Sedap Meresap! Opor Ayam Bakar Sunggingan Favorit Sunan Kudus

Akrom Hazami - detikFood Minggu, 25 Agu 2019 10:00 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom Foto: Akrom Hazami/detikcom
Jakarta - Kuliner istimewa dari Kudus ini sudah bertahan lebih dari 50 tahun. Racikan bumbu dan cara memasaknya unik sehingga menghasilkan opor ayam yang juara lezatnya.

Kota kretek Kudus tak hanya punya soto Kudus dan sate kerbau yang populer. Ada racikan nasi opor ayam Sunggingan. Selain terkenal lezat, makanan ini juga dimasak dengan cara tradisional. Tak heran jika Sunan Kudus jatuh hati dengan sajian spesial ini.

Menu nasi opor ayam bakar Sunggingan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memang merupakan satu kuliner lokal yang terkenal. Konon, menu ini merupakan makanan favorit satu anggota Walisongo, Sunan Kudus.

Tidak heran jika menu ini kerap menjadi santapan utama, di setiap ada acara di kompleks Menara Kudus. Salah satunya adalah acara jamasan keris milik Sunan Kudus. Detikfood membuktikan sendiri saat acara jamasan keris berlangsung di Menara Kudus (15/8).


Sedap Meresap! Opor Ayam Bakar Sunggingan Favorit Sunan KudusInillah tampilan rumah makan Opor Ayam Sunggingan saat ini. Foto: Akrom Hazami/detikcom


Selepas acara, menu nasi opor ayam bakar Sunggingan menjadi hidangan utama bagi para tamu. Di atas piring putih, nasi opor ayam bakar terhidang. Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Nadjib Hassan mengatakan, bahwa menu nasi opor ayam bakar adalah hidangan favorit Sunan Kudus.

"Opor ayam bakar memang masakan yang paling disuka Sunan Kudus. Karena senengane itu, ya sudah. Opor pesen di So (Suroso pemilik Rumah Makan Opor Sunggingan). Masakan itu yang disukai. Ini terbukti ngaturi dahar (persilakan makan) yo opor. Di sana ( Rumah Makan Nasi Opor Sunggingan) pakai kayu bakar," kata Nadjib pada detikfood usai acara.

Detikfoodpun mengunjungi Rumah Makan Opor Sunggingan, Jumat (23/8/2019). Lokasinya tak begitu jauh dari Menara Kudus. Tempatnya sederhana dan pelayanannya ramah. Rosa Arlina (34), satu di antara pengelola Rumah Makan Opor Sunggingan menyambut ramah dan mempersilakan duduk di kursi belakang bagian pelayanan menu.

Sedap Meresap! Opor Ayam Bakar Sunggingan Favorit Sunan KudusRosa sebagai penerus warisan kuliner Opor Ayam Sunggingan. Foto: Akrom Hazami/detikcom


Rosa membeberkan seputar menu legenda yang disukai Sunan Kudus itu. "Menu ini (opor ayam bakar Sunggingan) favorit Sunan Kudus. Iya memang," kata Rosa membenarkannya.

Ayahnya Suroso, adalah orang yang dimaksud Nadjib Hassan. Ia merupakan pemilik rumah makan yang berdiri di Jalan Niti Semito, Ploso nomor 9 Kudus ini. Dengan menu andalan dan satu-satunya yakni nasi opor ayam bakar. Dinamakan Sunggingan karena dulunya mereka berjualan di Sunggingan atau seberang lokasi rumah makan sekarang.

Menurutnya menu itu dulunya dijajakan oleh pendahulunya. Menu tersebut menjadi menu warisan yang mereka lestarikan sampai kini. "Dulu kan jualannya tidak hanya nasi opor. Hari ini nasi lodeh, besok nasi tahu, besoknya lagi nasi opor. Terus mbah dulu bangunnya kesiangan. 'Wis gawe opor wae," singgung Rosa mengulik sejarah rumah makannya.

