China Musnahkan 1,6 Ton Tikus Bambu Untuk Basmi Perdagangan Hewan Liar

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 24 Jun 2020 10:30 WIB
Tikus Bambu Dimusnahkan di China Foto: Iqiy/HAP/REX
Jakarta -

Usai mengeluarkan kebijakan perdagangan hewan liar, pemerintah China musnahkan ratusan ekor tikus bambu yang diternak untuk diambil dagingnya sebagai makanan.

Untuk mencegah wabah seperti COVID-19 terulang, pemerintah China mulai membenahi regulasi perdagangan dan konsumsi daging hewan liar yang marak di sana.

Baca Juga: Sebelum Virus Corona, Tikus Bambu Jadi Makanan Paling Hits di China

Tikus Bambu Dimusnahkan di ChinaTikus Bambu Dimusnahkan di China Foto: Iqiy/HAP/REX



Setelah sebelumnya menghapuskan trenggiling serta kelelawar dari daftar obat tradisional, kali ini mereka mulai memusnahkan tikus bambu yang populer sebagai hidangan sehari-hari.

Dilansir dari Daily Mail UK (24/06), pemerintah China memerintahkan petugas kehutanan di Provinsi Hubei, tempat dimulainya wabah Corona untuk mengubur 916 tikus bambu hidup-hidup. Tikus bambu ini merupakan hasil sitaan dari peternak terbesar di sana.

Mengingat pada bulan Februari lalu pemerintah China mengeluarkan larangan sementara mengenai konsumsi dan perdagangan daging hewan liar.

Tikus Bambu Dimusnahkan di ChinaTikus Bambu Dimusnahkan di China Foto: Iqiy/HAP/REX



Lewat video singkat yang ada terlihat beberapa petugas kehutanan menggali lubang besar di atas gunung yang jauh dari sumber air, sebelum meletakkan ratusan tikus bambu itu ke dalam.

Untuk memastikan bahwa tikus-tikus ini tidak akan berkembang biak di dalam tanah serta mengurangi dampak pada lingkungan, mereka menambahkan bubuk kapur sebelum dikubur dengan tanah.

Selain tikus bambu, petugas kehutanan juga memusnahkan 7 ekor landak dengan berat mencapai 140 kg, kemudian ular sebanyak 1,605 kg, dan 4 kg telur ular yang jadi komoditi favorit di sana.

Tikus Bambu Dimusnahkan di ChinaTikus Bambu Dimusnahkan di China Foto: Iqiy/HAP/REX



Tikus bambu sendiri popularitasnya meningkat selama beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan tikus biasa, tikus bambu memiliki ukuran yang lebih besar dengan berat mencapai 5 kg per ekornya. Satu ekor tikus kisaran harganya mencapai 1000 yuan (Rp 2 juta).

Banyak orang yang percaya bahwa tikus bambu merupakan obat tradisional China yang bisa meningkatkan fungsi tubuh, perut, hingga organ lainnya.

Sebelumnya pada bulan Mei lalu pemerintah China memutuskan untuk membeli semua stok hewan liar dari para peternak. Pemerintah menghargai satu tikus bambu sekitar 75 yuan (Rp 155 ribu).

Totalnya ada 14 spesies hewan liar yang akan dibeli pemerintah China secara bertahap. Selain itu ada juga Provinsi Jiangxi yang menawarkan bonus uang tunai untuk mengganti peternakan hewan liar menjadi kebun jeruk atau teh.

Baca Juga: Pemerintah China Beli Semua Daging Hewan Liar Untuk Bantu Peternak



Simak Video "Battle Mie Goreng Oriental dari 3 Restoran China di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)