7 Fakta Menarik Eva Ekeblad, Ilmuwan Swedia Penemu Tepung Kentang

Virgina Maulita Putri - detikFood Selasa, 17 Sep 2019 10:29 WIB
7 Fakta Menarik Eva Ekeblad, Ilmuwan Swedia Penemu Tepung Kentang Foto: Geni.com
Jakarta -
Nama Eva Ekeblad mungkin tidak begitu terkenal di Indonesia dibanding ilmuwan tenar lainnya. Padahal, penemuannya berhasil mengubah dunia kuliner dan juga mengurangi wabah kelaparan di Swedia pada masanya.

Eva adalah seorang agronom dan ilmuwan yang berhasil menemukan metode untuk mengubah kentang menjadi tepung dan alkohol. Berkat penemuan ini, Eva berhasil menjadikan kentang sebagai makanan pokok di Swedia.



Eva Ekeblad lahir dengan nama Eva De la Gardie pada 10 Juli 1724 di Stockholm, Swedia. Berikut fakta-fakta menarik tentang Eve Ekeblad yang dirangkum detikFood dari berbagai sumber.

1. Lahir di Keluarga Kelas Atas

Eva Ekeblad merupakan putri dari pasangan Magnus Julius De la Gardie dan Hedvig Catharina Lilje. Ayahnya merupakan seorang negarawan dan ibunya seorang salonis dan politisi amatir.

Eva memiliki seorang kakak perempuan bernama Catherine Charlotte De la Gardie. Catherine juga memiliki prestasi yang tidak kalah gemilang dibanding saudaranya karena ia berhasil mempopulerkan penggunaan vaksin cacar air di Swedia.

2. Menikah di Usia Muda

Di usia 16 tahun, Eva dinikahi oleh Count Claes Claesson Ekeblad. Keduanya dikaruniai satu orang putra dan enam orang putri.

Setelah menikah, Eva diberikan hadiah dari ayahnya berupa Kastil Mariedal dan Kastil Lindholmen. Eva dan Claes menikah selama 31 tahun.

3. Eksperimen Berbuah Penemuan

Eva mulai bereksperimen dengan kentang pada tahun 1746. Saat itu, kentang merupakan bahan pangan yang tergolong mewah di Swedia karena hanya ditanam di rumah kaca milik orang-orang kaya.

Bekerja dari dapurnya, Eva menemukan bahwa kentang bisa dimasak, dilumatkan dan dikeringkan untuk menjadi tepung dan kemudian disuling hingga menjadi alkohol bening. Penemuan ini kemudian memicu popularitas vodka berbasis kentang di seluruh Eropa.

4. Menjadi Anggota Royal Swedish Academy of Sciences

Pada tahun 1746, Eva mendaftarkan penemuannya kepada Royal Swedish Academy of Sciences. Berkat penemuannya, Eva berhasil menjadi anggota wanita pertama yang berhasil masuk dalam organisasi elit ini.



5. Penemuan Lainnya

Tepung kentang dan vodka berbahan dasar kentang ternyata hanya sebagian kecil dari penemuan yang dilakukan oleh Eva. Ia juga berhasil menemukan metode untuk memutihkan kapas, benang dan tekstil lainnya menggunakan sabun sebagai pengganti bahan pewarna beracun.

Selain itu, ia juga memanfaatkan pengetahuannya tentang tepung untuk menggunakannya sebagai pengganti timah dalam kosmetik.

6. Meninggal di Usia 61 Tahun

Eva meninggal dunia pada 15 Mei 1786 di Lidkoping, Swedia di usia 61 tahun. Ia berhasil meninggalkan warisan ilmiah yang tidak terkira untuk dunia kuliner dan ilmiah.

7. Diabadikan dengan Google Doodle

Pada tahun 2017, Eva Ekeblad diabadikan dengan sebuah Google Doodle. Doodle ini merayakan perayaan kelahiran Eva yang ke-293.


Simak Video "Penampakan Bakso Degan Blitar yang Antimainstream"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/odi)