Rumah makan dibuka seingatnya pada 1956. Pendirinya adalah Warsito Sudadi dan Ngadilah. Dilanjut Suroso dan Siti Sundari. Saat ini masih dikelola Suroso. Tempat ini dulunya ada di Sunggingan. Jadi, meski sekarang sudah pindah nama populernya tetap opor Sunggingan. Dulu warung hanya berbentuk lapak sederhana dan masih nebeng. Baru 2004, tempat makan pindah ke lokasi sekarang.

Rosa menjelaskan menu khas opor ayam bakar. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung ukuran besar. Dengan penyajiannya ayam direbus dulu bersama bumbu selama 6 jam. Terus ditiriskan, lalu dibakar. Menurutnya, saat membakar, ayamnya masih utuh. Kemudian ayam dipotong-potong lantas disajikan.

"Dulu ayam tidak direbus tapi dikukus. Di bagian perut dalam ayam dikasih bumbu, dijahit dan dikukus. Bumbunya bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jinten, merica. Tak ada bahan lain. Ini menu warisan," bebernya.

"Yang membedakan opor Sunggingan dengan opor lainnya karena ayamnya dibakar dulu dan utuh. Kalau opor lainnya kan ada kunyit, laos, bumbu pawon. Kalau opor Sunggingan tidak ada. Hanya bumbu itu. Tidak ada bumbu rahasia," tambah Rosa.

Sedap Meresap! Opor Ayam Bakar Sunggingan Favorit Sunan KudusMemakai ayam kampung ukuran besar karena perut ayam diisi bumbu dan dimasak hingga 6 jam. Foto: Akrom Hazami/detikcom


Nyaris tak ada yang berubah dalam penyajian nasi opor ayam Sunggingan ini. Daging ayam utuh dipotong-potong dengan gunting khusus. Nasi diberi potongan daging ayam berikut isiannya. Disiram kuah opor dan sambal goreng tahu.

Disajikan dengan suru (sendok dari daun pisang). Nasinya pulen empuk dengan daging ayam yang gurih plus bumbu opor yang terasa meresap. Ada jejak gosong yang renyah dan wangi. Disuap dengan sambal goreng tahu yang sedikit pedas. Rasanya mantap benar!

Rosa juga membeberkan keistimewaan lain rumah makan yakni nasinya juga dikukus di dalam kuwali yang dipanaskan dengan api kayu. Sampai hari ini, cara itu terus dipakai. Tidak heran jika nasi pulen, tahan lama atau tidak gampang basi.

Sedap Meresap! Opor Ayam Bakar Sunggingan Favorit Sunan KudusOpor ayam bakar yang masih utuh dan sajian per porsinya. Foto: Akrom Hazami/detikcom


Rumah makan buka setiap hari pukul 06.30-14.00 WIB. Tidak heran jika menu jadi andaln sarapan dan makan siang. Tempat ini libur setiap tiga minggu sekali yakni pada Senin dan Selasa. "Biasanya saat sehari sebelum libur, pelanggan diberitahu," ungkap dia.

Di rumah makan ini, dalam sehari bisa habis 30 ekor ayam di hari biasa. Kalau Minggu bisa 50-60 ekor ayam. Sedangkan kalau libur Lebaran bisa 75 ekor ayam. "Sak kesele bakule (sampai penjualnya capek). Kalau beras 30 kg hari biasa. Akhir pekan 50 kg. Kalau lebaran lebih," terangnya.

Dia menceritakan jika sejumlah artis yang pernah makan di tempatnya adalah Duta Sheila on 7, Ari Sihasale, Nia Zulkarnain, Puteri Patricia, Djaduk, hingga atlet legenda bulutangkis juga langganan, macam Liem Swie King, dan beberapa legenda bulutangkis PB Djarum.

Harga satu porsi nasi opor Rp 15 ribu, jika hari Lebaran naik jadi Rp 16 ribu. Juga ada menu tambahan seperti brutu atau sayap ayam. Yang jelas, setiap tahun harga di rumah makan ini naik Rp 1.000. Pelanggannya berasal dari Kudus, Jepara, Semarang, Bandung.



Simak Video "Resep Opor Ayam Kuning untuk Hidangan Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)