5 Fakta Hukum dan Histori Nama 'Bensu' yang Diungkap Jordi Onsu

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 15 Jun 2020 10:30 WIB
Jordi Onsu Foto: Febri/detikHOT
Jakarta -

Polemik yang terjadi antara Geprek Bensu dan I Am Geprek Bensu dipicu pemakaian nama 'Bensu'. Jordi Onsu selaku pengelola usaha Geprek Bensu memberikan klarifikasinya.

Geprek Bensu masih jadi perbincangan hangat karena merek usaha ayam geprek milik Ruben Onsu ini serupa dengan I Am Geprek Bensu. Pemakaian nama Bensu jadi sengketa hingga ke pengadilan. Kedua belah pihak mengklaim Bensu merujuk pada nama masing-masing pemilik yaitu Ruben Onsu dan Benny Sujono.

Pada 23 April 2020, Ruben bahkan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dengan nomor register 575 K/Pdt.Sus-HKI/2020. Ia menggugat pemakaian nama 'Bensu' pada usaha ayam geprek I Am Geprek Bensu. Namun putusan sidang menolak gugatan itu. Dampaknya Ruben tak bisa lagi memakai nama 'Bensu' dalam enam merek dagang Geprek Bensu.

Selain itu menurut hakim, PT Ayam Geprek Benny Sujono dinyatakan sebagai pemilik dan pemakai pertama yang sah atas merek I Am Geprek Bensu. Perusahaan tersebut sudah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) lebih dulu sejak 3 Mei 2017.

Menanggapi hal ini, Jordi Onsu yaitu adik Ruben Onsu yang juga mengelola Geprek Bensu memberikan klarifikasinya. Ia ditemani kuasa hukumnya, Minola Sebayang membeberkan fakta hukum dan sejarah berdirinya Geprek Bensu.

1. Geprek Bensu tak harus tutup

Geprek Bensu dan I Am Geprek BensuGeprek Bensu dan I Am Geprek Bensu Foto: Instagram Geprek Bensu

Dalam konferensi pers, Minola awalnya mengungkap Ruben dan Jordi Onsu memiliki 35 sertifikat merek resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) atas nama Bensu. Merek itu mencakup berbagai usaha Ruben seperti Geprek Bensu, Bensu Bakso, Bensu Nugget, dan lainnya,

Terkait putusan MA, ia menjelaskan, "Dari 35 yang dibatalkan hanya enam merek atau sertifikat di kelas 43. Ada 'Geprek Bensu' dengan logo ayam, 'I Am Geprek Bensu' logo ayam, dan lain-lain. Apa kelas 43? Ya, buka cafe dan restoran. Tapi, kelas lain di kelas 29, 30, 32, 35, dan 45 tidak dibatalkan soal waralaba, franchise, online, kemasan, tidak dibatalkan. Yang dibatalkan adalah kelas 43 soal pembukaan restoran," jelasnya.

Pembatalan enam merek ini menurut Minola tidak berarti Geprek Bensu harus tutup. Ia mengatakan dua sertifikat di kelas 43 milik Ruben yang tak dibatalkan menandakan perusahaan milik Ruben itu masih boleh membuka gerai. "Yang harus dilakukan adalah mengubah font atau form nama. Karena sertifikat itu 'Geprek Bensu'," tambah Minola.

Baca Juga: Kalah di MA, Pihak Ruben Onsu Tegaskan Tak Akan Tutup Restoran

Selanjutnya
Halaman
1 2 3