat pemaparan diskusi Mengupas Tuntas Strategi Nasi Goreng dan Sate dalam Menembus Citarasa dan Pasar Dunia yang digelar saat Festival Kuliner Nasi Goreng dan Sate di Grha Sabha Pramana UGM. Dalam kesempatan ini Murdijati Gardjito menyebut ada 175 ragam sate yang memiliki asal usul dan sejarah lengkap namun ada 77 ragam sate yang tidak bisa ditelusuri karena merupakan makanan hasil kreasi.

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada ini menyebutkan dari 175 ragam sate yang diketahui asal usulnya tersebut tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia. Daerah ini meliputi kawasan Sabang sampai Merauke kecuali di Lampung dan Mandar. Dua daerah ini tidak memiliki sate tradisional.

Uniknya, dari seluruh daerah yang ditelusuri sebagai pemilik kuliner tradisional sate, kawasan Yogyakarta adalah pemilik ragam sate terbanyak dengan jumlah 21 jenis sate. Diikuti daerah lain yakni Semarang yang memiliki 12 ragam sate, Bali dan Pekalongan yang tercatat masing-masing memiliki 11 ragam sate tradisional.

Dari ratusan jenis sate ini, hampir 50 persennya terbuat dari daging sapi sebanyak 48,05%, selanjutnya sate ayam dengan total 37,66%, dan terakhir sate yang terbuat dari daging kambing dengan persentase 20,77%.

Sate Kuda JombangSate Kuda Jombang Foto: dok.detikFood/ Enggran Eko Budianto

"Melihat ragam dan sebarannnya cukup banyak maka sate menjadi produk kuliner yang pantas menjadi salah satu representasi hidangan Indonesia," jelas Murdijati yang juga peneliti Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM ini.

Bukan hanya sate, Murdijati juga meneliti ragam kuliner nasi goreng di Indonesia. Penulis buku 'Gastronomi Indonesia' ini memaparkan ada setidaknya 104 ragam nasi goreng yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah ini, 36 ragam nasi goreng bisa ditelusuri asal usulnya. Sisanya, sebanyak 59 ragam nasi goreng lain merupakan hasil pengembangan dan modifikasi dari nasi goreng yang ada.

Data penelitian ini sekaligus menunjukkan kalau nasi goreng merupakan makanan yang rasanya bisa diterima oleh hampir seluruh masyarakat. Penelusuran yang dilakukan menunjukkan kalau nasi goreng memiliki asal usul dari Jawa dan Sumatera.

Resep nasi goreng Indonesia yang dibagikan YouTuber luar negeriResep nasi goreng Indonesia yang dibagikan YouTuber luar negeri Foto: YouTube

Baca juga : Sejarah Nasi Goreng yang Dulunya Makanan Orang Miskin

"Ragam nasi goreng yang paling banyak ada di Jawa yakni 20 ragam tersebar di daerah kuliner Sunda, Betawi, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur bagian utara, dan Jawa Timur bagian selatan," paparnya.

Ragam nasi goreng ini dibedakan sesuai bumbu dan isiannya. Sebut saja misalnya nasi goreng babat gongso yang populer di Salatiga dan Semarang, nasi goreng Magelangan yang hadir dengan campuran mie, atau nasi goreng Betawi yang kerap diberi campuran daun mengkudu.



Simak Video "Unik! Nasi Goreng Tembakau Khas Temanggung"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)