Kisah Miris Pedagang Makanan Kaki Lima yang Merugi di Tengah Corona

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 26 Mar 2020 16:00 WIB
Kisah miris pedagang makanan kaki lima Foto: Twitter @permataintan00
Jakarta -

Dampak wabah virus corona sangat luas. Untuk para pedagang makanan kaki lima, mereka merugi karena pembeli sangat jarang bahkan tak ada. Begini kisahnya!

Netizen kembali mengisahkan hal-hal yang terjadi di balik wabah virus corona. Kali ini soal pedagang makanan kaki lima yang merasakan rugi luar biasa karena sepi pembeli.

Adalah @permataintan00 yang mengunggah utas berisi hasil tangkap layar Instagram @novintt. Ia mengungkap kerugian pedagang makanan kaki lima yang ditemuinya. "Hati gue hancur liat postingan kaya gini," tulis @permataintan00 sebagai judul utasnya.

Kisah Miris Pedagang Makanan Kaki Lima yang Merugi di Tengah CoronaFoto: Twitter @permataintan00

Hingga berita ini ditulis, utas tersebut sudah diretweet lebih dari 36.000 kali dan di-likes lebih dari 39.000 netizen Twitter. Bunyi unggahan pertamanya, "Semenjak 5 tahun belakangan kalian ngerasa udah jarang pesen nasgor, sate, bakso gerobakan asongan yang biasa keliling komplek atau gang di rumah-rumah ga? Iya semenjak (ada layanan ojek online), omset jatuh 70%."

Misalnya pedagang ketoprak yang omsetnya baru Rp 8.000 setelah berjualan seharian. "Ingat ya 8rb doang. Punya istri dan anak masih kecil 2," tulis @novintt. Ada juga kisah miris pedagang nasi goreng gerobakan yang ditemuinya.

Kisah Miris Pedagang Makanan Kaki Lima yang Merugi di Tengah CoronaFoto: Twitter @permataintan00

"Dia lagi makan timun udah berair sama nasi putihnya yang udah mulai keras punya dia sendiri. Padahal nasi barunya masih ada, tapi disimpen sambil berharap ada yang beli tapi taunya dia cuma dapat 6rb. Itu juga dari temannya tukang sate yang beli setengah porsi," lanjut @novintt.

Kerugian juga dialami pedagang bakso keliling. Adalah Pak Wagimin yang memikul dagangan bakso 60 kg setiap hari. @novintt menulis, "Pulang pulang jadi 60,001 kg. 0,001 kgnya keringet ama kadang netesin air matanya karena ga laku."

Di akhir utasannya, netizen ini memberi pesan yang menyentuh. "Kalo kita mikirin gimana usaha kita tentang untung ruginya, gaji karyawan, cicilan, dll. Klo mereka udah tentang hidup sama matinya aja. Jadi jangan merasa masalah kita udah paling berat," kata @noviint.

Kisah Miris Pedagang Makanan Kaki Lima yang Merugi di Tengah CoronaFoto: Twitter @permataintan00

Baca Juga: Rasa Enak dan Murah Meriah Jadi Alasan untuk Makan di Warung Kaki Lima

Melihat utas ini, banyak netizen terharu. Mereka mendoakan agar ada nasib baik yang menyertai pada pedagang makanan kaki lima. Ada juga netizen yang berbagi cerita mengenai inisiatif mulianya.

@morningkoffiee menulis, "Kalo saya, disaat ngga kepengen beli tp ada uang lebih biasanya saya tny ke penjualnya seporsinya brp, kemudian ksh ke beliau uang seharga 10 porsi, saya blg ke penjualnya "pak, saya ngga beli, tp saya belikan 10 porsi untuk orang lain, bapak aja yg pilih siapa yg kira butuh ya."

Ia melanjutkan, "Dengan begitu kita membantu dia dan juga orang lain yang membutuhkan. Seporsi nasi goreng tektek paling hanya 12rb, 10 porsi hanya 120rb. Saya rasa bukan suatu hal yang berat buat kita yang sedikit lebih mampu untuk mengeluarkan uang sebesar 120rb :)."

Kisah Miris Pedagang Makanan Kaki Lima yang Merugi di Tengah CoronaFoto: Twitter @permataintan00

Pemerintah sendiri berencana mengeluarkan paket stimulus tangkal corona. Secara khusus paket ini diberikan pada sektor informal termasuk pedagang kaki lima.

"Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) tadi menyampaikan akan memikirkan untuk sektor informal seperti warung-warung kecil juga pekerja informal lain supaya mendapat insentifnya agar bisa menikmati juga," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman kepada detikcom, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga: Giliran Pedagang Asongan cs bakal Dapat Insentif Pajak Tangkal Corona



Simak Video "Menengok Alifmart Store, Bisnis Pertanian Santri Milenial Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com