Chef Jepang Ini Larang Warga Jepang Makan di Resto Miliknya, Kenapa?

Chef Jepang Ini Larang Warga Jepang Makan di Resto Miliknya, Kenapa?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Selasa, 16 Jul 2019 10:50 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Seorang chef Jepang sedang jadi perbincangan karena menerapkan aturan yang dianggap kasar. Ia tak membolehkan warga Jepang bersantap di restonya.

Akio Arima adalah pemilik resto ramen di Ishigakijima, salah satu pulau paling cantik yang ada di Prefektur Okinawa. Ishigakijima jadi tujuan populer para turis lokal maupun mancanegara untuk berlibur.

Di restorannya, Arima menerapkan konsep Yaeyama atau 'Yaeyama Style'. Tak ada banyak kursi yang tersedia, biasanya hanya kurang dari 12. Restoran juga meminta tiap pelanggan memesan satu porsi ramen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya resto milik chef 42 tahun ini dipadati pengunjung lokal maupun turis mancanegara. Namun belakangan ini resto ramennya begitu sepi karena aturan yang ia ciptakan sendiri.

Chef Jepang Ini Larang Warga Jepang Makan di Resto Miliknya, Kenapa?Foto: Istimewa

Dikutip dari Sora News 24 (15/7), sejak 1 Juli 2019, Arima memasang pemberitahuan tertulis di depan resto. Tulisannya diperuntukkan bagi para pelanggan lokal alias warga Jepang sendiri.

"Sikap turis Jepang semakin buruk dari tahun ke tahun, jadi kami tidak akan membiarkan pelanggan Jepang makan di restoran kami sampai setelah September. Kami hanya akan menerima pelanggan dari luar negeri, dan kami meminta maaf pada warga dan pelanggan Jepang yang telah makan di sini setiap tahun. Dan kami meminta kerja sama mereka. Kami sedang berpikir untuk melanjutkan layanan biasa mulai Oktober," tulis Arima.

Baca Juga: Pengunjung Bawa Anak hingga Berbadan Gemuk Dilarang Masuk Resto Ini

Meski sudah ada pemberitahuan resmi, nyatanya banyak warga Jepang masih memaksa untuk memesan satu porsi ramen untuk berdua. Padahal di resto dengan Yaeyama Style, masing-masing pengunjung harus memesan menu sendiri.

Chef Jepang Ini Larang Warga Jepang Makan di Resto Miliknya, Kenapa?Foto: Istimewa

Selain itu, warga Jepang juga masih ada yang membawa makanan dan minuman dari luar untuk dikonsumsi di dalam resto. Mereka juga datang bersama bayi dan balita yang sebenarnya tidak diperbolehkan.

Pegawai resto sudah mengingatkan pelanggan yang melawan aturan, namun kadang hasilnya justru pelanggan yang berbalik marah. Arima mengatakan, beberapa pegawai paruh waktunya sampai berhenti kerja karena stres. Kini ia menjalankan restorannya sendirian.

Sebaliknya, Arima mengaku tak punya masalah besar dengan pelanggan asing. Banyak dari mereka datang ke Ishigakijima sebagai bagian dari perjalanan kapal pesiar dari Hong Kong atau Taiwan. Arima pun senang bisa melayani mereka selama musim panas, yang biasanya merupakan waktu tersibuk restoran.

Chef Jepang Ini Larang Warga Jepang Makan di Resto Miliknya, Kenapa?Foto: Istimewa

"Orang Jepang berpikir 'Pelanggan adalah Tuhan,'" sesal Arima. "Banyak tamu lain dibuat jengkel oleh perilaku buruk turis (Jepang), jadi saya pikir tindakan saya dibenarkan," sambungnya.

Meski begitu, kini Arima mengatakan pelanggannya surut. Arima berujar, "Saya tidak punya pelanggan. Kemarin hanya 2 yang datang. Dan seperti yang saya duga, banyak orang mengeluh pada saya tentang aturan baru. Ini sulit dari sudut pandang ekonomi, tetapi saya akan tetap menerapkan (aturan) sekarang, dan meluangkan waktu untuk bersantai dan membersihkan restoran."

Ke depannya Arima berpikir mungkin akan mengevaluasi kembali aturannya. Sebab walaupun ia hanya memiliki masalah dengan pelanggan Jepang, tak berarti semua pelanggannya bermasalah.

Baca Juga: Kalau ke Restoran Ini Dilarang Pakai HP, Minum Soda hingga Minta Saus Tomat!

Chef Jepang Ini Larang Warga Jepang Makan di Resto Miliknya, Kenapa?Foto: Istimewa

Salah satu solusinya adalah mengizinkan pelanggan Jepang untuk makan di restonya dengan sistem keanggotaan. Ia akan terus melayani pelanggan Jepang yang telah terdaftar di restoran dan bisa dipercaya untuk mengikuti etiket bersantap yang tepat.

Namun, apa persyaratan untuk hak istimewa semacam itu, serta apakah anggota akan diizinkan untuk makan di restonya selama musim panas atau masih harus menunggu sampai Oktober untuk bersantap, belum diketahui pasti. Yang pasti, sekarang Arima hanya melayani para pelanggan asing.




(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads