Nasi Padang Jadi Alat Diplomasi Indonesia untuk Dunia, Mungkinkah?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 06 Jul 2020 11:00 WIB
Nasi Padang Foto: Getty Images/iStockphoto/GWMB

2. Bule Norwegia bikin lagu nasi Padang

Nasi PadangNasi Padang Foto: Getty Images/iStockphoto/GWMB

Nasi Padang tak hanya digemari orang Indonesia, tapi juga orang luar negeri. Bule Norwegia bernama Audun Kvitland bahkan pernah membuat lagu soal nasi Padang pada tahun 2016. Ia terpikat kelezatan nasi Padang usai mencicipinya ketika liburan ke Jakarta.

Kvitland yang juga hadir dalam webinar semalam mengatakan makan nasi Padang adalah pengalaman luar biasa. "Pas pertama gigit rendang, ada perasaan spesial dan saya terus membicarakan pengalaman ini. Pas kembali ke Norwegia coba cari nasi Padang, tapi nggak mungkin. Jadi pilihan saya adalah mengekspresikannya lewat lagu nasi Padang," katanya.

Dalam membuat lirik dan melodi lagu Nasi Padang, Kvitland mengaku semua mengalir begitu saja. Ia menuturkan, "Saya tulis lirik lagunya di rumah, di HP. Melodinya juga ditulis semalaman aja setelah ngga bisa temuin nasi Padang di Norwegia."

Baca Juga: 5 Musisi Asing Kompak Bikin Lagu Bertema Makanan Indonesia

3. Pendapat Arie Parikesit

Nasi PadangNasi Padang Foto: Getty Images/iStockphoto/GWMB

Terkait nasi Padang sebagai alat diplomasi Indonesia pada dunia, mungkin atau tidak? Arie Parikesit, pendiri Kelanarasa Culinary Solutions dan juga orang yang sering memandu turis mancanegara food tour ke Sumatra Barat, memberikan pandangannya. Ia merasa hal ini mungkin jika didukung berbagai hal, salah satunya kehadiran chef/koki profesional di kantor-kantor kedutaan besar (kedubes) Indonesia di luar negeri.

"Saya tanya ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, kan duta besar (dubes) punya tukang masak, tapi sifatnya ternyata masih pribadi sesuai dengan selera dubes yang bersangkutan. Jadi mereka memasak sesuai selera. Namun di berbagai negara lain, sudah berbeda fungsinya. Di kedutaan China, Thailand, Jepang, kokinya menjadi bagian dari promosi negara tersebut," kata Arie. Para koki di Kedubes itu tingkatannya profesional sehingga bisa memperkenalkan makanan khas negara itu.

Hal selanjutnya yang juga perlu dipikirkan adalah menciptakan efek berantai sebuah kuliner menjadi pendapatan sebuah negara. "Saat rendang ngetop, bagaimana bikin pasta rendang misalnya, untuk dijual. Kita bisa berperan di sini, bagaimana diplomat luar negeri kita lebih serius memperkenalkan masakan Indonesia. Memang sudah dimulai, tapi mungkin sifatnya belum sporadis. Penginnya secara institusi mereka (kedubes) sudah punya program. Misalnya ada berapa program, bumbunya butuh berapa banyak? Ini bisa jadi devisa negara," tutur Arie.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Menjajal Makanan di Resto Atta Halilintar, Enak Nggak Sih?"
[Gambas:Video 20detik]