Doa Makan dan Cara Makan Nabi Muhammad SAW

Doa Makan dan Cara Makan Nabi Muhammad SAW

Niken Widya Yunita - detikFood
Selasa, 26 Nov 2019 04:30 WIB
Doa Makan dan Cara Makan Nabi Muhammad SAW/Foto: iStock
Jakarta - Dari kecil kita selalu diajari untuk membaca doa makan baik itu sebelum dan sesudah makan. Tujuannya untuk selalu mensyukuri nikmat makanan yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.


Berikut doa sebelum yang biasa diajari pada anak-anak:


Doa Sebelum Makan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩΩƒΩ’ Ω„ΩŽΩ†ΩŽΨ§ ΩΩΩŠΩ…ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΨ²ΩŽΩ‚Ω’ΨͺΩŽΩ†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΩ‚ΩΩ†ΩŽΨ§ عَذَابَ Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ§Ψ±


Doa Sesudah Makan

Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψ°ΩΩ‰ Ψ£ΩŽΨ·Ω’ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΨ¬ΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ³Ω’Ω„ΩΩ…ΩΩŠΩ†




Namun, berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari No. 4957 diterangkan bahwa bacaan doa sebelum makan yang sah dari Nabi SAW adalah sebagai berikut:


"Umar bin Abu Salamah berkata; Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Ghulam, bacalah Bismilllah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu." Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu." (HR. Al-Bukhari No. 4957)


Hadis tersebut menjelaskan bahwa kalau mau makan hendaknya membaca basmalah. Sedangkan cara makan Nabi Muhammad SAW adalah menggunakan tangan kanan dan mengambil makanan dari hidangan makanan yang terdekat.



Doa Sesudah Makan


Berdasarkan hadis sahih riwayat al-Bukhari, doa sesudah makan yang sah dari Nabi SAW adalah sebagai berikut:


ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَبِي Ψ£ΩΩ…ΩŽΨ§Ω…ΩŽΨ©ΩŽ Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΩ‘ Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ¨ΩΩŠΩŽΩ‘ Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ₯ِذَا فَرَغَ مِنْ Ψ·ΩŽΨΉΩŽΨ§Ω…ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ω…ΩŽΨ±ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ψ₯ِذَا رَفَعَ Ω…ΩŽΨ§Ψ¦ΩΨ―ΩŽΨͺΩŽΩ‡Ω Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψ°ΩΩŠ ΩƒΩŽΩΩŽΨ§Ω†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ±Ω’ΩˆΩŽΨ§Ω†ΩŽΨ§ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±ΩŽ Ω…ΩŽΩƒΩ’ΩΩΩŠΩΩ‘ ΩˆΩŽΩ„Ψ§ΩŽ Ω…ΩŽΩƒΩ’ΩΩΩˆΨ±Ω ΩˆΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ω…ΩŽΨ±ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ±ΩŽΨ¨ΩΩ‘Ω†ΩŽΨ§ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±ΩŽ Ω…ΩŽΩƒΩ’ΩΩΩŠΩΩ‘ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ Ω…ΩΩˆΩŽΨ―ΩŽΩ‘ΨΉΩ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ مُسْΨͺΩŽΨΊΩ’Ω†Ω‹Ω‰ Ψ±ΩŽΨ¨ΩŽΩ‘Ω†ΩŽΨ§


Dari Abu Umamah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika selesai dari makan, sekali waktu dengan lafadz, 'jika mengangkat lambungnya, Beliau mengucapkan:


"ALHAMDULILLAHILADZII KAFAANAA WA ARWAANAA GHAIRA MAKFIYIN WA LAA MAKFUURIN (Segala puji hanya milik Allah yang telah memberi kecukupan kami dan menghilangkan rasa haus, bukan nikmat yang tidak dianggap atau dikufuri)', di lain waktu dengan lafadz, 'ALHAMDULILLAHI RABBINAA GHAIRA MAKFIYIN WA LAA MUWADDA'IN WA LAA MUSTAGHNAN RABBANAA (Segala puji hanya milik Allah Rabb kami, bukan pujian yang tidak dianggap dan tidak dibutuhkan oleh tuhan)'." (HR. Al-Bukhari No. 5038).





(nwy/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads