Kopi dan Bandrek Aren di Pekanbaru Ini Diyakini Kaya Khasiat

Chaidir Anwar Tanjung - detikFood Selasa, 25 Feb 2020 07:30 WIB
Kopi Aren Pekanbaru Foto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom
Pekanbaru -

Minum air nira atau aren kini lagi tren di Pekanbaru. Air aren yang manis ini diyakini sebagai pengobat berbagai jenis penyakit seperti gula darah, kolesterol, asam urat dan asam lambung.

Pondok Kopi Aren begitu nama warungnya yang buka di Jl Soekarno Hatta, Kompleks Damai Langgeng Blok K di Pekanbaru. Jon Erlis (41) pemilik warung Kopi Aren ini sudah membuka usahanya sejak tahun 2017 silam.

Di pelataran rumahnya, dia mendirikan pondok sederhana untuk meladeni para pecinta air aren yang berasal dari pohon aren yang buahnya menghasilkan kolang kaling. Di pondok mungil itu Jon menyediakan secara khusus minuman berbahan dasar air aren alias nira.

Kopi dan Bandrek Aren di Pekanbaru Ini Diyakini Kaya KhasiatFoto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom


Ada minuman kopi aren, ada bandrek aren, jahe kunyit aren, kopi gula aren dan air murni aren. Dari berbagai jenis minuman berbahan dasar alamiah ini, yang paling laris manis adalah kopi aren disusul bandrek aren.


Untuk kopi aren, terlebih dahulu air aren direbus hingga mendidih, selanjutnya dicampur kopi. Untuk bandrek yang berbahan dasar jahe dan rempah-rempah lainnya juga sama direbus dengan air aren. Tapi tak kalah larisnya juga ada yang hanya pesan minuman air murni aren tanpa dicampur dengan apapun. Seluruh air aren yang didapat telah dimasak.

"Banyak juga yang beli air murni aren di warung saya. Alhamdulilah, sejak tahun 2018 warga Pekanbaru sudah banyak yang suka minum air aren," kata Jon kepada detikcom, Senin (24/2/2020).

Kopi dan Bandrek Aren di Pekanbaru Ini Diyakini Kaya KhasiatFoto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom


Jon mulai buka warung Kopi Aren ini sejak pukul 08.00 WIB hingga malam hari pukul 22.00 WIB. Setiap hari warung miliknya ramai dikunjungi pencinta kopi aren. Rasa kopinya manis tidak perlu ditambah gula pasir lagi, karena kemurnian air nira tersebut.

Dalam sehari warung milik bapak satu orang anak ini bisa menghabiskan minimal 200 liter air aren. Minimal transaksi penjualan minuman air aren ini Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per hari.

"Kalau lagi bulan muda, penjualan bisa tembus Rp 4 jutaan," kata Jon.

Untuk mendapatkan pasokan air aren, juga bukan sembarangan. Jon hanya memesan dari pemilik pohon kolang kaling itu di sekitar Kabupaten Kampar yang bersebelahan dengan Pekanbaru. Dia tidak akan menampung air aren yang terlalu jauh dari tempatnya.

Kopi dan Bandrek Aren di Pekanbaru Ini Diyakini Kaya KhasiatFoto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom


"Karena kalau terlalu jauh, air aren kalau tidak segera direbus bisa berfermentasi menjadi alkohol. Makanya saya hanya mencari yang terdekat saja untuk menjaga kualiatas air aren tersebut," kata Jon.

Para penikmat air aren ini rata-rata di usia 40 tahun ke atas. Malah kadang Jon kehabisan stok untuk para pelanggannya. Demi menjaga pelanggan, kadang dia hanya meladeni dalam bentuk minuman kopi aren dan sejenisnya. Menolak dalam pembelian air murni aren dalam literan.

Minum air murni aren atau kopi aren diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Di antaranya, gula darah, kolestrol, asam urat dan asam lambung. Sehingga tak guna heran, warung kopi aren ini dijubeli pengunjung yang sudah lansia.

Kopi dan Bandrek Aren di Pekanbaru Ini Diyakini Kaya KhasiatFoto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom


"Setiap hari banyak pelanggan saya di atas usia 50 tahun yang terkena penyakit darah tinggi, gula darah, kolesterol. Alhamdulilah, mereka mengaku kini kondisinya jauh lebih baik setelah mengonsumsi air aren," kata Jon

Sementara itu, Ketua Asosiasi Arem Riau, Johny Mundung mengatakan, saat ini di Bumi Lancang Kuning lagi marak penanaman pohon aren. Tahun ini saja tercatat ada buka lahan bari seluas 130 hektare untuk menanam pohon aren tersebut.



"Satu pohon aren bisa diambil airnya dua kali sehari, pagi dan sore. Sekali mengambil airnya minimal 7 liter. Dengan demikian sehari pohon aren bisa menghasilkan 14 liter. Itu minimal ya, kalau pohonnya bagus dan dirawat bisa menghasilkan 40 liter dalam sehari," kata Mundung.

Mundung menjelaskan, satu liter air aren pemilik harganya Rp 18 ribu. Dengan demikian satu pohon aren bila sudah bisa disadap bagian tongkolnya bisa menghasilkan Rp 252.000 per hari.

Kopi dan Bandrek Aren di Pekanbaru Ini Diyakini Kaya KhasiatFoto: Chaidir Anwar Tanjung/dok. detikcom


"Di Pekanbaru saja saat ini ada 12 warung kopi aren, ini belum di sejumlah kabupaten lainnya. Makanya kini banyak pemilik lahan yang menanam pohon aren atau enau," kata Mundung.

Mundung juga sepakat, kalau air aren ini bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dia mengaku, suami dari mendiang guru sekolahnya telah divonis mengidap penyakit gula darah dan direkomendasi untuk diamputasi.

"Dengan terapi minum air aren, alhamdulilah suami dari mendiang guru sekolah saya itu kini sehat. Kakinya yang busuk karena tekanan gula darah, sudah membaik," kata mantan Direktur Walhi Riau itu.



Simak Video "Masak Masak: Resep Tumis Pedas Tulang Muda Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)