Kuliner Mudik dan Lebaran

Berlebaran ke Wonogiri? Jangan Lupa Beli Kacang Mete di Sini

Aris Arianto - detikFood Rabu, 29 Mei 2019 11:00 WIB
Foto: Aris Arianto Foto: Aris Arianto
Wonogiri - Menghabiskan libur Lebaran di Wonogiri belum afdol jika belum membawa pulang oleh-oleh kacang mete. Kacang metenya dikenal gurih renyah dan garing.

Wonogiri dikenal sejak dulu sebagai salah satu sentra kacang mete di tanah air. Saking terkenalnya, banyak orang menyebut Wonogiri sebagai Kota Mete. Ada puluhan ribu hektare lahan tanaman mete dibudidayakan petani. Selain itu pengepul serta pedagang mete banyak dijumpai di daerah berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa tersebut.

Momen mudik lebaran, kacang mete memang menjadi primadona buah tangan. Tidak perlu khawatir kehabisan stok, saat datang ke Wonogiri, setiap ada toko makanan kecil maupun pusat oleh-oleh, dipastikan ada tumpukan kacang mete yang siap dibawa pulang.

Berlebaran ke Wonogiri? Jangan Lupa Beli Kacang Mete di SiniFoto: Aris Arianto

Seperti di Pasar Kota Wonogiri, pasar terbesar di Wonogiri itu banyak ditemui deretan kios menjajakan lcang mete. Salah satunya yang terkenal adalah Kios Mbah Darmo di lantai dasar.

Bergeser ke timur sedikit, di pinggir Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo kilometer 3, ada Kios Mete Jati Rasa. Tepat di sisi selatan jalan provinsi itu. Secara administratif masuk wilayah Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri.

Lanjut ke timur lagi di Kecamatan Ngadirojo, ada pusat oleh-oleh Alami Sayang. Lokasinya juga berada di pinggir Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo. Tempat ini sekaligus menjadi salah satu rest area pemudik. Tersedia rumah makan menu masakan Jawa komplet yang bisa dinikmati secara prasmanan. Fasilitas lain ada mushola, belasan toilet, hingga ruang pertemuan.

Masih di Kecamatan Ngadirojo, tepatnya di Dusun Tukluk Desa Kerjo Lor, ada sentra industri kacang mete Bu Syamsiyah. Tempat ini juga melayani pembelian secara grosir, meskipun untuk pembelian eceran tetap dilayani. Lokasinya mudah dijangkau lantaran berada di pinggir Jalan Raya Ngadirojo-Sidoharjo dan ada papan nama besar sebagai petunjuknya.

Tercatat paling tidak ada 500-an pedagang dan pengepul kacang mete di Wonogiri. Paling banyak berada di Kecamatan Ngadirojo dan Jatisrono. Dua kecamatan ini pula yang menjadi lokasi budidaya jambu mete terbesar di daerah ujung tenggara Provinsi Jateng itu.

Berlebaran ke Wonogiri? Jangan Lupa Beli Kacang Mete di SiniFoto: iStock

Soal harga, saat ini memang terbilang tinggi. Bisa mencapai Rp 170.000 per kilogram untuk kualitas super. Kualitas di bawahnya bisa dibeli dengan selisih Rp 5.000 dalam kondisi mentah, dan selisih Rp 10.000 saat sudah siap santap.

Tingginya harga kacang mete ini salah satu penyebabnya adalah proses mengolahnya yang cukup lama. Mulai dari panen jambu mete, mengambil metenya, pengupasan, pengeringan, penyimpanan, hingga penggorengan. Di samping itu hasil panen mete juga tergantung cuaca.

Berlebaran ke Wonogiri? Jangan Lupa Beli Kacang Mete di SiniFoto: iStock

Salah satu pedagang, Solikhah, Selasa (28/5/2019) mengatakan, kacang mete yang diambil dari tingkat pengepul, adalah mete hasil panen sebelumnya. Jadi merupakan mete simpanan dari dalam gudang. Kendati demikian kualitas tidak perlu diragukan. Sebab, hanya mete berkualitas baiklah yang akan mampu tahan lama jika disimpan.

Sementara informasi yang diperoleh dari Pemkab Wonogiri, ada 41.935 petani mete di Wonogiri. Total produksi per tahun sekitar 10 ribu ton. Sedangkan luas areal tanaman mete sekitar 20.652 hektare. Jumlah rata-rata per hektare 693 kilogram gelondong kering. (lus/lus)