Sayur Lodeh 7 Rupa untuk Tangkal Virus Corona? Ini Penjelasannya

Riska Fitria - detikFood Jumat, 27 Mar 2020 07:30 WIB
sayur lodeh Foto: istimewa
Jakarta -

Viral di media sosial soal anjuran makan sayur lodeh 7 rupa untuk menangkal wabah. Ini sesuai dengan tradisi Jawa yang dikenal dengan sebutan 'pagebluk'.

Sayur lodeh adalah makanan berkuah santan khas Jawa Tengah. Olahan sayur lodeh terbuat dari berbagai jenis sayur yang biasanya diracik dari berbagai sayuran seperti nangka muda, labu siam, kacang panjang, daun melinjo dan lainnya. Biasanya sayur dari kebun diolah jadi sayur lodeh.

Khusus untuk pagebluk atau masa untuk menolak bala atau musibah dianjurkan memasak sayur lodeh dengan 7 janis sayuran. Tujuh atau pitu dalam bahasa Jawa artinya 'pitulungan' memohon bantuan. Sayuran 7 rupa tersebut berupa kluwih, labu parang, kacang panjang, daun melinjo, terong, kulit buah melinjo dan tempe. Karena menggunakan 7 jenis sayur, maka orang Jawa sering juga menyebutnya dengan sayur tujuh rupa.

Sayur Lodeh 7 Rupa untuk Tangkal Virus Corona? Ini PenjelasannyaFoto: istimewa


Masyarakat Jawa menangkal wabah tersebut dengan membuat sayur lodeh dan memakannya, secara serentak dan bersama-sama. Konon, 7 jenis sayuran yang digunakan pada sayur lodeh tersebut memiliki makna dan harapan tersendiri.

Nah, anjuran tersebut juga dikaitkan di tengah mewabahnya virus corona. Seperti yang disampaikan oleh seorang pengguna twitter bernama @kamto_adi. Dalam unggahannya pada (24/03) juga menjelaskan makna dari masing-masing jenis sayuran tersebut.

Sayur Lodeh 7 Rupa untuk Tangkal Virus Corona? Ini PenjelasannyaFoto: istimewa


Baca Juga : 5 Resep Sayur Lodeh ala Rumahan


1. Kluwih : Kluwargo luwihono anggone gulowentah gatekne (Keluarga harus lebih diurusi dan diperhatikan)
2. Cang Gleyor (Kacang Panjang): Cancangen awakmu ojo lungo-lungo (Ikatlah dirimu jangan pergi-pergi)
3. Terong: Terusno anggone olehe manembah Gusti ojo datnyeng (Lanjutkan beribadah kepada yang maha kuasa, jangan kalau butuh saja)
4. Kulit Melinjo: Ojo mung ngerti njobone, ning kudu ngerti njerone babakan pagebluk (Jangan hanya lihat dari luar, tetapi harus mengetahui yang ada di dalam bencana)
5. Waluh (labu): Uwalono ilangono ngeluh gersulo (Hilangkan sifat mengeluh)
6. Godong so (daun melinjo): Temenono olehe dedepe nyuwun pitulungane Gusti Allah (Berkumpulah dengan orang-orang yang saleh dan orang pintar)
7. Tempe: Temenono olehe dedepe nyuwun pitulungane Gusti Allah (Yakinlah dalam memohon pertolongan sang pencipta)

Lebih lanjut, pengguna twitter tersebut mengatakan bahwa pesan itu ia dapat dari flyer yang tersebar di grup whatsapp. Dalam broadcast itu menyebut bahwa Sultan Hamengkubuwono X lah yang menganjurkan membuat sayur lodeh 7 rupa untuk menangkal wabah virus corona.

Sayur Lodeh 7 Rupa untuk Tangkal Virus Corona? Ini PenjelasannyaFoto: istimewa


Pasalnya dalam flyer tersebut dituliskan dalam bahasa Jawa "Pageblug. Wayahe rakyat Mataram nyayur Lodeh 7 warna: Kluwih, Cang Gleyor, Terong, Kulit Mlinjo, Waluh, Godong So, Tempe. Mugi Sedaya tansah widodo nir ing Sambekala,".

Yang artinya adalah "Pageblug. Saatnya rakyat Mataram membuat sayur lodeh 7 warna: Kluwih, Kacang Panjang, Terong, Kulit Melinjo, Labu, Daun Melinjo Muda, Tempe. Semoga Semua selalu selamat dari Bencana,"

Namun, saat ditelusuri tradisi membuat sayur lodeh untuk menangkal wabah adalah benar adanya. Namun, anjuran tersebut tidak diperintahkan oleh Sultan Hemengkubuwono X untuk menangkal virus corona yang mewabah saat ini.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Humas Pemerintah Daerah DIY, Ditya Nanayo Aji, seperti yang dilansir dari beberapa sumber.

Meskipun begitu, banyak juga dari masyarakat Bantul, Jawa Tengah yang mempercayai bahwa anjuran itu diperintahkan oleh Sultan Hemengkubuwono X. Di samping itu, mereka memang percaya dalam tradisinya bahwa membuat sayur lodeh dapat menangkal wabah.

Baca Juga : Pecel Kok Disiram Sayur Lodeh



Simak Video "Kangen dengan Pecel Sayur di Pasar Baru?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)