5 Fakta Sejarah Gudeg Mbah Lindu yang Lezatnya Legendaris

Devi Setya - detikFood Senin, 13 Jul 2020 13:00 WIB
gudeg mbah lindu yogyakarta Foto: Lusiana/detikfood
Jakarta -

Mbah Lindu menghembuskan napas terakhir pada Minggu (12/7). Mbah Lindu punya kisah panjang, ia bahkan sudah berjualan sejak zaman penjajahan Belanda.

Mbah Lindu sudah jadi salah satu sosok ikonik penjual gudeg di Yogyakarta. Bukan sekadar penjual gudeg, Mbah Lindu bahkan dikategorikan sebagai pelestari budaya sekaligus pejuang karena sudah menjaga kuliner tradisional Indonesia.

Di usia tua, wanita sederhana ini masih terus meracik dan menjajakan gudeg buatannya. Mbah Lindu bahkan masih menjual gudeg hingga akhir hayat. Banyak yang kepincut dengan sensasi rasa gudeg buatan Mbah Lindu, para pelancong yang datang ke Jogja pun banyak yang menjadikan gudeg Mbah Lindu sebagai tujuan wisata kuliner.

Jika menilik sejarahnya, Mbah Lindu sudah puluhan tahun berjualan gudeg. Ia bahkan mulai berjualan sejak usianya masih sangat belia yakni 13 tahun. Saat itu Indonesia belum merdeka dan masih di bawah penjajahan Belanda.

Berikut beberapa fakta dan sejarah gudeg Mbah Lindu.

1. Berjualan sejak usia belia

gudeg mbah lindu yogyakartagudeg mbah lindu yogyakarta Foto: Lusiana/detikfood

Mbah Lindu memiliki nama asli Biyem Setyo Utama. Perempuan sederhana ini mulai berjualan gudeg sejak usianya 13 tahun. Saat itu Mbah Lindu belum berjualan sendiri, melainkan ikut menemani kerabatnya berjualan.

Lambat laun ia memiliki kemampuan untuk meracik gudeg sendiri dan mulai berani berjualan. Saat itu tidak mudah berjualan gudeg karena masih zaman penjajahan. Mbah Lindu pernah bercerita kala itu Indonesia belum merdeka alias masih di bawah penjajahan Belanda dan Jepang.

Mbah Lindu paham betul betapa sulitnya berjualan di masa penjajahan. Bukan hanya sulit menjajakan gudeg, Mbah Lindu juga jadi saksi betapa kejamnya masa penjajahan. Kendati demikian Mbah Lindu tetap semangat mengolah dan menjajakan gudeg racikan tangannya.

Baca juga : Mbah Lindu Meninggal, 80 Tahun Meracik dan Menjual Gudeg

Selanjutnya
Halaman
1 2 3