Manis Gurih Cendol Ikan Nila yang Unik dari Sleman

Pradito Rida Pertana - detikFood Senin, 23 Des 2019 10:00 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom.
Sleman - Cendol biasanya dibuat dari tepung beras atau hunkue. Tapi yang satu ini memakai campuran daging ikan nila yang gurih. Kayak apa ya rasanya?

Karena penasaran, detikcom pun mencoba dawet deNila. Dawet atau cendolnya berbahan baku daging ikan nila. Sepintas, tampilannya tak banyak berbeda dengan cendol pada umumnya.

Sedangkan untuk tampilan fisiknya, cendol tersebut berwarna hijau dan berukuran tidak terlalu besar. Untuk teksturnya sendiri, cendol berbahan baku nila cenderung kenyal dan tidak mudah hancur.

Sedangkan rasa cendol tersebut hambar dan tidak ada bau amis saat diminum. Untuk rasa manis gula merahnya enak tak berlebihan.


Manis Gurih Cendol Ikan Nila yang Unik dari SlemanFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom.


Pembuat dawet deNila, Purwanti (43) menjelaskan, bahwa dawet buatannya itu memang berbeda dengan dawet kebanyakan. Mengingat ia menggunakan bahan baku ikan nila untuk membuat cendol.

"Kepikiran membuat cendol nila itu karena anak saya sulit makan ikan. Karena itu saya coba buat varian dari ikan nila," ujarnya di Hotel Grand Keisha, Jalan Affandi, Gejayan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (19/12/2019).

Karena itu, warga Nayan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ini mulai melakukan inovasi dalam mengolah ikan nila. Tak hanya itu, wanita berhijab ini mulai melakukan riset untuk mengolah nila menjadi bahan baku dawet.

Manis Gurih Cendol Ikan Nila yang Unik dari SlemanFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom.


"Kalau dibuat bakso dan nugget itu kan sudah biasa, tapi kalau minuman belum ada, terus saya kepikiran bisa nggak ya? Akhirnya saya mencoba mengolahnya pada tahun 2013," ujarnya.

Dalam percobaannya itu, wanita murah senyum ini mengaku sempat menemui kegagalan. Namun ia tidak patah semangat dan akhirnya berhasil membuat cendol dari bahan baku ikan nila.

"Awalnya sempat gagal, tapi gagal itu bukannya tidak enak dimakan tapi karena cetakannya. Karena saya pakai cetakan yang terlalu kecil jadinya (cendol) hancur," katanya.

"Terus saya coba lagi dan akhirnya jadi. Setelah jadi itu saya sempat uji tester ke keluarga saya yang tidak doyan ikan, hasilnya mereka tidak ada yang komplain," imbuh Purwanti.

Purwanti pun menceritakan bagaimana cara mengolah cendol tersebut agar tidak berbau amis. Menurutnya, kunci pembuatan cendol itu terletak pada penggunaan tepung dan bahan alami lainnya.

"Caranya sama, ikan (nila) difilet, terus biar tidak amis diberi jeruk. Setelah itu, ikan dikukus dan dikasih pandan biar bau amisnya tambah hilang. Untuk mengukusnya sebentar saja kemudian diblender," katanya.

"Setelah di blender halus lalu dicampur tepung pati onggok dan (daun) suji," sambung Purwanti.

Manis Gurih Cendol Ikan Nila yang Unik dari SlemanFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom.


Perlu diketahui, tepung pati onggok biasa disebut pati gelang yang berasal dari sari pohon aren. Purwanti menyebut penggunaan tepung itu cocok dengan daging nila, karena cendol yang dihasilkan tidak akan hancur seperti menggunakan tepung hunkue.

"Awalnya saya pakai (tepung) hunkue tapi hasilnya hancur, dan setelah ganti tepung pati onggok jadi lebih lebih kenyal," katanya.

"Nah, setelah tercampur (antara ikan nila dan tepung) lalu dibikin bubur dan setelah kental terus dicetak seperti dawet biasa tapi bawahnya cetakan diisi air es biar (cendolnya) kaku," imbuh Purwanti.

Menurut Purwanti, terdapat perbandingan tepung dan ikan dalam pembuatan cendol berbahan baku ikan nila. Di mana 2 kilogram tepung dicampur 1 kilogram ikan nila.

"Jadi perbandingannya 2:1 mas," ucapnya.

Selain itu, untuk memberikan rasa berbeda dengan dawet lainnya, ia menggunakan 2 macam gula sebagai pemanis. Hal itu, katanya dapat meredam rasa amis cendol nila.

"Gulanya pakai gula aren dan dicampur gula pasir, karena kalau pakai gula biasa akan lain rasanya," ujar wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini.

Manis Gurih Cendol Ikan Nila yang Unik dari SlemanFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom.


Terkait pemasaran dawet deNila sendiri, Purwanti mengaku hingga saat ini masih hanya sebatas orderan saja. Kendati demikian, ia tidak memungkiri ingin membuka outlet sendiri.

"Saya tidak punya outlet hanya by order WA saja, untuk gelas kecil saya jual Rp 4 ribu dan untuk gelas ukuran 12 oz Rp 5 ribu. Sementara itu dulu, tapi ke depannya tetap ingin punya outlet sendiri," kata Purwanti.



Simak Video "Ayam Geprek dan Cake Cendol ala Escalator Coffeehouse "
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)