Ini Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Sumatera Utara

Devi Setya - detikFood Selasa, 07 Mei 2019 14:45 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Masyarakat muslim di Sumatera Utara (Sumut) juga memiliki menu berbuka khas sebagai sebagai sajian pembatal puasa. Ada anyang pakis hingga bubur pedas yang legendaris.

Ramadhan di Sumut selalu diwarnai dengan berbagai kegiatan menarik. Termasuk salah satunya hadir sajian-sajian khas yang tak ada di hari biasa.

Kepada detikFood, Dr. Wan Hidayati M.Si selaku Kadispar Provinsi Sumatera Utara menjelaskan beberapa menu berbuka puasa khas Sumut. Apa saja hidangan khasnya?

1. Anyang Pakis
Ini Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Sumatera Utara Foto: istimewa

Menurut Hidayati, salah satu menu yang tak pernah absen saat bulan Ramadhan yakni anyang pakis. Sajian ini banyak dikonsumsi masyarakat muslim Medan Melayu yang banyak tersebar di bagian timur Sumut.

Sekilas, anyang pakis mirip seperti urap yang terbuat dari aneka sayuran dan disajikan dengan kelapa parut berbumbu. Daun pakis menjadi salah satu unsur penting dalam sajian ini. Selain daun pakis, ada juga tauge dan racikan bumbu yang rasanya pedas gurih.

Baca juga : Jejongkong hingga Kue Perahu, 5 Takjil Manis dari Sumatera

2. Bubur Pedas
Ini Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Sumatera Utara Foto: istimewa

Kalau ke Sumatera Utara saat bulan Ramadhan, jangan lupa mencicip semangkuk bubur pedas. Bubur ini hanya ada saat bulan Ramadhan dan biasanya jadi santapan berbuka puasa.

Resep bubur pedas sendiri terbilang sangat komplit, isiannya ada aneka umbi-umbian, kentang, jagung, kacang hijau dan beras. Semua bahan ini dimasak menggunakan bumbu dan rempah yang sangat berlimpah.

"Saking banyaknya, istilahnya kita sampai bilang pakai 100 macam rempah," kata Hidayati. Selama bulan Ramadhan, bubur ini bisa disantap di Masjid Raya.

3. Toge Panyabungan
Ini Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Sumatera Utara Foto: istimewa

Kalau di Jawa berbuka puasa dengan kolak maka di Sumut kebanyakan masyarakat berbuka puasa dengan toge panyabungan. Sajian khas Kabupaten Mandailing Natal ini bahkan sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda dari Sumut.

Sekilas sajian ini mirip kolak dengan isian beras pulut, candil, lupis dan toge alias cendol dari tepung beras. Semua bahan ini kemudian disajikan dengan kuah gula merah yang manis. Biasanya kudapan ini disajikan dingin dengan tambahan es batu.

Baca juga : Datang ke Medan, Jangan Lupa Cicip Lontong Sayur Enak di 5 Warung Ini!

4. Pakat/ Pucuk Rotan
Ini Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Sumatera Utara Foto: istimewa

Ada yang unik dari sajian berbuka puasa masyarakat Sumut. Di sana biasa menyantap pakat atau pucuk rotan yang dibakar. Saat bulan Ramadhan, menu ini jadi santapan khas berbuka puasa.

Pucuk rotan yang dibakar ini kemudian disantap sebagai lalapan dengan pelengkap sayur ikan. Pucuk rotan ini memiliki tekstur lembut. Meskipun rasanya agak pahit tapi pucuk rotan ini menambah selera makan.


Ini Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Sumatera Utara
(dvs/odi)