Ngeri! Pemandangan Anjing yang Dibantai Untuk Jadi Santapan Warga China

Devi Setya - detikFood Rabu, 24 Jun 2020 11:00 WIB
festival daging anjing china Foto: istimewa/The Daily Mail
Jakarta -

Festival daging anjing di Yulin, China telah resmi digelar. Meski mendapat kecaman, festival ini tetap berlangsung dengan menyajikan daging anjing sebagai santapan utama.

Dikabarkan The Daily Mail (24/6) festival daging anjing yang sempat dikecam akhirnya tetap berlangsung. Puluhan ekor anjing tewas dibantai untuk kemudian dagingnya diolah jadi hidangan. Festival di Yulin ini bahkan digelar di tengah pandemi corona.

Festival daging anjing ini berlangsung mulai tanggal 21-30 Juni 2020. Di area festival sudah berjajar belasan penjual daging anjing yang memamerkan anjing siap olah. Beberapa warga juga tampak menikmati daging anjing di area makan yang disediakan.

festival daging anjing chinafestival daging anjing china Foto: istimewa/The Daily Mail


Baca juga : 5 Fakta Festival Daging Anjing Yulin di China yang Dikecam


Festival daging anjing ini digelar setiap tahunnya di Yulin, provinsi Guangxi, China bagian Selatan. Acara menyembelih dan makan daging anjing ini rutin dilakukan setiap tahunnya selama 10 hari untuk merayakan pergantian musim panas. Ribuan orang selalu datang memenuhi area festival, terutama para penggemar hidangan daging anjing.

Tahun ini festival daging anjing tetap digelar meski di tengah pandemi corona, namun terpantau jumlah pengunjungnya lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Du Yufeng, seorang aktivis pencinta hewan di Yulin mencoba menyambangi festival daging anjing untuk memantau acara yang sebenarnya dikecam oleh para pencinta hewan ini.

Du mengatakan pusat perdagangan daging anjing berada di Pasar Dongkou. Jelang festival, pasar ini sibuk menyembelih puluhan bahkan ratusan anjing. Du ditemani 6 rekannya menyambangi festival ini dengan berpura-pura sebagai pelanggan.

festival daging anjing chinafestival daging anjing china Foto: istimewa/The Daily Mail


Menurutnya, ada yang berbeda pada festival ini jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini anjing yang disajikan sudah dalam keadaan mati. Tidak ada lagi anjing hidup yang dijajakan di sini, pengunjung hanya perlu memilih anjing sesuai selera untuk kemudian dijadikan aneka masakan.

"Tukang daging mengatakan bahwa mereka telah membunuh semua anjing di rumah, bukan di sini," kata Du, yang merupakan pendiri Pusat Perlindungan Hewan Bo Ai di Provinsi Sichuan, China.

Mengetahui hal ini, Du mengklaim kalau pemerintah setempat sebenarnya tahu aktivitas di festival ini namun tetap dibiarkan berlangsung. "Ini berarti bagi mereka, pemerintah daerah bahkan tidak berusaha menghentikan festival daging anjing karena pandemi atau memperingatkan orang-orang untuk tidak berkumpul. Mereka sepenuhnya mengabaikan wabah ini demi keuntungan finansial."

Du dan rekan-rekannya juga mengambil gambar video dari festival ini. Terlihat ada puluhan daging anjing digantung di los pedagang. Orang-orang juga dengan santai makan bersama di tengah keramaian, bahkan mereka tak mengenakan masker pelindung.

"Kami harus bertindak sangat hati-hati. Karena saat kami berkumpul, pedagang anjing akan menanyai kami," ujar Du.


Di acara festival ini terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga di depan pintu masuk area namun mereka tak mengingatkan orang untuk menjaga jarak ataupun mengenakan masker. Pihak kepolisian juga terkesan membiarkan orang berkumpul sambil makan daging anjing.

Du dan para aktivis juga mengunjungi Administrasi Pengaduan dan Proposal Publik Provinsi Guangxi di ibu kota provinsi Nanning dan menyerahkan petisi untuk meminta pejabat melarang festival ini untuk selamanya. Namun upaya ini belum membuahkan hasil.

Pemerintah pusat China bulan lalu memberi isyarat bahwa mereka akan melarang konsumsi daging anjing. Namun kenyataannya pemerintah belum mengeluarkan perintah untuk melarang makan anjing di negara itu.

festival daging anjing chinafestival daging anjing china Foto: istimewa/The Daily Mail


Baca juga : Warga China Tetap Semangat Sambut Festival Daging Anjing di Kota Yulin


Dua kota di China, yakni Shenzhen dan Zhuhai telah melarang makan daging anjing setelah pandemi corona. Di daerah lain, warga masih memiliki kepercayaan kalau makan daging anjing akan memberi dampak baik untuk kesehatan.

Pemerintah sedang menyusun undang-undang baru untuk melarang perdagangan satwa liar dan melindungi hewan peliharaan. Para pencinta hewan berharap bahwa tahun ini akan menjadi kali terakhir festival ini diadakan.

"Saya berharap Yulin akan berubah tidak hanya demi hewan tetapi juga untuk kesehatan dan keselamatan rakyatnya," kata Peter Li, dari Humane Society International, sebuah organisasi pencinta hewan.



Simak Video "Bikin Laper: Kuliner Iga Sapi dengan Jengkol Pedas"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)