Terkurung Karena Virus Corona, Jutaan Orang China Jadi Hobi Masak

Devi Setya - detikFood Selasa, 17 Mar 2020 13:30 WIB
Hobi masak Foto: Istimewa
Jakarta -

Ada banyak hal unik yang terjadi di China ketika virus corona terpaksa 'mengurung' masyarakat. Jutaan orang China jadi punya hobi baru yakni memasak.

Dikabarkan The Star (17/3) kebijakan pemerintah China saat melarang masyarakat keluar rumah ternyata dimanfaatkan banyak orang untuk lebih kreatif. Terutama bagi kaum ibu yang kini jadi hobi memasak setelah serangan virus corona yang sempat membuat kehidupan di China serba terbatas

Hobi masak ini juga dilandasi oleh banyaknya restoran yang memilih tutup. Mau tak mau, masyarakat harus mengolah sendiri makanan santapannya di rumah. Alhasil, jutaan orang serempak menyaksikan siaran masak yang tayang di televisi ataupun secara online. Penjualan alat masak seperti wajan, alat panggang dan alat pengocok telur pun diakui melonjak tajam.

Baca juga : Panik Virus Corona, Warga Singapura Habiskan Stok Makanan di Supermarket

Terkurung Karena Virus Corona, Jutaan Orang China Jadi Hobi MasakFoto: Istimewa

Lima aplikasi memasak via online mengalami peningkatan akses hingga dua kali lipat sepanjang bulan Februari. Jika sebelumnya hanya diunduh 1 juta kali di bulan Januari maka ketika masuk Februari video-video masak ini diunduh hingga 2,25 juta kali.

Peningkatan ketertarikan pada video masak ini sudah mulai terlihat sejak akhir Desember. Konten video terkait makanan dan tutorial memasak mulai banyak diakses masyarakat. Zhang, salah seorang produser acara memasak DayDayCook mengatakan ada peningkatan pengguna baru yang jumlahnya naik tiga kali lipat.

Saat masa kritis virus corona, diketahui ada banyak masyarakat yang mencari resep bubur kacang dan hidangan olahan udang.

"Kami tidak pernah mendapatkan pengguna baru dengan jumlah dan waktu cepat seperti ini sejak kami meluncurkan layanan pada 2012," kata pendiri dan CEO Norma Chu.

Terkurung Karena Virus Corona, Jutaan Orang China Jadi Hobi MasakFoto: Istimewa

Adanya virus corona ini menjadikan para ibu berganti peran sebagai juru masak di rumah. Tak hanya ibu rumah tangga, anak muda dan remaja yang tinggal di kota besar juga ikut mengakses aplikasi memasak ini.

Padahal jika dilihat kebiasaan sehari-hari, anak muda dan pekerja kantoran lebih terbiasa makan di restoran dibandingkan memasak sendiri. Layanan pesan antar makanan yang tutup juga menjadi alasan bagi anak muda untuk memilih masak sendiri.

Baca juga : Stok Makanan Sehat untuk Karantina Corona Rekomendasi Ahli Gizi

Wu Shuang, pria berusia 30 tahun yang sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan internet di Beijing mengatakan dia menghabiskan sebagian besar waktunya rumah untuk belajar cara membuat roti dan mie beras China lewat platform online. Selain menonton acara memasak, dia juga membaca komentar pengguna untuk belajar.

Kegiatan memasak ini juga dilakukan masyarakat sebagai cara mengusir rasa bosan. Seperti diketahui, masyarakat China dilarang bepergian keluar rumah dan membatasi aktivitas sosial selama masa darurat virus corona.



Simak Video "Kangen dengan Pecel Sayur di Pasar Baru?"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)