Ngopi Asyik dan Nyaman di Joglo Warung Kopi 'Omah Mbahrowo'

Aji Kusuma - detikFood Rabu, 03 Jul 2019 07:34 WIB
Foto: Aji Kusuma/dok. detikFood
Jawa Tengah - Ngopi di tempat ini sangat nyaman seras di rumah sendiri. Racikan kopi rowo yang semerbak membuat betah berlama-lama di sini.

Suasana rumah tradisional Jawa "Joglo" begitu nyaman terasa saat memasuki areal Omah Mbahrowo. Berada di tepi Jalan Lingkar Ambarawa (JLA), Omah Mbahrowo siap menyambut siapa saja yang ingin beristirahat sejenak melepas lelah perjalanan berkendara.

Ngopi Asyik dan Nyaman di Joglo Warung Kopi 'Omah Mbahrowo'Foto: Aji Kusuma/dok. detikFood

Berkesempatan mengunjungi tempat ngopi yang syahdu ini, detikfood memesan kopi rowo yang konon menjadi kopi andalan di Omah Mbahrowo. Suasana menjadi semakin memikat saat Mas Hendro Prastowo, sang empunya rumah berkenan duduk menemani kami yang sedang menunggu pesanan datang.

"Selamat datang, silakan bersantai, ya begini ini tempatnya. Maaf kalau nggak ada AC nya, tapi tetap adem ayem kan di sini?," kelakar Hendro saat menyapa kami, Selasa (2/07/2019).

Tata ruang Warung Kopi Omah Mbahrowo t memiliki konsep terbuka. Hal itu terlihat saat kami duduk di bagian Joglo tengah, di saat yang sama kami bisa melihat ke bagian luar ruangan. Menurut Hendro, ia sengaja memilih konsep itu supaya tidak ada jarak antara pengunjung dengan pengelola Omah Mbahrowo.

Ngopi Asyik dan Nyaman di Joglo Warung Kopi 'Omah Mbahrowo'Foto: Aji Kusuma/dok. detikFood

"Sengaja saya buat tidak berjarak, alias terbuka. Jadi bisa menikmati suasana keseluruhan Omah Mbahrowo. Bahkan kalau mau ke toilet, pasti pengunjung melihat dapur kami. Karena memang melewati dapur saat menuju ke toilet," terang Hendro.

Menyinggung soal bagian belakang, bangunan toilet Omah Mbahrowo boleh dibilang unik karena tidak beratapkan genteng atau asbes. Namun beratapkan rimbunnya daun kelapa dan birunya langit.

"Biar nyaman ketika berada di toilet. Jangan takut ada yang mengintip, karena temboknya tinggi dan tidak ada bangunan tinggi di sekitar sini, tetap aman dan nyaman. Dan satu lagi, menjadi lebih alami saat mencari inspirasi di kamar mandi," canda Hendro saat menjelaskan alasanya membuat toilet tanpa atap.

Ngopi Asyik dan Nyaman di Joglo Warung Kopi 'Omah Mbahrowo'Foto: Aji Kusuma/dok. detikFood

Harum kopi robusta begitu tajam saat segelas Kopi Rowo tersaji di meja kami. Tak sabar, kami segera mencecapnya. Slurppp... manis alami begitu melekat di lidah kami walau kopi tersaji tanpa gula.

"Kami sengaja memisahkan gula, bukan karena apa-apa, terkadang pengunjung punya selera takaran manis sendiri-sendiri. Jadi biar aman, kami sajikan kopi plus gula yang terpisah," terang Hendro.

Ia menambahkan, semua jenis kopi yang dijual di warungnya adalah kopi lokal. Bahkan ia sengaja datang ke petani langsung untuk memesan kopi.

"Kalau kopi kami ambil di Perkebunan Kopi Gunung Kelir di Kecamatan Jambu yang juga masih berada di Kabupaten Semarang. Begitu juga dengan menu pisang dan ketela goreng. Kami ambil dari pasar-pasar tradisional di sekitar kami," tegas Hendro.

Ngopi Asyik dan Nyaman di Joglo Warung Kopi 'Omah Mbahrowo'Foto: Aji Kusuma/dok. detikFood

Dari catatan detikfood, soal harga di Omah Mbahrowo masih sangat terjangkau. Untuk Kopi Rowo misalnya, dibanderol dengan harga Rp 7 ribu, sedangkan Arabica Rowo Rp 8 ribu dan Kopi Jahe Rp 9 ribu. Sedangkan untuk makanan, seporsi Pisang goreng dibanderol Rp 12 ribu dan Ketela goreng Rp 10 ribu.

"Soal harga kami rasa cukup terjangkau, karena tujuan kami menjadi tempat yang nyaman untuk bersinggah, bukan hanya soal bisnis. Jadi jangan takut kebobolan dompetnya kalau main ke sini, silakan datang dan rasakan keramahan sambutan kami," tandas Hendro.



Simak Video "Cara Baru Menikmati Kopi di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)