Warga Salatiga Patut Bangga, Pasar Tetap Digelar dengan 'Social Distancing'

Devi Setya - detikFood Rabu, 29 Apr 2020 17:30 WIB
pasar di salatiga Foto: twitter
Jakarta -

Banyak pasar terpaksa ditutup dan proses jual beli beralih ke penjualan online. Tapi di Salatiga warga tetap menggelar pasar dengan sistem social distancing. Keren!

Seorang warga Salatiga memamerkan foto suasana pasar yang tetap beroperasi di tengah pandemi virus Corona. Suasana pasar ini berbeda dengan pasar pada umumnya. Jika biasanya para pedagang dan pembeli saling berkerumun maka pasar satu ini berbeda.

Netizen pengguna akun twitter @alinaluth membagikan foto ini yang kemudian langsung viral karena banyak yang memuji warga Salatiga.

"Pasar di Salatiga. Beda dengan ibukota, warga di sini lebih memilih berbelanja ke pasar daripada supermarket. Hasil panen dibawa setelah subuh oleh petani lokal. Social distancing that keeps the economy thriving," tulis wanita bernama Amalina ini.

pasar di salatigapasar di salatiga Foto: twitter


Baca juga : Lebih dari 50 Tahun Wedang Ronde Jago Hangatkan Warga Salatiga


Dalam foto terlihat suasana pasar dimana para penjual menggelar dagangan mereka di atas meja. Beberapa pedagang juga terlihat menggelar payung untuk melindungi dari panas matahari atau guyuran hujan.

Yang membuat pasar ini menarik adalah sistem jualannya. Para pedagang menggelar dagangan dengan jarak yang agak jauh. Ini dilakukan sebagai saran pemerintah untuk memerangi penyebaran virus Corona.

Dengan cara seperti ini penjual tetap bisa menyediakan bahan kebutuhan masyarakat, sementara masyarakat tetap bisa berbelanja. Apalagi Amalina menjelaskan kalau warga Salatiga lebih senang belanja ke pasar dibandingkan ke supermarket.

Berbagai bahan makanan seperti sayuran, buah hingga bumbu yang dijual di pasar ini berasal para petani daerah. Artinya para petaninya langsung yang menjajakan hasil panen. Hal ini membuat aneka produk dijual dalam keadaan super segar.

pasar di salatigapasar di salatiga Foto: twitter


Baca juga : Belanja Daging hingga Bumbu Tersedia di 5 Toko Online Ini


"Yang jualan di pasar Salatiga itu banyakan petaninya langsung dari daerah namanya Kopeng. Berangkat naik pickup jam 2 an selesai jualan jam 6. Jadi duitnya langsung diterima petani lokal. Lokal maksudnya dari daerah sekitar," beber Amalina.

Foto pasar yang diambil oleh tetangga Amalina ini sukses menarik perhatian. Banyak orang memuji kekompakan warga Salatiga agar tetap bisa beraktivitas dengan cara yang aman.

"Salatiga kota kecil. Seperti Babel, jumlah PDP/ODP tidak banyak karena kontrolnya lebih mudah. Salatiga jg dekat sumber pangan, dari Kopeng, Ngablak & sekitarnya. Dan tentu saja supermarket ga sebanyak ibu kota dan pasar lebih ramah aksesnya," kata netizen.

"Pernah di Salatiga, tp cm 3 minggu. Enak betul hidup disana dengan bahan makanan yg serba murah," sahut netizen lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengapresiasi pasar di Salatiga ini. Lewat instagramnya, Ganjar mendukung adanya pasar yang ditata sedemikian rupa agar tetap bisa melakukan transaksi jual beli sekaligus menjaga jarak aman.

"Nah ini mulai ditata dengan baik, Kota Salatiga coba atur pasar dengan jaga jarak aman. Tinggal butuh partisipasi warga untuk selalu pakai masker dan sarung tangan. Atau selalu membawa desinfektan pribadi di sakunya. Ayo yang lain siapa mau mengikuti?" tulis Ganjar.



Simak Video "Cerita Di Balik Kepopuleran Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com