Dulu Toko Kue Sosialita Belanda, Kini Jadi Toko Es Krim Legendaris

Dulu Toko Kue Sosialita Belanda, Kini Jadi Toko Es Krim Legendaris

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 15 Jan 2020 18:30 WIB
Dulu Toko Kue Sosialita Belanda, Kini Jadi Toko Es Krim Legendaris
Jakarta - Berlibur ke Semarang, pasti sudah tidak asing lagi dengan Toko Oen. Restoran sekaligus tempat es krim legendaris yang ada sejak zaman Belanda.

Toko Oen jadi destinasi kuliner favorit di kota Semarang atau Malang. Restoran yang kental dengan nuansa kolonial ini, terkenal menyajikan berbagai makanan perpaduan Belanda, China, hingga Indonesia.

Selain itu menu es krim tempo dulu yang klasik tetap jadi primadona hingga sekarang. Pertama kali didirikan pada tahun 1910 oleh keluarga Oen, restoran ini memiliki sejarah yang panjang. Mulai dari tempat makan sosialita hingga noni Belanda, sampai kini berubah menjadi tempat makan es krim favorit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 sejarah menarik seputar toko kue yang dikenal dengan nama Toko Oen.

Baca Juga: Ada Sejak 102 Tahun Lalu, Ini Tempat Makan Para Noni Belanda di Bandung

Sudah Ada Sejak 1910

Foto: Dokumentasi Toko Oen/Istimewa
Toko Oen pertama kali berdiri di kota Yogyakarta pada tahun 1910. Didirikan oleh Liem Gien Nio, yang merupakan istri dari Letnan Oen Tjoen Hok yang saat itu berada di dalam struktur pemerintahan Belanda. Saat itu Liem merupakan ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang.

Dilansir dari Budaya Tionghoa (15/01), pada saat itu, belum banyak toko kue hingga tempat makan es krim. Sehingga Nyonya Oen, yang sejak dulu sudah kental dengan budaya Belanda dan China, mulai menumpahkan keahliannya di bidang membuat kue dan memasak untuk membuka Toko Oen.

Toko Oen di Yogyakarta terbilang sukses. Toko ini merupakan tempat berkumpulnya para sosialita, dan kalangan atas pada saat itu. Mulai orang-orang Belanda, China, hingga kaum ningrat di Jawa semuanya sering membeli kue dan makanan di sana.

Toko Kue Mewah Elite

Foto: Dokumentasi Toko Oen/Istimewa
Dekat dengan kalangan atas, Nyonya Oen berhasil membuat Toko Oen dikenal dalam waktu singkat. Hampir semua tamu dan pelanggannya merupakan orang penting, apalagi saat itu Nyonya Oen terbilang aktif mengikuti berbagai komunitas dan kenal dengan banyak orang.

Untuk menu yang disajikan saat itu, yang paling terkenal adalah cookiesnya. Rasanya yang enak dan unik, membuat pelanggan Toko Oen semakin banyak. Keluarga Oen pun memutuskan untuk menambah ruangan di Toko Oen Yogyakarta, agar orang-orang bisa menikmati cookies sambil ngeteh dan ngopi di sana.

Tiga tahun setelah Toko Oen pertama kali dibuka, Nyonya Oen akhirnya memutuskan untuk menambah pegawai. Dari sana mereka mulai menambahkan menu makanan khas Belanda, China, dan Indonesia, sehingga makanan yang dijual tak hanya sekedar cookies dan kue-kue manis saja.

Cabang Toko Oen

Foto: Dokumentasi Toko Oen
Bisnis Toko Oen yang semakin baik, membuat penjualan kue dan makanan melonjak tajam. Para pelanggan yang datang tak hanya dari kota Yogyakarta saja, melainkan dari daerah lainnya. Di tahun 1936, tepatnya 14 tahun setelah Toko Oen berdiri, Nyonya Oen memutuskan untuk membuka cabang di Semarang.

Sama seperti di Yogyakarta, Toko Oen cabang Semarang juga berdiri di wilayah elite, tepatnya di Bodjong Weg (sekarang JL. Pemuda). Kini Toko Oen semarang sudah dipegang oleh generasi ketiga, dan masih eksis hingga sekarang.

Selain di Semarang, Nyonya Oen juga membuka cabang di Jakarta yang beroperasi dari tahun (1934-1973), kemudian cabang Malang (1936-1990), dan cabang Yogyakarta (1910-1937) seperti yang dilansir dari situs Toko Oen.

Toko Oen Malang

Foto: Istimewa
Meski tampilan dan menunya hampir mirip dengan Toko Oen Semarang, tapi ternyata Toko Oen Malang ini sudah bukan bagian dari usaha yang dikelola oleh keluarga besar Oen. Pada tahun 1990, gedung tempat Toko Oen berdiri di Malang, dibeli untuk dirubah menjadi dealer mobil.

Namun pemerintah kota Malang melarang hal ini, mengingat bangunan Toko Oen memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sehingga pemilik gedung yang baru, memutuskan untuk terus membuka Toko Oen, tanpa perjanjian sebelumnya dengan keluarga Oen.

Dari situs resmi Toko Oen, pihak Toko Oen menyebutkan bahwa cabang Toko Oen Malang sama sekali tidak berhubungan dengan mereka. Termasuk dalam pengolahan resep makanan hingga es krim yang diwariskan turun temurun oleh keluarga Oen.

Menu Legendaris

Foto: Istimewa
Meski kejayaan Toko Oen hanya tersisa di Semarang, tapi Keluarga Oen berhasil melebarkan sayap mereka ke Belanda. Untuk masalah hidangan, Toko Oen terkenal dengan menu es krim yang masih mempertahankan resep milik Nyonya Oen.

Menu yang paling favorit ada tutti frutti, peach melba, banana split, domino dan sonny boy. Kemudian bagi yang suka es krim dengan rasa klasik, Toko Oen juga punya menu es krim strawberry, cokelat, hingga moka.

Sementara untuk menu makanannya, ada makanan khas Indonesia dan Eropa. Seperti bistik sapi, bistik Hamburg, nasi goreng spesial, hingga pilihan hidangan khas Italia, dari spaghetti Panna E Funghi, hingga Scalopine de Pollo Al Limone.

Baca Juga: 5 Es Krim Legendaris Indonesia yang Kenikmatannya Melegenda
Halaman 2 dari 6
(sob/odi)

Hide Ads