Sayang Banget! Terlalu Banyak Stok Telur, Pemasok Buang 250 Ribu Telur

Sonia Basoni - detikFood Senin, 22 Jun 2020 06:00 WIB
Telur Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Terlalu banyak stok impor telur untuk persediaan selama masa karantina berakhir busuk. Pemasok telur di Singapura akhirnya membuang 250 ribu telur secara sia-sia.

Pada bulan April lalu harga telur di Singapura sempat naik karena penutupan perbatasan saat pandemi virus Corona. Namun isu ini berhasil diselesaikan setelah datangnya impor telur dari beberapa negara seperti Polandia, Ukraina hingga Korea Selatan.

Dilansir dari Mothership (21/06), kini situasinya terbalik karena Singapura memiliki banyak stok telur impor yang melimpah. Stok ini lebih tinggi jumlahnya dari permintaan pasar yang ada.

Baca Juga: 5 Olahan Telur Untuk Sarapan Paling Populer di Dunia

Beberapa pemasok telur mulai kewalahan karena stok yang terus menumpuk menyebabkan harga telur anjlok menjadi lebih murah. Dengan dibukanya kembali perbatasan pemasok telur dari Malaysia dan Thailand kembali memenuhi Singapura.

TelurTelur Foto: Getty Images/iStockphoto/

Menurut perusahaan pemasok telur Kai Young Huat (KYH), pihaknya menjelaskan bahwa 80% telur mereka merupakan hasil impor dari Malaysia. Selain itu penjualan telur juga terus berkurang karena hotel, restoran dan penjual kaki lima belum sepenuhnya buka.

Kurangnya perayaan di hari Lebaran membuat stok telur kian menumpuk di Singapura. Perusahaan KYH hanya bisa mengurangi sedikit stok impor dari negara lain karena mereka takut permintaan telur akan naik bulan depan.

"Kami harus membuang lebih dari 250 ribu telur yang dikirim dari Thailand sekitar dua minggu lalu meski kami tidak mau membuangnya," jelas perwakilan dari pemasok telur Kim Hock Egg yang juga memotong impor telur mereka mencapai 50%.

TelurTelur Foto: Getty Images/iStockphoto/

Menurut para pemasok telur dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengembalikan permintaan telur di Singapura. Sampai saat ini pasokan telur di Singapura diimpor dari 11 negara sehingga stoknya terus menumpuk.

Namun kabar pembuangan ratusan ribu telur ini mendapatkan kritik pedas dari para netizen. Menurut netizen dibandingkan membuang telur sia-sia, pemasok bisa menyumbangkannya ke tempat amal untuk orang-orang yang membutuhkan.

"Yang benar saja? Ada banyak tempat donasi amal yang mau menerima dan membagikan ratusan ribu telur ini untuk orang-orang yang membutuhkan dan kelaparan," kritik netizen bernama Daniel tay.

"Mengapa harus dibuang? Pemasok bisa membagikan telur-telur itu kepada orang yang membutuhkan sebelum busuk. Sangat disayangkan," kritik netizen lainnya.

TelurTelur Foto: Getty Images/iStockphoto/

Selain di Singapura, kejadian serupa juga pernah terjadi di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu viral video berisi para petani sayur yang membuang hasil panen mereka ke sungai. Mereka melakukan hal ini karena tidak bisa menjualnya ke pasar sekaligus sebagai aksi protes agar pemerintah bisa menangani permasalahan ini.

Tapi banyak juga petani lokal yang memiliki stok panen menumpuk memutuskan untuk membagikan sayuran mereka secara gratis ke warga sekitar.

Ada juga peternak ayam di Madiun yang membagikan ribuan ayam setiap harinya karena tidak mampu membeli pakan ayam saat pandemi Corona. Aksi bagi-bagi ayam gratis ini sempat viral dan mengundang banyak simpati dari netizen.

Baca Juga: Karyawannya Kena Virus Corona, Perusahaan Ini Harus Bunuh 2 Juta Ayam



Simak Video "Ciri Telur Infertil yang Dilarang Beredar oleh Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)