Viral 'Nasi Anjing', Ada Nasi Bungkus Porsi Mungil yang Populer

Riska Fitria - detikFood Senin, 27 Apr 2020 12:00 WIB
- Foto: Istimewa
Jakarta -

Beberapa hari ini muncul nasi bungkus 'Nasi Anjing' yang menghebohkan masyarakat.Padahal sebelumnya sudah ada nasi bungkus porsi mungil yang populer.

Beberapa hari ini masyarakat Jakarta dihebohkan dengan kemunculan nasi bungkus bernama 'Nasi Anjing'. Nasi bungkus tersebut pertama kali dibagikan oleh sebuah komunitas kristiani ARK QAHAL di sekitar masjid Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada bungkusan nasinya terdapat logo kepala anjing dengan tulisan berwarna biru yang bertuliskan, 'Nasi Anjing, nasi orang kecil, bersahabat dengan nasi kucing, #JakartaTahanBanting,'.

Tentu saja, itu membuat resah masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang merasa dilecehkan dengan pemberian nasi bungkus bertuliskan 'Nasi Anjing'. Mereka berasumsi bahwa nasi bungkus itu haram karena memakai nama anjing, hewan yang diharamkan oleh muslim.

-- Foto: Istimewa

Setelah diselidiki, polisi mengatakan bahwa kejadian ini hanya kesalahpahaman saja. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut bahan-bahan yang digunakan pada nasi bungkus merupakan halal, yaitu cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain.

Dipilihnya nama 'Nasi Anjing' karena anjing dianggap hewan yang setia. Selain itu juga melihat porsinya yang sedikit dan diperuntukkan untuk masyarakat kecil untuk bertahan hidup. Juga karena porsi nasinya sedikit lebih banyak dari nasi kucing.

Baca Juga : Polisi Sudah Klarifikasi Pembuat 'Nasi Anjing', Ini Hasilnya

Bicara soal nasi bungkus yang memiliki porsi sedikit dan diperuntukkan untuk rakyat kecil, sebelumnya Indonesia juga memiliki kuliner yang dikenal dengan sebutan nasi kucing. Nasi kucing populer sebagai menu angkringan di Solo dan Yogyakarta.

-- Foto: Istimewa

Dinamakan nasi kucing, lantaran nasi bungkus tersebut memiliki porsi yang mungil seperti makanan yang diberikan untuk kucing. Porsi nasinya hanya sekitar 3-4 sendok makan saja dengan lauk utama suwiran kecil ikan bandeng dan sambal. Kini ada laukteri dan tempe orek.

Nasi kucing sengaja dibuat dengan porsi mungil untuk menyesuaikan kemampuan beli rakyat biasa pada zaman dulu. Karena saat itu, membeli makanan mahal sulit dilakukan, sehingga rakyat mencari cara untuk bisa menjual makanan namun dengan harga sangat murah.

Itulah sebabnya, nasi kucing identik dengan makanan orang miskin. Selain nasi kucing, juga ada nasi jenggo khas Bali. Nasi jenggo juga erat kaitannya dengan makanan orang miskin karena porsinya yang sedikit.

-- Foto: Istimewa

Dinamakan nasi jenggo karena dulu nasi bungkus berporsi mungil itu dibanderol dengan harga Rp. 1.500 per bungkusnya atau dalam bahasa Hokkien 'jen go' memiliki arti 'seribu lima ratus'.

Nasi jenggo dibungkus menggunakan daun pisang. Isinya nasi putih sebesar kepalan tangan dengan lauk berupa sambal goreng tempe, serundeng, dan sedikit ayam suwir. Namun, kini nasi jenggo banyak divariasikan dengan berbagai lauk.

Nah, mungkin nasi bungkus bernama 'Nasi Anjing' itu ingin menyamakan kisahnya dengan nasi bungkus untuk rakyat kecil seperti nasi kucing dan nasi jenggo. Hanya saja, pemberian nama hewan itu sangat sensitif bagi sebagian masyarakat.



Simak Video "Es Timun Suri Cincau, Segar dan Manis untuk Buka Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)