Gara-gara Aroma Durian Dikira Gas Bocor, Ratusan Orang Dievakuasi dari Perpustakaan

Dewi Anggraini - detikFood Senin, 13 Mei 2019 10:00 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Usai aroma sambal terasi yang disebut mirip aroma mayat di Prancis, kini warga Australia menyamakan aroma tajam durian dengan bau gas bocor.

Hal tersebut telah berakibat sebanyak 550 orang yang ada di area perpustakaan kampus terpaksa dievakuasi.

Aroma tajam buah durian memang kerap disalahartikan oleh warga asing, terlebih orang Barat. Biasanya mereka mengira aroma menyengat buah berdaging lembut creamy itu merupakan aroma gas.

Lantaran punya aroma yang khas, buah eksotik itu memang dilarang dibawa ke sarana transportasi umum. Namun tidak adanya peraturan soal makan durian di perpustakaan jadi masalah di sebuah universitas di Australia.

Gara-gara Aroma Durian Dikira Gas Bocor, Ratusan Orang Dievakuasi dari PerpustakaanFoto: Istimewa

Dilansir dari World of Buzz (12/5), jumat sore lalu, sekitar 550 orang yang berada di area perpustakaan University of Canberra Library terpaksa dievakuasi. Ratusan orang itu diminta meninggalkan area perpustakaan karena adanya aroma gas bocor.

Baca juga: Kisah Aroma Tajam Sambal Terasi yang Disebut Bau Mayat Oleh Warga Prancis

Petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk mengetahui penyebab kebocoran gas di area tersebut. Sebagai bentuk keamanan, tim Hazmat (hazardous material) juga dikerahkan di lokasi. Hal itu dilakukan untuk mengecek apa udara yang ada aman dan tidak mengandung racun.

Setelah dilakukan penelusuran, dugaan bau gas bocor yang ada ternyata berasal dari aroma buah durian. Seorang penikmatnya membuang sampah durian ke salah satu tong sampah yang ada di area perpustakaan.

Hal ini pun mencuat lantaran pihak universitas membagikan kejadian tersebut lewat laman Facebook resminya. Dari unggahannya diketahui bahwa sekitar 550 orang yang ada di sana dievakuasi dalam waktu kurang dari 6 menit.

Gara-gara Aroma Durian Dikira Gas Bocor, Ratusan Orang Dievakuasi dari PerpustakaanFoto: Istimewa

"Kami buka kembali! Terima kasih pada semua orang yang sudah dengan cepat meninggalkan gedung. Sekitar 550 orang meninggalkan gedung dalam waktu kurang dari 6 menit," tulis akun University of Canberra Library (10/5/2019).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa bau gas bocor yang menyengat merupakan aroma buah durian, "Untungnya bau gas bocor yang ada merupakan aroma buah durian. Buah itu kini sudah disingkirkan."

Sebenarnya kejadian serupa juga sempat terjadi di universitas Royal Melbourne Institute of Technology, Australia pada akhir April 2018. Sebanyak 600 orang yang ada di area perpustakaan kampus juga dievakuasi karena dugaan kebocoran gas. Padahal aroma tersebut berasal dari durian busuk yang ada di salah satu lemari di sana.

Baca juga: Dikira Gas Bocor, Bau Durian Busuk Bikin Ratusan Mahasiswa Australia Dievakuasi (lus/odi)