Cegah Virus Corona, Kedai Ramen Ini Hanya Layani Orang Jepang

Devi Setya - detikFood Rabu, 26 Feb 2020 13:30 WIB
kedai ramen corona Foto: istimewa
Jakarta -

Pemilik kedai ramen di Jepang menerapkan aturan baru. Hanya orang Jepang yang boleh makan ramen di kedainya untuk hindari penularan virus corona.

Sebuah kedai ramen Sanji Kinchan yang berlokasi di Tokyo, Jepang tengah menjadi sorotan usai dituding melakukan tindak diskriminasi. Dilansir dari Sora News (25/2) pemilik kedai ramen ini diketahui membuat aturan yang dianggap aneh. Mereka hanya memperbolehkan orang Jepang saja makan di sana.

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mencegah paparan virus corona. Namun sayangnya, langkah antisipasi dari pemilik kedai ini justru mendapat kecaman dari netizen. Secara ramai-ramai, netizen menuding kalau pemilik kedai ramen ini melakukan tindakan diskriminasi.

"Mulai hari ini, sebagai penanggulangan untuk virus corona, kedai saya akan memulai kebijakan 'hanya Jepang'. Saya bertanggung jawab untuk melindungi keluarga saya, karyawan saya, dan pelanggan Sanji. Mohon pengertian terhadap kebijakan baru ini. " tulis sang pemilik kedai ramen.

Cegah Virus Corona, Kedai Ramen Ini Hanya Layani Orang JepangFoto: istimewa


Baca juga : Hindari Virus Corona Dengan 5 Tips Makan Bersih Ini


Setiap pemilik bisnis memang boleh saja menerapkan berbagai aturan, tapi sepertinya pemilik kedai kurang mendapat informasi kalau warga Jepang juga sudah banyak yang terjangkit virus corona. Saat ini bahkan Jepang ditetapkan sebagai negara dengan jumlah kasus corona terbesar kedua setelah China.

"Apakah kamu menyadari bahwa di Jepang juga banyak orang yang terinfeksi viruscorona. Mereka adalah orang Jepang?," tanya netizen.

"Jika kamu benar-benar ingin melindungi orang, maka menutup toko adalah cara terbaik," sahut netizen lainnya.

"Di Jepang, ada lebih banyak orang Jepang yang terinfeksi daripada warga negara China. Jadi mulai besok, akan melarang orang Jepang memasuki kedai Anda, kan?, " komentar netizen lainnya.

Di tengah ratusan netizen yang menghujat restoran ramen ini, seorang netizen memberikan saran kepada pemilik kedai ramen. Alih-alih melarang orang selain Jepang makan di resto ramen, ia menyarankan untuk memasang aturan yang lebih jelas.

"Saat ini virus corona sedang menular dan menyebar di kalangan orang Jepang. Karena itu, jika Anda benar-benar ingin melindungi karyawan, keluarga, dan pelanggan restoran Anda, aturan Anda harus difokuskan pada penargetan kelompok-kelompok ini :

- Orang yang baru-baru ini bepergian ke Cina
- Orang yang sering berhubungan dengan warga negara Cina
- Mereka yang menunjukkan gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas
- Mereka yang demam 37,5 Celcius dan lebih tinggi (99,5 Fahrenheit) "

Cegah Virus Corona, Kedai Ramen Ini Hanya Layani Orang JepangFoto: istimewa


Menanggapi kasus heboh ini, sang pemilik restoran bukan meminta maaf tapi malah mengunggah video yang menunjukkan ia merasa marah. Ia keberatan dengan netizen yang ramai mengunggah foto kedai ramen dan pelanggan yang tengah bersantap di sana.

Baca juga : Duh! 9 Anggota Keluarga Ini Terinfeksi Virus Corona Setelah Makan Hot Pot


"Yang menarik perhatian saya adalah orang-orang mengambil foto kedai saya dan mengunggahnya secara online, tetapi beberapa foto ini menunjukkan wajah pelanggan saya, dan saya bahkan menemukan foto anak saya. Saya mengerti bahwa toko saya menerima perhatian seperti ini sebagai orang yang membuat aturan. Namun, saya harus meminta Anda berhenti menyusahkan diri sendiri. Waktu sangat berharga dan juga terbatas, dan saya ingin Anda semua menggunakan waktu Anda lebih produktif untuk diri Anda sendiri. Jadi untuk hari ini, mari lakukan yang terbaik!, "beber pemilik kedai ramen.

Wabah virus corona membuat banyak orang melakukan antisipasi secara berlebihan. Di Wuhan, tempat yang diyakini sebagai lokasi awal penyebaran virus corona bahkan sudah jadi kota mati karena diisolasi. Segala aktivitas masyarakat terhenti sebagai dampak dari penyebaran virus corona.



Simak Video "Tips Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)