5 Fakta Sejarah Gudeg Mbah Lindu yang Lezatnya Legendaris

Devi Setya - detikFood Senin, 13 Jul 2020 13:00 WIB
gudeg mbah lindu yogyakarta Foto: Lusiana/detikfood

2. Menjual gudeg dengan uang sen

Sosok Mbah Lindu yang Pekerja KerasSosok Mbah Lindu yang Pekerja Keras Foto: YouTube / LumixIndonesia

Mbah Lindu meninggal di usia 100 tahun. Perjalanan panjangnya menjadi 'pejuang' gudeg dilalui dalam beberapa zaman dan sudah dimulai sejak 1940-an. Kamu mungkin pernah membeli gudeg menggunakan uang rupiah, tapi faktanya dahulu gudeg Mbah Lindu dibeli dengan uang sen.

Di masa penjajahan memang belum ada rupiah, mata uang yang berlaku saatbitu adalah benggol dan sen. Mbah Lindu menjual gudegnya dengan uang sen. Satu sen bisa mendapatkan lima bungkus nasi gudeg. Sejak zaman dulu, gudeg Mbah Lindu sudah jadi favorit.

Kini seporsi gudeg Mbah Lindu dibanderol dengan harga Rp 15.000-Rp 20.000. Cita rasa gudeg racikan Mbah Lindu tidak berubah karena diracik oleh Mbah Lindu sendiri. Rasanya makin autentik karena Mbah Lindu memasak dengan cara tradisional menggunakan tungku batu dan kayu bakar.

3. Penjual gudeg tertua di Jogja

mbah lindu penjaja gudeg tertua di Yogyambah lindu penjaja gudeg tertua di Yogya Foto: detikcom

Sebelum meninggal, Mbah Lindu dinobatkan sebagai penjual gudeg tertua di Jogja. Di usia 90 tahunan, Mbah Lindu masih aktif berjualan meskipun terkadang kondisi kesehatannya menurun. Setiap hari putri Mbah Lindu membantu berjualan.

Puluhan tahun berjualan gudeg, Mbah Lindu tetap mempertahankan gaya berjualannya yang sederhana. Lapak jualan Mbah Lindu tak lain hanyalah area kecil tempat Mbah Lindu menaruh bakul-bakul bambu dan panci berisi gudeg.


Setiap pagi, Mbah Lindu berjualan di kawasan Sosrowijayan mulai pukul 05.00-10.00. Para pemburu gudeg Mbah Lindu datang dari berbagai kalangan mulai anak muda hingga orang tua. Banyak juga wisatawan yang rela antre demi mencicipi gudeg Mbah Lindu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3