Tradisi Bau Nyale, Ratusan Orang Turun Ke Laut Cari Cacing yang Lezat

Devi Setya - detikFood Senin, 24 Feb 2020 16:00 WIB
Halaman 2 dari 6
bau nyale Foto: istimewa


1. Cerita legenda
Tidak ada yang tahu pasti kapan tradisi bau nyale pertama kali dilakukan tapi dipercaya sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Bagi masyarakat Lombok, tradisi bau nyale mengandung nilai sakral.

Bau nyale sendiri termasuk tradisi yang kental dengan kisah cerita rakyat yang dipercaya Suku Sasak di Lombok Tengah. Kisah rakyat ini menceritakan tentang Putri Mandalika yang dipercaya menjelma menjadi cacing nyale dan muncul di Pantai Lombok sekali setiap tahun.

Dikisahkan, Putri Mandalika ini punya paras yang cantik dan jadi perebutan para pangeran. Putri Mandalika adalah anak dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting yang dikenal bijaksana. Ketika Putri Mandalika beranjak dewasa, ia menjadi perebutan para pangeran dari berbagai kerajaan.

Disukai banyak pangeran justru membuat Putri Mandalika merasa tak nyaman. Demi menghindari perebutan dirinya, Putri Mandalika mengumpulkan semua pangeran untuk berkumpul di Pantai Kuta, Lombok.

Alih-alih menggelar sayembara, Putri Mandalika malah memilih untuk terjun dari pinggir batu karang. Keberadaan Putri Mandalika tidak pernah ditemukan namun saat itu justru muncul ribuan cacing cantik berwarna-warni yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Baca juga : Ini Dia Nyale, Cacing Laut yang Gurih Enak Santapan Khas Suku Sasak

(dvs/odi)