Lezat dari Ranah Minang

Rendang 40 Daun dan Rendang Baluik yang Autentik Minangkabau

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 10 Mar 2019 10:11 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Ada banyak lauk menggoda dari tanah Minangkabau, namun semuanya tak jauh dari adanya 5 elemen. Mulai dari karbohidrat hingga lauk hewani yang menggugah selera.

Ditemui detikFood (8/3), ahli kuliner Minang, Reno Andam Suri mengungkap elemen yang selalu ada dalam jamuan atau hidangan lengkap ala Minang. "Kita mengenal ada karbonya seperti beras atau singkong, unsur air (ikan), unggas (itik dan ayam), daging (daging kerbau dulunya, sekarang sapi), ada sayur, dan ada sambal," tuturnya.

Nantinya elemen tersebut bisa diolah sesuai selera menjadi ragam hidangan. "Ikan, misalnya, bisa dibuat asam padeh, digoreng, disinggang atau dipanggang, bisa banyak," tambah Uni Reno. Untuk itik, populer dijadikan itiak lado mudo (itik sambal cabai hijau) dan rendang itik.

Rendang 40 Daun dan Rendang Baluik yang Autentik MinangkabauReno Andam Suri ahli kuliner Minang. Foto: detikfood

Pengusaha kuliner Rendang Uni Farah ini melanjutkan, "Kalau ayam bisa ayam goreng, ayam gulai. Daging juga begitu, tinggal kita buat komposisi yang mana yang mau dibuat berkuah, yang mana mau dibikin lebih kering." Kehadiran hidangan berkuah pun penting karena orang Minang umumnya memilih nasi dengan tekstur pera.

Mengenai bumbunya, masakan Minang sebenarnya tak jauh berbeda dari masakan Indonesia lain. Bumbu utamanya ada tiga yaitu bumbu kuning, putih, dan merah atau balado. "Sebenarnya balado itu ada yang cabai hijau dan yang merah," kata Uni Reno.

Rendang 40 Daun dan Rendang Baluik yang Autentik MinangkabauRagam sajian rendang khas Minang. Foto: Istimewa
Penulis buku 'Rendang, Minang Legacy to the World' ini juga sempat menjelaskan soal rendang unik. Dua jenis yang belum banyak orang tahu adalah rendang belut dan rendang 40 daun.

"Karena rendang adalah proses memasak yaitu 'marandang', jadi semua bahan pun bisa direndang. Kearifan lokal tidak menghalangi orang membuat rendang jadi kebanggaan daerah mereka," tutur wanita berkaca mata ini.

Di Batu Sangkar, disaat mau lebaran, justru harga belut lebih mahal dibanding harga daging. Karena bagi orang Batu Sangkar, rendang mereka adalah rendang belut atau rendang baluik.

Rendang 40 Daun dan Rendang Baluik yang Autentik MinangkabauRendnag belut atau baluik yang renyah gurih. Foto: Istimewa

Rendang 40 daun juga menarik perhatian karena dibuat dari 40 jenis daun berbeda. Uni Reno menjelaskan, "Orang Sumatera Barat nggak minum jamu jadi mereka merasa apa yang berkhasiat dimasak jadi lauk. 40 daun itu mereka tahu semua khasiatnya. Bahkan ada yang bilang 40 daun itu masih kurang, ada yang menyebut 100 daun."

Soal karakter rasa, karena daun tidak memberi rasa signifikan maka beberapa orang menambahkan bahan. "Ada yang menambahkan kaldu ikan untuk rasa manis dan ada juga yang menambahkan kuah gulai," tutup pemilik akun YouTube Reno Andam ini.



Tonton video 'Wow! Ternyata Daun Bisa Direndang Lho':

[Gambas:Video 20detik]

(adr/odi)