Kuliner Mudik dan Lebaran

Pemudik Wajib Bawa Oleh-oleh Onde-Onde Mojokerto yang Empuk Legit

Enggran Eko Budianto - detikFood Senin, 03 Jun 2019 10:45 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto/dok. detikcom Foto: Enggran Eko Budianto/dok. detikcom
Mojokerto - Mudik kurang lengkap rasanya tanpa membawa oleh-oleh. Saat melintas di Mojokerto. pemudik bisa mampir membeli onde-onde untuk buah tangan.

Salah satu yang terkenal di Mojokerto adalah Onde-onde Arasa. Ya, selain harganya terjangkau pusat buah tangan yang satu ini mudah ditemui para pemudik.

Karena toko Arasa terletak di jalur arteri Jalan Bypass Mojokerto KM 50, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Menemukan tempat ini pun cukup mudah. Karena persis di depannya, terdapat sebuah patung onde-onde raksasa.

Pemudik Wajib Bawa Oleh-oleh Onde-Onde Mojokerto yang Empuk LegitFoto: Enggran Eko Budianto/dok. detikcom

Onde-onde Arasa dibuat dengan 3 varian rasa. Kacang hijau-cokelat, kacang hijau-keju dan kacang hijau original. Pemudik bisa menikmati ketiga varian rasa tersebut hanya dengan membeli satu kotak onde-onde.

"Satu kotak isi 10 onde-onde kami jual Rp 25 ribu. Isinya 2 biji onde-onde kacang hijau-cokelat, 2 biji onde-onde kacang hijau-keju, serta 6 biji onde-onde kacang hijau original," kata pegawai bagian pemasaran toko oleh-oleh Arasa Muhammad Ikhwan (28) kepada detikcom di lokasi, Jumat (31/5/2019).

Baca Juga: Siapa Mau Berbuka dengan Onde-onde Decho Isi Alpukat dan Cokelat Leleh Ini?

Meski harganya terjangkau, rasa onde-onde Arasa tergolong enak. Kulit onde-onde dibuat dengan tepung ketan murni sehingga lebih kenyal renyah. Rasa bagian kulit semakin gurih dengan taburan wijen impor dari India yang harum.

Pemudik Wajib Bawa Oleh-oleh Onde-Onde Mojokerto yang Empuk LegitFoto: Enggran Eko Budianto/dok. detikcom

Sementara isian onde-onde menggunakan kacang hijau murni yang hanya dicampur dengan gula pasir sebagai pemanis. Untuk 2 varian rasa lainnya, isian hanya ditambahi cokelat atau keju.

Bagi pemudik yang akan menempuh perjalanan jauh tak perlu khawatir onde-onde akan basi sebelum sampai di kampung halaman. Menurut Ikhwan, onde-onde Arasa baru akan mengeras bagian kulitnya sekitar 16 jam setelah digoreng. Sementara masa kadaluarsanya 2 hari.

"Kalau pembeli minta onde-onde yang masih panas, langsung kami gorengkan. Biasanya untuk camilan saat perjalanan jauh," terangnya sembari menunjukkan tempat penggorengan dan pembuatan onde-onde persis di sebelah kasir toko Arasa.

Pemudik Wajib Bawa Oleh-oleh Onde-Onde Mojokerto yang Empuk LegitFoto: Enggran Eko Budianto/dok. detikcom

Kenikmatan rasa ditambah harganya yang terjangkau, membuat Onde-onde Arasa selalu disukai pembeli. Menurut Ikhwan, rata-rata ia menjual 70-80 kotak onde-onde dalam sehari di luar momen mudik lebaran. Tak hanya dari berbagai daerah di Jawa Timur, pembeli juga banyak datang dari Jateng, Yogyakarta dan Jabar.

"Kalau musim mudik lebaran seperti tahun lalu, sehari bisa laku sampai 5 ribu biji onde-onde (500 kotak)," ungkapnya.

Pemudik Wajib Bawa Oleh-oleh Onde-Onde Mojokerto yang Empuk LegitFoto: Enggran Eko Budianto/dok. detikcom

Namun hingga H-5 lebaran tahun ini, Ikhwan mengaku belum ada peningkatan penjualan yang signifikan. Tol Trans Jawa yang sudah tersambung berdampak pada berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di Bypass Mojokerto sehingga pembeli pun berkurang.

"Kalau lebaran tahun lalu H-7 sudah ramai, tahun ini saya prediksi baru ramai H-3 lebaran," tandasnya.

Baca Juga: Makanan Legendaris di Surga Kuliner Sepanjang Jalur Mudik

(adr/odi)