Bakso Klasik

Dari Gerobak Jadi 18 Rumah Makan, Kisah Bakso Titoti yang Legendaris

Riska Fitria - detikFood Kamis, 06 Feb 2020 16:00 WIB
bakso titoti Bakso Titoti Foto: detikFood / Riska Fitria
FOKUS BERITA Bakso Klasik
Jakarta -

Berawal dari gerobak pikul, pemilik warung bakso khas Wonogiri ini berhasil merintis usahanya hingga memiliki banyak cabang. Bakso ini juga dikenal legendaris sejak tahun 1990-an.

Wonogiri memang dikenal dengan baksonya. Di Jakarta, banyak sekali terdapat warung-warung bakso yang menawarkan bakso khas Wonogiri tersebut. Salah satu yang terkenal legendaris adalah bakso Titoti.

Kepada detikcom, Kirun, selaku karyawan sekaligus penanggung jawab Bakso Titoti cabang Pasar Minggu ini menceritakan bahwa pemilik dari Bakso Titoti adalah Slamet Riyanto yang sudah merintis usaha bakso sejak tahun 1990-an.

Dari Gerobak Jadi 18 Rumah Makan, Kisah Bakso Titoti yang LegendarisBakso Titoti yang legendaris Foto: detikFood / Riska Fitria

"Dulu awal mulanya bapak itu cuma pakai gerobak pikul, keliling kampung gitu. Terus lama-lama bapak beralih pakai gerobak dorong. Setelah itu bapak ingin mengembangkan lagi usahanya dan buka pertama kali di depan kantor pajak Kalibata. Selama satu tahun di sana, sekarang pindah ke Pasar Minggu ini," tutur Kirun.

Dibalik nama Titoti yang melegenda terselip cerita menarik tentang pemilik nama 'Titoti' pada warung baksonya. Kirun menceritakan bahwa nama Titoti diambil oleh Slamet Riyanto dari nama belakang ketiga anka-anaknya.

"Bapak itu punya inspirasi pakai nama Titoti dari anaknya, yang pertama kan naman Nuryanti jadi dipanggi Ti, anak kedua Hartanto diambil To, yang ketiga Susanti dipanggil Ti, maka digabungin jadi Titoti," ungkap Kirun.

Dari Gerobak Jadi 18 Rumah Makan, Kisah Bakso Titoti yang LegendarisBakso Titoti Foto: detikFood / Riska Fitria

Baca Juga : 5 Bakso Gerobakan Mantul yang Murah dan Enak

Bakso Titoti ini terkenal dengan baksonya yang khas. Adonan baksonya yang kenyal dengan kuah kaldunya yang sedap. Berbeda dari bakso lain, bakso di sini diberi tambahan berupa kikil.

Lebih lanjut, Kirun juga menceritakan bahwa sejak pertama kali dirintis hingga menjadi legendaris seperti sekarang ini, Bakso Titoti terus mempertahankan rasa baik pada bakso maupun pada kuah kaldunya.

Daging sapi yang dipilih untuk adonan bakso diambil pada bagian belakang sapi yang disebut daging panasar dan daging penutup. Bagian daging tersebutlah yang membuat baksonya terasa kenyal. Dalam sehari, Bakso Titoti cabang Pasar Minggu sering menghabiskan adonan bakso sebanyak puluhan kilogram.

Dari Gerobak Jadi 18 Rumah Makan, Kisah Bakso Titoti yang LegendarisBakso polos Foto: detikFood / Riska Fitria

"Dalam sehari itu bisa 30 kilogram, beda lagi kalau Sabtu dan Minggu bisa lebih banyak dari itu. Awalnya cuma bakso halus dan bakso urat, terus dikembangin lagi jadi ada bakso telur campur tahu dan kikil," jelas Kirun.

Sementara untuk kuah kaldunya, dibuat dari tulang sumsum sapi. Hal tersebut membuat kuah kaldu pada baksonya terlihat lebih keruh dan terasa gurih sedap di lidah.

Dari Gerobak Jadi 18 Rumah Makan, Kisah Bakso Titoti yang LegendarisBakso Urat Foto: detikFood / Riska Fitria

Harga yang ditawarkan untuk satu porsi bakso berbeda-beda tergantung pada varian yang dipilih. Ada Bakso Telur seharga Rp. 21.000, Bakso Urat Besar Rp. 21.000, Bakso Polos Rp. 19.00. Namun, kebanyakan pengunjung lebih sering memesan Bakso Spesial Rp. 26.000 yang berisi gabungan dari tiga jenis bakso tersebut

Kini, Bakso Titoti memiliki 18 cabang dengan dua di antaranya berada di Wonogiri dan menjadi pusatnya. Sementara di Jakarta ada beberapa tempat seperti Kebon Jeruk, Sumur Batu, Pasar Minggu dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Bakso Malik: Murah dan Mantap! Bakso Gerobakan Legendaris dengan Limpahan Tetelan



Simak Video "Gurih Kenyal Bakso Legenda Titoti Asli Wonogiri"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)
FOKUS BERITA Bakso Klasik

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com