Mlekoh Sedap! Pecel Legendaris Mbok Kami dari Palagan Ambarawa

Aji Kusuma - detikFood Jumat, 22 Feb 2019 07:10 WIB
Foto: Aji Kusuma/detikcom Foto: Aji Kusuma/detikcom
Ambarawa - Ternyata bukan hanya peninggalan bangunan bersejarah yang ada di Ambarawa. Namun, ada kuliner tradisional legendaris yang sedap sejak puluhan tahun lalu.

Salah satunya Warung Pecel Mbok Kami. Berjualan pecel sejak tahun 60 an, warung pecel legendaris asli Ambarawa itu dikelola oleh generasi kedua.

Cukup mudah bagi Detikfood mencari Warung Pecel Mbok Kami, yang hanya Berjarak 200 meter ke arah barat dari Museum Palagan Ambarawa. Lebih tepatnya berada di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa.

Hanya ada tiga buah meja makan di dalam warung tenda berukuran 2 x 10 meter itu. Saat kami datang, hanya tersisa satu meja. Setelah menaruh barang bawaan, kami mendekat ke arah Fransisca Sri Utari, sang juru masak di Warung Mbok Kami.


Sri generasi kedua Mbok Kami tak henti layani pembeli. Foto: Aji Kusuma/detikcom

"Mau pakai apa, pecel saja atau tambahi lauk apa? Ada telur ceplok, sate keong, sate telur atau gorengan," tawar Sri kepada Detikfood, Kamis (21/2/2019).

Kami memilih pecel odengan lauk sate keong. Kami cukup beruntung pagi itu, sebab pengunjung belum ramai berdatangan. Namun setelah kami memesan, antrean pengunjung yang datang cukup mengular di depan meja Sri yang berisi penuh lauk dan sayur-mayur.

Selain sayuran ad amie dan aneka lauk yang enak dimakan dengan pecel. Foto: Aji Kusuma/detikcom

"Sayurnya ini ada bayam, tauge, kacang panjang, daun kutha-kuthi, mie kuning. Kalau sambal kacangnya buat sendiri, ini yang bikin beda dengan pecel yang lain, resepnya tinggalan ibu saya," ujar Sri ramah sembari menyerahkan pecel pesanan kami.

Sri merupakan anak ketiga dari sembilan anak Mbok Kami. Saat ini, ia adalah satu-satunya anak yang mewarisi usaha ibunya. "Pokoknya saya buka di sini dari jam enam pagi sampai jam tiga sore. Tapi kadang belum jam tiga ya sudah habis," ujar Sri.

Seporsi pecel kini siap kami santap, tampak segar sayuran yang ada di dalam piring. Krenyes!!! Segarnya kacang panjang yang direbus setengah matang begitu nikmat terasa di lidah. Sambal kacang yang mengguyuri pecel juga seimbang pedas manisnya.

Seporsi nasi pecel yang disiram bumbu gurih pedas mlekoh siap disantap. Foto: Aji Kusuma/detikcom

Kami melihat Sri dengan ramah melayani antrean pembeli. Suaranya yang lembut, menjadikan pembeli tetap nyaman mengantre. Nasi yang disajikan juga sangat pulen dan hangat, sehingga cocok menjadi teman makan sayuran dan sambal kacang.

Sate keong merupakan lauk pecel yang populer di Jawa Tengah. Kenyal dan empuk, begitu yang kami rasakan saat gigitan kami menarik daging keong dari tusuk sate. Rasanya gurih pedas menyengat karena sudah dibaluri rajangan cabai. Namun pedas ini tak begitu menonjok tapi justru bisa mengurangi aroma amis daging keong.

Pecel khas Kota Palagan Ambarawa ini harganya seporsi Rp 10 ribu, sate keong Rp 5 ribu, aneka gorengan Rp 1 ribu, dan segelas teh baik hangat maupun dingin dihargai Rp 3 ribu. Ayo mampir!

(odi/odi)