Orang Rusia Gemar Makan Permen dari Darah Sapi, Ini Sebabnya

Sonia Basoni - detikFood Senin, 01 Apr 2019 13:40 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Banyak anak dari Rusia yang sering mengonsumsi permen obat manis. Tanpa mengetahui bahwa permen manis itu terbuat dari campuran darah sapi.

Hematogen atau produk permen bar bernutrisi, jadi salah satu vitamin dan obat yang populer di Rusia. Biasanya hematogen terbuat dari olahan darah sapi yang telah diproses, lalu dicampur dengan cokelat, susu, hingga gula. Di Rusia, hematogen sudah ada sejak dulu. Fungsinya tak hanya mengobati anemia saja, tapi juga diklaim dapat membantu meningkatkan konsentrasi, hingga mencegah tubuh terserang flu.

Baca Juga: Legit Enak! Permen Obat Asal Russia Ini Dibuat dari Darah Sapi
Orang Rusia Gemar Makan Permen dari Darah Sapi, Ini SebabnyaFoto: Istimewa
Dikabarkan Munchies (29/03), hematogen sudah ada sejak akhir 1800an. Dulu hematogen dibuat secara massal, mudah disimpan, dan sebagai obat yang populer untuk mengobati anemia.

"Hematogen mengandung sekitar 10 miligram zat besi, yang berada di dalam kisaran untuk suplemen zat besi yang direkomendasikan untuk anak-anak," ungkap Thomas DeLoughery, selaku ahli hematologis.

Fungsinya mirip sebagai vitamin dan suplemen, tapi dulu banyak produsen hematogen atau permen darah ini yang melarang orang-orang, untuk menyantap hematogen lebih dari satu bar. Hal ini dilakukan untuk mencegah efek samping, seperti sakit perut atau sembelit dalam jangka pendek.

Meski peminatnya banyak tapi produksi dan penyebaran permen darah ini sempat meredup di tahun 1920, karena pengaruh modernisasi yang dibawah oleh Amerika. Saat itu produk makanan yang dicampur dengan darah, dianggap mulai ketinggalan jaman. Tapi setelah perang dunia II, permen darah ini mulai diminati kembali.
Orang Rusia Gemar Makan Permen dari Darah Sapi, Ini SebabnyaFoto: Istimewa
Dulu darah sapi ini dibuat menjadi sirup, tapi untuk menarik perhatian anak-anak agar lebih gampang mengonsumsinya, para produsen mulai menciptakan permen bar. Uniknya, sirup darah sapi ini sering dijadikan sebagai campuran minuman, topping omelete, sup, hingga makanan lainnya.

"Sepengatahuan saya, sirup hematogen ini bisa digunakan sebagai tambahan minuman, topping omelete, hingga campuran sup saat wabah kekurangan gizi di Rusia," ungkap Maria Pirogovskaya, salah satu warga dari Rusia.

Hingga saat ini belum jelas seberapa banyak jumlah orangtua atau anak-anak, yang mengetahui bahwa hematogen terbuat dari darah sapi. Banyak orang di Rusia yang tumbuh besar dengan permen unik ini, tapi belum mengetahui bahwa terdapat campuran darah sapi di dalamnya.
Orang Rusia Gemar Makan Permen dari Darah Sapi, Ini SebabnyaFoto: Istimewa
"Banyak orang yang tidak tahu hematogen ini terbuat dari apa, karena tidak ada informasi yang jelas di produk permen ini. Menyembunyikan komposisi bahan di dalam produk makanan memang jarang terjadi," ujar Anastasia Lakhtikova selaku akademisi yang memperhatikan tentang makanan di Rusia.

Terlepas dari pro dan kontra, permen darah sapi ini masih populer dan diminati di Rusia. Tingginya permintaan akan permen ini, membuat banyak perusahaan mulai meluncurkan hematogen dengan berbagai rasa. Seperti kacang, buah kering, hingga cokelat. Bahkan beberapa ada yang tidak menggunakan darah sapi sama sekali.

Baca Juga: Cokelat Kimchi, Darah hingga Kalajengking, Rasa Cokelat Aneh untuk Valentine (sob/odi)