Tak Hanya di China, Jutaan Anjing di Kamboja Juga Dipotong untuk Dimakan

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 09 Feb 2020 10:00 WIB
Anjing Kamboja Foto: Istimewa
Jakarta -

Industri daging anjing tak hanya di China. Setidaknya jutaan anjing dipotong untuk dimakan di Kamboja setiap tahunnya.

Merebaknya kasus virus corona membuat perdagangan hingga pasar yang menjual daging hewan liar disorot. Salah satunya industri daging anjing yang sejak dulu menuai kecaman dan kritik dari banyak orang.

Baca Juga: Hii..! Video Anjing Dipanggang Hidup-hidup di China Ini Dikecam Keras

Tak Hanya di China, Jutaan Anjing di Kamboja Juga Dipotong untuk DimakanFoto: Istimewa


Dilansir dari Mirror UK (09/02), jutaan anjing dikurung hingga dipotong di Kamboja. Di sekitar Phnom Penh ratusan anjing disekap di dalam kandang kecil dalam kondisi yang menyedihkan. Bahkan ada beberapa rumah penjagalan khusus untuk anjing di sana.

Industri daging anjing di Kamboja tak kalah kejam dari China. Kebanyakan penjual daging anjing membunuh hewan tersebut dengan cara ditenggelamkan, digantung, hingga dipotong. Jumlah anjing yang dijagal bisa ribuan setiap harinya.

Hal ini membuat banyak pakar kesehatan di dunia khawatir tentang konsumsi daging anjing di Kamboja. Daging anjing memiliki potensi untuk terjangkit rabies, yang bisa menular ke manusia hingga menjadi wabah.

Tak Hanya di China, Jutaan Anjing di Kamboja Juga Dipotong untuk DimakanFoto: Istimewa


Menurut data yang dihimpun dari NGO, setidaknya ada 3 juta ekor anjing yang dibunuh di Kamboja setiap tahunnya untuk dimakan. Ditambah dengan data 100 restoran yang menyajikan menu daging anjing di Phnom Penh dan 20 restoran di Siem Reap.

Restoran-restoran yang menyajikan daging anjing ini terletak di pusat wisata, yang dikunjungi ribuan turis setiap tahunnya. Menyebabkan tingginya potensi wabah rabies di Kamboja.

Meski mendapatkan banyak kritik dan kecaman dari organisasi pecinta hewan. Tapi tingkat konsumsi daging anjing di Kamboja masih tinggi. Rabies bukan menjadi ancaman atau momok menakutkan bagi mereka.

Tak Hanya di China, Jutaan Anjing di Kamboja Juga Dipotong untuk DimakanFoto: Istimewa


"Ketika kami memiliki anjing yang sudah terjangkit rabies, tentu kami bunuh dulu. Jadi anjing itu tidak akan menyebarkan penyakit ke orang lain. Kami sadar bahwa anjing-anjing itu bisa membawa penyakit berbahaya. Tapi hanya pekerjaan ini lah yang bisa menghidupi keluarga saya. Tak banyak lowongan pekerjaan di sini," ungkap Kut Lan salah satu penjual daging anjing di restoran.

Sebelumnya heboh video anjing dipanggang hidup-hidup di Yulin, China. Video ini mendapatkan berbagai kecaman dan kritik dari banyak orang.

Baca Juga: Industri Daging Anjing di Kamboja, Menyeramkan Tapi Populer



Simak Video "Cake Berbentuk Anjing dan Kelinci Ini Bikin Gemas!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)