Huah! Pedas Menyengat Nasi Balap Puyung Cocok Buat Sarapan

Atika Lulu Zahra - detikFood Senin, 29 Jul 2019 07:30 WIB
Foto: Foto: detikcom/ Atika Lulu Zahra Foto: Foto: detikcom/ Atika Lulu Zahra
Jakarta - Beragam kuliner nusantara ada di Jogja. Salah satunya, masakan khas bercitarasa pedas dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, Nasi Balap Puyung.

Nama Nasi Balap Puyung sendiri berasal dari nama daerah di Lombok yaitu Puyung. Di daerah puyung banyak masyarakat yang balap motor, setelah selesai mereka mampir ke warung makan tersebut lalu muncul ah nama Nasi Balap Puyung.

Satu porsi Nasi Balap Puyung berisi nasi putih, ayam suwir dengan bumbu cabai, kacang kedelai goreng dan keripik kentang yang gurih. Lalu dilengkapi dengan irisan kecil kacang panjang dan telur.


Huah!  Pedas Menyengat Nasi Balap Puyung Cocok Buat SarapanFoto: Foto: detikcom/ Atika Lulu Zahra


Racikan nasi rames gaya Lombok ini bisa dinikmati di kawasan Jl. Gejayan, Yogyakarta, di Nasi Balap Puyung. Suapan pertama langsung teasa pedas menyengat dari suwiran daging ayamnya. Tapi, di Nasi Balap Puyung ini ayam suwir pedasnya pun menyesuaikan lidah masyarakat Jogja. Jadi, selain ada yang benar-benar pedas, ada juga yang pedas sedang bagi yang tidak terlalu suka pedas.

"Aku kan nggak terlalu suka pedas, jadi tadi pesennya yang pedas sedang aja masih tetap pedas buat aku. Terus ini baru pertama kali nyoba dan enak sih rasanya," ujar Nila salah satu pengunjung di Nasi Balap Puyung ini.

Cabai yang digunakan adalah cabai kering dan cabai segar pilihan langsung dari Sumatera. Dan terasi yang digunakan pun terasi asli dari Lombok. Firdaus, pemilik Nasi Balap Puyung ini menjelaskan cara membuat daging ayam ini.

Huah!  Pedas Menyengat Nasi Balap Puyung Cocok Buat SarapanFoto: Foto: detikcom/ Atika Lulu Zahra


"Ayam dimasak terus disuwir, terus dimasak lagi dengan gilingan cabai kering dan cabai segar pilihan dan juga resep khasnya," ujar Firdaus.

Tampilan pedas ayam suwir ini terlihat dari kotak plastik yang digenangi minyak cokelat kemerahan yang berisi suwiran ayam. Tiap kali suwiran ayam diambil berikut rendaman bumbu dan minyaknya.

Rasa pedas tak hanya berasal dari suwiran daging ayam, namun juga dari potongan kacang pajangnya yang juga berbumbu pedas. Sedangkan telur rebusnya dimasak bukan dengan kecap namun gula jawa. Memasak telurnya pun memakan waktu sekitar dua jam.

"Jadi, telur itu kita masak sampai matang dulu. Setelah matang ditunggu dingin lalu baru dimasak lagi dengan bumbunya," Firdaus menjelaskan. Rasa pedas yang dominan dipadu dengan gurihnya keripik kentang dan kacang kedelai goreng yang renyah.

Huah!  Pedas Menyengat Nasi Balap Puyung Cocok Buat SarapanFoto: Foto: detikcom/ Atika Lulu Zahra


Nasi balap ini disajikan dengan piring rotan. Namun, jika anda terburu-buru pun bisa meminta untuk dibungkus. Bungkusnya juga unik, berbentuk kerucut memanjang.

Untuk satu porsi Nasi Balap Puyung harganya terjangkau yaitu 10 ribu rupiah saja. Jika dengan telur 13 ribu rupiah. Untuk minumannya berkisar dari 3 ribu hingga 5 ribu rupiah. Nasi Balap Puyung ini ramai ketika jam sarapan dan jam makan malam.

Bagi yang berminat untuk merasakan sensasi pedas Nasi Balap Puyung bisa datang langsung ke Nasi Balap Puyung di Jalan Gejayan atau di cabang lainnya yang berlokasi di Babarsari. Nasi Balap Puyung buka mulai pukul 06.00 pagi hinga 22.00 malam.



Simak Video "Icip-icip Nasi Goreng Kebon Sirih Legendaris Sejak Tahun 1958"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com