Nikmatnya Menyeruput Kopi Pak Aman di Desa Terujung Gunung Ungaran

Aji Kusuma - detikFood Kamis, 14 Mar 2019 15:00 WIB
Foto: Kopi Pak Man Foto: Kopi Pak Man
Semarang - Minum kopi di warung kopi Pak Man ini terasa nikmat. Selain udara dingin pegunungan, lokasinya juga cukup menarik perhatian.

Udara dingin terasa saat kami tiba di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Setelah menyusuri jalan pedesaan yang menanjak. Tepat di ujung Desa Sidomukti, terdapat kedai kopi dua lantai milik Taher Prasetyo.

"Terima kasih sudah berkunjung, selamat datang di Kopimann," sambut Taher sesaat setelah kami membuka pintu kedai, Rabu malam (13/3/2019).

Nikmatnya Menyeruput Kopi Pak Aman di Desa Terujung Gunung UngaranFoto: Aji Kusuma/Dok. detikcom

Semburat cahaya kuning lampu terasa pas dengan warna ornamen interior kedai yang serba cokelat. Sengaja diputar dengan volume rendah, sebuah lagu khas Jamaika berjudul Herbalist yang dilantunkan Alborosie juga turut hangat menyambut kedatangan kami.

Berada diketinggian 900 Mdpl, malam itu detikFood mencoba mengulik perjalanan Taher mendirikan Kopimann di Kaki Gunung Ungaran. Pemandangan lampu kota Semarang tampak jelas di bawah kami. Bahkan jajaran lampu jalan tol Trans Jawa begitu rapi membentuk bentang barisan.

"Tanah ini milik orang tua, nah saya manfaatkan sekarang ini untuk membuka kedai kopi. Sengaja memilih tempat di sini ya karena konsep kami, orang bisa minum kopi sekaligus mencari ketenangan," ungkap Taher kepada detikFood, Rabu malam (13/3/2019).

Ia menambahkan penamaan Kopimann juga memiliki cerita tersendiri. Hal ini Taher ungkapkan sebagai bentuk penghargaan kepada sang ayah.

"Ayah saya kan namanya Pak Aman, nah kopimann itu artinya Kopinya Pak Aman. Ya karena beliau juga saya bisa seperti sekarang ini, dan beliau juga yang mendukung saya untuk terus semangat berupaya," ujar Taher.

Nikmatnya Menyeruput Kopi Pak Aman di Desa Terujung Gunung UngaranFoto: Aji Kusuma/Dok. detikcom

Dalam menjalani aktivitas perkopian di kopimann, Taher dibantu oleh tiga orang kru. Sejauh ini jadwal pelayanan di Kopimann dimulai pukul 16.00 WIB hingga Pukul 23.00 WIB.

"Kami tutup setiap Senin malam, untuk istirahat dan mengisi kembali bahan-bahan di dapur. Selebihnya tetap buka, jika harus libur biasanya kami memberi pengumuman di instagram kami @kopimann," jelas Taher.

Di Kopimann, pengunjung dapat memesan menu kopi dengan berbagai varian. Selain itu, sebagai teman minum kopi, Kopimann juga menyediakan kudapan tradisional yang diolah secara modern.

Nikmatnya Menyeruput Kopi Pak Aman di Desa Terujung Gunung UngaranFoto: Aji Kusuma/Dok. detikcom

"Kalau menu kopi ada espresso, latte, machiato, mocha, capucino, Hazelnut dan Tiramisu. Kalau menu non kopi ada choco milk, red velvet, taro late dan matcha late. Sedangkan makanan ada olahan pisang dan ketela yang kami campur dengan susu, cokelat dan keju," jelas Taher.

Sluurpp! Segelas Long Black pesanan kami telah tiba. Sengaja tanpa kami campur gula, meski secara terpisah sudah tersedia. Tekstur rasa kopi hitam begitu pekat mendarat di lidah kami. Sedikit ada rasa manis alami dan asam yang pas berpadu dalam cecapan pertama.

Menetralisir lidah dari pahit kopi, kami menikmati sepotong Cheesy Banana begitu manis. Susu kental manis dan keju yang lumer sangat nikmat untuk teman menyeruput kopi.

Rentang harga kopi di Kopimann berkisar dua puluh ribuan. Menurut Taher, soal harga tidak bisa dibilang murah atau mahal. Tetapi soal kualitas dan eksplorasi racikan yang paling penting untuk dinilai.

Nikmatnya Menyeruput Kopi Pak Aman di Desa Terujung Gunung UngaranFoto: Aji Kusuma/Dok. detikcom

"Kalau harga menu kopi disini mulai Rp 22.000 sampai Rp 26.000. Kalau kudapan mulai Rp 16.000 ribu hingga Rp 18.000. Silakan berkunjung, rasa dan nuansa disini nggak cuma bisa dihitung dengan angka-angka," cetus Taher berkelakar.

Pengunjung dapat memilih tempat untuk minum kopi, di lantai dua terdapat ruangan terbuka dengan empat meja. Sedangkan di lantai satu, terdapat sepasang sofa dan meja bentuk L yang mengitari dinding.

"Boleh duduk di mana saja, jika ingin menikmati dinginnya gunung Ungaran bisa di lantai dua. Jika ingin sedikit hangat, bisa di lantai satu. Atau jika ingin benar-benar outdoor, di bagian belakang di tepi kebun mawar kami sediakan ayunan, bisa juga menikmati kopi di situ saat sore menyaksikan matahari terbenam," tandas Taher.

(lus/odi)