11 Tahun Berlalu, Misteri Es Krim Kotoran Manusia Ini Belum Terselesaikan

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 13 Jun 2019 19:21 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Bukan tentang kasus kriminal. Kasus es krim berisi feses manusia ini, hingga kini belum terungkap siapa pelakunya dan apa benar itu kotoran manusia atau bukan.

Kasus yang belum terungkap ini, terjadi pada 5 Oktober, 2008 silam. Saat itu pengunjung bernama Stephen dan Jessica Whyte, tengah menginap di Coogee Bay Hotel, Sydney, Australia. Mereka menginap dengan tiga putranya, untuk menonton pertandingan Rugby League Grand Final.

Baca Juga: Wouw! Semua Hidangan di Kafe Ini Bertema Kotoran Manusia!

Dilansir dari So Yummy (31/05), mereka sempat mampir ke restoran hotel tersebut, tak lama setelah pesanan mereka tiba, mereka mulai melayangkan komplain kepada pegawai di sana.
11 Tahun Berlalu, Misteri Es Krim Kotoran Manusia Ini Belum TerselesaikanFoto: Istimewa
Saat itu keluarga Whyte, komplain tentang harga es krim gelato yang mahal, ruangan restoran terlalu ramai hingga mereka tak bisa menyaksikan pertandingan rugby. Di sana mereka mendapatkan es krim gelato gratis, karena keluhan ini.

"Semangkuk besar es krim datang ke meja kami sebagai komplimen. Ada empat scoop es krim rasa vanilla, chocolate, dan hazelnut. Di bagian bawah es krim tampak seperti lapisan cokelat. Saat itu saya langsung menyuap es krim, tanpa memperdulikan anak-anak saya. Rasa es krimnya, sangat aneh dan bau busuk, saya langsung mengeluarkannya dari mulut," jelas Jessica Whyte.

Jessica yakin bahwa yang dimakannya itu merupakan feses atau kotoran manusia, yang membuat salah satu putranya berteriak kepada pegawai di sana, bahwa mereka membuat ibunya memakan feses.

Karena kejadian ini keluarga Whyte ditawarkan uang AU$5,000 (Rp 49.600.000) sebagai uang tutup mulut dari pihak hotel. Tapi keluarga Whyte menolaknya, dan pihak hotel menuduh bahwa keluarga Whyte melakukan tindak pemerasan.
11 Tahun Berlalu, Misteri Es Krim Kotoran Manusia Ini Belum TerselesaikanFoto: Istimewa

Untuk menyelesaikan masalah, keluarga Whyte dan pihak manajer dari Coogee Bay pergi ke polisi dengan sampel es krim yang ada. Hasilnya The New South Wales Food Authority mengumumkan, bahwa es krim itu benar mengandung bagian dari kotoran manusia.

"Meski jejaknya sedikit, tapi kami bisa melacak DNA wanita di dalam feses tersebut. Namun hal ini tidak membantu untuk mengidentifikasi siapa yang menaruh feses ke dalam es krim tersebut," tutur salah satu perwakilan dari pihak kepolisian.

Rekaman CCTV juga tidak menunjukkan siapa yang menaruh kotoran manusia di dalam es krim pesanan keluarga Whyte. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pihak hotel setuju untuk membayar biaya kerugian sebesar Rp 1,9 miliar.
11 Tahun Berlalu, Misteri Es Krim Kotoran Manusia Ini Belum TerselesaikanFoto: Istimewa

Pihak hotel juga meminta maaf atas kejadian ini, karena membuat keluarga Whyte memakan es krim dengan kotoran manusia. Meski belum menemukan siapa orang yang menaruh fesesnya di dalam es krim pesanan Whyte, tapi keluarga Whyte sudah menutup masalah ini dengan pihak hotel.

Akan tetapi meski sudah berlalu lebih dari 11 tahun, tapi Hotel Coogee Bay kini masih dikaitkan sebagai hotel yang menyajikan es krim dengan topping kotoran manusia. Untungnya masih banyak pelanggan yang mau datang ke hotel tersebut, meski mereka membawa kalimat 'kotoran manusia' di ulasan yang ada di TripAdvisor.

Baca Juga: Ditemukan Bakteri Kotoran Manusia Pada Layar Sentuh Pesanan di McD Inggris (sob/odi)