5 Alasan Makanan Khas Bali Jadi Favorit Para Chef Internasional

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 17 Jul 2019 16:27 WIB
Nasi campur Bali, makanan khas Bali favorit banyak orang. Foto: iStock Nasi campur Bali, makanan khas Bali favorit banyak orang. Foto: iStock
Jakarta - Para chef internasional mengikuti Restaurant Famtrip Wonderful Indonesia. Mempelajari tentang makanan khas Bali dan mencicipnya. Membuat mereka jatuh cinta dengan masakan Indonesia.

Ada 3 chef yang mengikuti kegiatan di Bali ini. Ketiganya adalah chef dari 3 restoran Asia ternama di London, Inggris yakni Sticky Mango, Shan Shui, dan Rasa Sayang.

Makanan khas Bali memiliki cita rasa yang enak dan unik. Di dalam makanannya, sajian khas Bali ini sering ditambahkan dengan beberapa bumbu dengan aroma eksotis seperti kecombrang, serai, hingga aneka rempah lainnya.

5 Alasan Makanan Khas Bali Jadi Favorit Para Chef InternasionalPara chef bersama Chef Degan mencicip makanan khas Bali dan 5 kuliner Nasional Indonesia. Foto: Kemenpar

Kegiatan yang diadakan oleh Kemenpar Deputi Pengembangan Pemasaran 2 bersama Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja ini sangat menarik perhatian para chef internasional. Berikut beberapa alasan mengapa makanan khas Bali dan makanan Indonesia jadi favorit para chef dari Inggris ini.

1. Melihat Proses Pembuatan Langsung

Para chef diajak mengunjungi berbagai desa di Klungkung, Bali. Secara langsung mereka melihat, mempelajari, dan merasakan bagaimana proses pembuatan produk-produk makanan di Bali.

Mulai dari gula, garam, arak, kerupuk, hingga dodol khas Bali.

2. Dibuat Secara Tradisional

Ayam betutu, makanan khas Bali yang pedas gurih.Ayam betutu, makanan khas Bali yang pedas gurih. Foto: (Fitraya Ramadhanny/detikTravel)

Semua makanan yang dicicip oleh para chef ini dibuat secara tradisional. Mereka mengambil kelapa dan memetik buah kakao serta memasak gula Bali. Para chef juga mencoba langsung cara bertani garam dengan warga lokal.

Makanan khas Bali seperti ayam betutu, sate lilit serta serombotan sudah dikenal dunia. Setiap masakan juga memiliki sejarahnya masing-masing sehingga selalu menarik dicicip.

Selain makanan khas Bali yang mlekoh bumbu dan rempah eksotik, chef ini juga diperkenalkan dengan 5 makanan nasional Indonesia seperti rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado.


3. Belajar 5 Bumbu Dasar Masakan Indonesia

Dalam kegiatan ini, hadir pula Chef Degan yang memberikan pelatihan akan 5 bumbu dasar masakan Indonesia. Chef Degan juga berbagi cerita tentang bagaimana filosofi di balik 5 masakan Nasional Indonesia.

Mulai dari bumbu dasar merah, bumbu dasar kuning, bumbu dasar oranye, dan bumbu dasar sambal kacang.

4. Mengeksplor Pasar Lokal dan Megibung

Megibung, tradisi makanan khas Bali yang unik.Megibung, tradisi makanan khas Bali yang unik. Foto: Istimewa

Mengeksplor pasar lokal dan bertemu dengan berbagai tokoh kuliner legendaris di Bali. Selain cicip makanan khas Bali, para chef juga mengikuti kegiatan petani dan nelayan di Bali.

Selain itu, mereka juga berkunjung ke berbagai desa untuk merasakan masakan khas Bali dari rumah masyarakat, sambil mencoba tradisi Megibung.

Megibung merupakan tradisi yang dimiliki oleh warga Karangasem. Di mana banyak orang yang menikmati lauk secara bersama-sama dalam satu wadah. Berbagi lauk dan juga nasi.

5. Mendapatkan Ide

Setelah melihat langsung proses pembuatan produk makanan berbasis rumahan, menikmati makan megibung serta memasak makanan khas Bali dan Indonesia para chef tertantang untuk membuatnya.

Mereka pun memasak 5 hidangan nasional Indonesia dan berencana ingin membuat menu ini di restorannya. Tidak hanya sekadar mencicip, tetapi juga diajak keliling sambil diajarkan bagaimana membuat makanan khas warga lokal.

Dengan dorongan publikasi media asing, diharapkan Indonesia akan mampu mengubah peta kuliner khas Asia Tenggara di Inggris. Dan bisa menjadi pemimpin pasar dalam segmen masakan Asia Tenggara.






(lus/nwy)