Cara Unik Pembuatan Clorot, Jajan Pasar yang Legit Enak

Rinto Heksantoro - detikFood Senin, 14 Okt 2019 10:00 WIB
Foto: Rinto Heksantoro /detikcom Foto: Rinto Heksantoro /detikcom
FOKUS BERITA Jajanan Kampung
Purworejo - Clorot merupakan jajanan khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Selain legit harum, jajanan ini juga punya kemasan yang unik dari daun kelapa.

Bentuk, isi dan rasanya yang manis gurih dan legit membuat pecinta kuliner merasa ketagihan dengan jajanan ndeso yang bernama clorot. Nama clorot yang aneh bagi sebagian besar orang justru semakin menambah penasaran seperti apa sebenarnya clorot itu. Clorot biasanya banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional.

Salah satu penjual clorot, Ani Widyanti (40) warga RT 02/ RW 04, Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo menuturkan bahwa clorot sudah ada sejak zaman nenek moyang. Bahan utama untuk membuat makanan tradisional ini berupa tepung dari beras.

Dahulu, tepung beras dibuat dengan cara menumbuk beras menggunakan alat tradisional masyarakat jawa yakni lesung dan alu. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm, sedangkan alu adalah kayu berbentuk bulat dan panjang berdiameter 7 cm yang digenggam untuk menumbuk beras di dalam lesung.


Cara Unik Pembuatan Clorot, Jajan Pasar yang Legit EnakFoto: Rinto Heksantoro /detikcom
"Nenek moyang dulu menumbuk padi jadi beras dengan menggunakan lesung dan alu, kemudian setelah jadi beras ditumbuk lagi sampai halus jadi tepung beras dan mereka berinisiatif untuk membuat clorot dari tepung beras tadi. Saat menumbuk bersama, mereka juga sambil bernyanyi diiringi suara ketukan lesung dan alu yang jadi alat musiknya," kata Ani ketika ditemui detikcom di kediamannya, Sabtu (12/10/2019) pagi.

Ani pun kemudian membeberkan bagaimana cara membuat clorot. Ia sendiri sudah puluhan tahun membuat dan menjual clorot lantaran sejak kecil sudah ikut membantu orang tuanya membuat clorot, hingga sekarang ia pun membuka usaha sendiri.
Cara Unik Pembuatan Clorot, Jajan Pasar yang Legit EnakFoto: Rinto Heksantoro /detikcom


Clorot terbuat dari tepung beras ditambah sedikit tepung ketela atau pati kanji, garam secukupnya, serta gula merah dan bisa ditambah pewangi berupa vanili atau daun pandan. Cara membuatnya pun cukup sederhana. Pertama, campurkan tepung beras dengan pati kanji dan diberi air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas dengan menggunakan tangan hingga adonan mengental.

Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam panci dan diberi garam serta vanili secukupnya sambil dicampur dengan air. Sebagai pemanis, tak lupa gula merah yang telah dicairkan juga dituangkan perlahan sambil adonan terus diaduk.

"Pokoknya resepnya itu jika tepung beras 1 kg maka dicampur dengan pati kanji 1/4 kg, gula merah 1,5 kg dan air 1.000 cc. Kalau mau buat 2 kg dan seterusnya ya bahan lain menyesuaikan," lanjut Ani.

Setelah menjadi adonan cair namun kental, maka adonan pun siap dimasukkan ke dalam selongsong yang terbuat dari daun kelapa atau janur kuning. Uniknya, janur pembungkus clorot ini diulin sedemikian rupa sehinga menyerupai terompet kecil.

"Dengan menggunakan ceret atau teko kemudian adonan secara pelan-pelan dimasukkan ke dalam kulit clorot. Setelah itu dikukus selama kurang lebih satu jam lalu diangkat dan ditiriskan sampai beberapa saat dan siap untuk dimakan," paparnya.

Selain bentuknya yang unik, jajanan ndeso ini memiliki cara khusus saat hendak memakannya yang juga tak kalah unik. Kebanyakan orang awam akan membuka janur sebagai selongsong clorot dari atas seperti makan es cream. Namun cara yang benar sebelum menikmati jajan khas Purworejo ini adalah dengan menusuk bagian bawah clorot dengan menggunakan satu jari.
Cara Unik Pembuatan Clorot, Jajan Pasar yang Legit EnakFoto: Rinto Heksantoro /detikcom


Bentuknya yang bulat panjang berwarna cokelat lembek dan kenyal, membuat siapa saja akan tersenyum sebelum memakan clorot yang perlahan keluar dari cangkangnya setelah ditusuk dengan satu jari. Rasa penasaran pun terbayar ketika clorot perlahan mulai menjulur keluar bercampur sensasi unik yang semakin menambah nikmatnya gigitan pertama.

"Cara makan clorot ini bukan dibuka selongsongnya dari atas tapi ditusuk dari bawah dengan satu jari sampai clorotnya keluar dan langsung dimakan," imbuhnya.

Sentra pembuatan clorot sendiri awalnya berasal dari Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Purworejo. Selain menjaga dan melestarikan makanan khas Purworejo, berjualan clorot juga bisa untuk menambah penghasilan.

Dalam sehari, Ani yang dibantu oleh 5 orang karyawannya itu mengaku bisa menghabiskan tepung beras minimal 8 kilogram. Namun ketika banyak pesanan, maka jumlah produksi pun juga akan meningkat.
Cara Unik Pembuatan Clorot, Jajan Pasar yang Legit EnakFoto: Rinto Heksantoro /detikcom


"Dalam sehari rata-rata bisa habis 8 kilogram tepung beras. Clorotnya saya setorkan ke penjual di pasar-pasar dan toko kue. Kalau ada pesanan biasanya untuk hajatan atau acara lain ya otomatis bikin lagi," ucapnya.

Dengan harga yang murah meriah, tak heran jika clorot buatan Ani selalu ludes. Harga per ikat dengan isi 10 biji, para pembeli hanya cukup membayar Rp 8.000 saja. Selain untuk dimakan sendiri, clorot juga bisa dijadikan oleh-oleh bagi siapa saja yang berkunjung ke Purworejo untuk dibawa pulang.

Tak hanya digemari masyarakat Purworejo, kuliner unik yang hanya ada di Purworejo ini bahkan sudah merambah kota lain seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Malang, Madiun, Bali hingga Brunei Darusalam. Jajanan ini hanya bisa bertahan dua hari karena tanpa menggunakan bahan pengawet.





Simak Video "Menyantap Clorot Makanan Khas Purworejo yang Unik"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)
FOKUS BERITA Jajanan Kampung