Bubble Tea Kekinian

Jadi Topping Milk Tea yang Hits, Ini Sejarah Penemuan Boba

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 18 Jun 2019 13:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
FOKUS BERITA Bubble Tea Kekinian
Jakarta - Kenikmatan bubble tea tak lepas dari hadirnya boba atau pearl. Topping milk tea ini berbentuk bola mungil yang rasanya kenyal sedikit manis.

Bubble tea merujuk pada minuman milk tea yang diberi bubble, boba, atau pearl. Ciri khas boba adalah berwarna cokelat tua kehitaman dan ukurannya mungil.

Kehadiran boba memberi sensasi mengasyikkan saat menyeruput bubble tea. Sambil menyedot paduan teh dan susu, penikmat bubble tea juga bisa mengunyah butiran boba yang kenyal dan manis.

Jadi Topping Milk Tea yang Hits, Ini Sejarah Penemuan BobaFoto: iStock

Adanya boba pada bubble tea sudah ada sejak 1987. Hal ini terungkap dalam artikel "History of bubble tea: how boba, born of a staff competition in Taiwan, became a global phenomenon" di South China Morning Post (18/6).

Konon Chen Shui Tang di Taichung, Taiwan menjadi teahouse pertama yang memperkenalkan bubble tea. Pendirinya, Liu Han-chien fokus menjual teh oolong berkualitas. Namun suatu hari, Liu ingin mengubah cara orang menikmati teh.

Baca Juga: Sudah Ada Sejak Tahun 80-an, Kini Bubble Tea Makin Beragam

Jadi Topping Milk Tea yang Hits, Ini Sejarah Penemuan BobaFoto: iStock

Liu lalu bereksperimen menaruh milk tea tradisional miliknya dalam gelas pengocok (cocktail shaker) dan es. "Saya pikir ini semacam revolusi dalam sejarah teh [China] karena disajikan dalam keadaan dingin pada waktu itu. Orang-orang berpikir kami gila... Tetapi anak-anak muda sangat menyukainya," jelas putri Liu, Angela Liu Yen- Ling.

Awalnya milk tea buatan Liu tidak berisi boba. Baru di tahun 1987, muncul boba sebagai topping milk tea yang akhirnya populer hingga kini. Cerita bermula saat Liu menggelar kompetisi diantara stafnya untuk menciptakan penemuan kreatif.

Manajer tokonya, Lin Hsiu-hui, sangat suka fen yuan atau bola tapioka. Lin lalu menambahkan dessert favoritnya itu ke dalam milk tea. "Awalnya ia tidak memberi tahu ayahku. Dia benar-benar menguji coba langsung pada beberapa pelanggan dan mereka menyukainya," cerita Angela.

Jadi Topping Milk Tea yang Hits, Ini Sejarah Penemuan BobaFoto: iStock

Lin bahkan sudah menjual milk tea plus boba selama satu minggu, baru kemudian memberi tahu Liu soal hal ini. Mereka kemudian sama-sama mencari ide untuk mengganti nama "fen yuan" dengan sesuatu yang lebih baik. Akhirnya terciptalah kata "black pearl" atau mutiara hitam yang merujuk pada bentuk boba.

Lalu bagaimana cara menyiapkan boba untuk milk tea? Food and Wine (17/6) jelaskan proses ini sebenarnya sederhana. Hal tersulit dan paling penting adalah menyiapkan bola-bola tapioka. Biasanya bola-bola ini dijual dalam keadaan kering lalu harus direbus 30 menit dan didinginkan 30 menit.

Baca Juga: Darimana Asal 'Bubble', si Mutiara Hitam yang Kenyal Enak?

Boba yang bagus tak boleh terlalu lengket supaya tidak menempel satu sama lain saat ditaruh dalam cup milk tea. Boba juga tak boleh terlalu keras karena akan sulit digigit. Kuncinya ada pada tekstur. Untuk boba dengan tekstur sempurna akan disebut "QQ" dalam bahasa China yang berarti kenyal.

Jadi Topping Milk Tea yang Hits, Ini Sejarah Penemuan BobaFoto: iStock

Kreasi boba kini semakin beragam. Warnanya tidak melulu hitam dengan varian rasa yang semakin berkembang. Di Indonesia, gerai KOI jadi perbincangan karena menghadirkan "Golden Bubble". Boba berwarna emas ini ukurannya lebih kecil dan rasanya ada yang manis.

Ada juga Onezo yang terkenal dengan milk tea plus brown sugar. Uniknya boba di sini terdiri dari 4 jenis. Ada brown sugar, black sesame, mangga, dan crystal bubble. Rasa boba bisa dipilih sesuai selera untuk dipadukan bersama milk tea favorit.

(adr/odi)
FOKUS BERITA Bubble Tea Kekinian