Disebut Bernutrisi, Pasien Virus Corona di Wuhan Diberi Makan Sup Kura-kura

Sonia Basoni - detikFood Senin, 10 Feb 2020 16:30 WIB
Sup kura-kura Foto: Istimewa
Jakarta -

Banyak penderita virus corona di Wuhan. Selama pengobatan mereka ternyata diberi makan sup kura-kura untuk menambah asupan nutrisi.

Virus corona disebut dapat ditularkan dari daging hewan liar seperti kelelawar hingga ular. Tapi baru-baru ini banyak media lokal di China yang mengungkapkan bahwa pasien virus corona di rumah sakit Wuhan diberikan sup kura-kura.

Disebut Bernutrisi, Pasien Virus Corona di Wuhan Diberi Makan Sup Kura-kuraFoto: Istimewa


Dilansir dari Latestly (10/02), dari video singkat yang dirilis oleh media lokal di Wuhan terlihat beberapa pasien yang terjangkit virus corona tengah di karantina. Setelah itu ada beberapa petugas yang membawakan makan malam untuk mereka.

Terdengar seorang petugas menjelaskan dalam bahasa China bahwa menu makanan yang disajikan adalah sup kura-kura.

"Hari ini menu makanannya adalah sup kura-kura. Menggunakan bagian dalam daging kura-kura dengan nasi putih dan sayuran," jelas petugas tersebut.

Disebut Bernutrisi, Pasien Virus Corona di Wuhan Diberi Makan Sup Kura-kuraFoto: Istimewa


Hal ini bertentangan dengan larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah China untuk berhenti menyantap daging hewan liar. Setelah Pasar Seafood Huanan di Wuhan yang menjual tikus, kelelawar, ular, anjing, hingga koala menjadi tempat pertama virus corona menyebar.

Memberikan menu makanan daging pada pasien virus corona tentu saja membahayakan nyawa mereka. Namun jika dilihat dari sejarah pengobatan tradisional China, daging kura-kura sejak dulu dipercaya mengandung banyak protein dan berunutrisi serta dapat menyembuhkan orang yang sakit. Banyak kura-kura liar atau kura-kura dari peternakan yang diambil. Kemudian dagingnya direbus dengan air untuk membuat kaldu sup kura-kura.

Disebut Bernutrisi, Pasien Virus Corona di Wuhan Diberi Makan Sup Kura-kuraFoto: Istimewa


Untuk jenis kura-kura yang digunakan juga tidak sembarangan. Biasanya orang China menggunakan Yangtze yang disebut sebagai labi-labi. Tekstur daging labi-labi lebih lembut dibandingkan kura-kura lainnya.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah China seputar menu makanan sup kura-kura yang disajikan untuk pasien virus corona di Wuhan.

Tapi sup ini tak hanya terkenal di China. Di Jakarta sup kura-kura juga populer terutama di wilayah Glodok. Seperti di Gang Gloria yang diisi banyak penjual sup kura-kura. Paling populer ada Pi Oh, sup kura-kura dengan campuran tauco yang pekat dengan kisaran harga Rp 70.000 - Rp 80.000.



Simak Video "Makanan Siap Masak dan Siap Makan Jadi Tren di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com